Setibanya di restauran, Esther mengerutkan keningnya, lagi, kenapa harus restauran ini. Vante mengajak mereka ke restauran dimana Justin bekerja. Sungguh, jika bisa Esther ingin mengatakan agar mereka pindah restauran, tapi apa boleh buat. Seorang pelayan menyambut mereka, Esther menatap sekitar, tumben sekali tak ada pelanggan. Pelayan itu mempersilahkan mereka untuk duduk di meja yang sudah disediakan, mereka bertiga lantas duduk, pelayan yang lain datang dan menyajikan minuman juga makanan ringan. Bila dilihat-lihat, tampaknya restauran ini disewa khusus oleh Vante, tidak mungkin restauran ini akan sepi pelanggan, mengingat betapa terkenalnya restauran ini. Dalam hati Esther berdecak kagum, memang level sultan itu berbeda, hanya makan malam saja harus membooking satu restauran. Para

