Berubah

1267 Kata
Brummmm.... Brummmmm..! Dododod...... Dodod...... Dodod.... ( suara mesin motor tua aldi) . " Ceklekkk " .( suara standart motor) . Aldi pun telah tiba di halaman rumah nya, dari pulang sekolah. " Asalamualaikum makk, tegur aldi untuk ibunya, dengan wajah senyum-senyum dan cengengesan. " Walaikumsalam nak, saut ibu yang saat itu sedang duduk didalam tokonya. " Lahh kenapa lu tong ! Dateng-dateng senyum-senyum gak jelas, kesambet apa lu? , apa lu punya pacar? . Tong dengerin emak , mendingan lu fokus sekolah sampai beres dulu, lu udah kelas 3 SMA, jangan lagu-laguan mikirin cewe lu! . Sambung bu yanti, yang merasa heran liat anaknya pulang sekolah senyum-senyum sendiri. " Aduh mak, baru ajah pulang udah kena dakwah ini aldi sama mak", timbal aldi sembari cengengesan. " Ehh! Bukan soal prempuan apalagi pacar-pacar mak cantik , pokonya ini bakal merubah pola kebiasaan aldi ajah, bangun tidur gakan ngaret, emak nyuruh gakan banyak alesan lagi nantinya, semangat 45 pokonya mak tiap harinya. Jawab aldi sembari menunjukan expresi bahagia. " Lah terus? , apa yang buat lu bisa semangat gitu tong?, kalo bukan soal cewe? . " Tanya bu yanti heran. " Ya bagus lah, harusnya dari lu masuk SMA , harus kaya gitu, biar gak darah tinggi emak tiap paginya , terus terus yang bikin kamu bahagia apa nak? , lanjut bu yanti masih penasaran. " Rahasia makk adalah! Hehe, timbal aldi sembari cengengesan. " Ya elahh! Main rahasia rahasia ke emak sendiri nih! , yaudah inget gak pesen mak waktu pagi? , anter mak?, nganterin belanjaan ke Rw sebelah,ke ibu haji yuli, buruan gih tong lu salin dulu sana! , udah ditungguin gaenak . Ucap bu yanti, menagih janji ke anaknya sepulang sekolah mau nganterin belanjaan buat pelanggan toko nya. " Belanjaannya banyak gak mak? , pake motor toko ajah ya. Ujar aldi. " Cuma dikit kok, paling bahan kue ajah " Jawab bu yanti. " Yaudah, aldi salin bentar ya mak". Jawab aldi. Beberapa menit berlalu mereka pun akhirnya pergi, untuk mengantar belanjaan pelanggan tokonya. Di sisi lain , dirumah sesil! . Tok.... Tok.... Tok..... ( suara ketukan pintu) " Iya masuk ajah, gak di kunci kok. Saut sesil dalam kamar " . Tiara membuka pintu, sembari membawa makanan untuk sesil. " Permisi sil, aku di suruh bu Tini, bawa makanan ke kamar kamu, katanya kamu belum makan semenjak pulang sekolah tadi , maaf kalo aku ganggu waktunya kamu." Ujar tiara sembari membawa nampan dan merasa aneh pada sahabatnya sekaligus anak majikannya. " Makasih ya ra,eh ! ra kamu sini deh aku mau ngomong sesuatu? , kamu taro makanannya dimeja ajah yah " Ucap sesil. Tiara pun meletakan makanannya di meja belajar, lalu bergegas menghampiri sesil dan berdiri di samping kasurnya. " Sini ra, duduk ajah " Ujar sesil, sambil memegang tangan tiara dan menyuruh tiara duduk dikasur nya. " Ada sesuatu yang ingin aku ceritain ra? , Aku, mamah aku, dan papah aku, akan berencana pindah ke Singapura ra, sekitar 6 hari lagi, mungkin aku juga bakal terusin kuliah aku disana ra. Sambung sesil, dengan mata yang mulai berkaca-kaca, dan nada bicara sedih " Kamu serius sil? , terus rumah kamu disini bagaimana?, kamu bakal pindah sekolah juga ?" , jawab tiara terkejut. " Yaa ra, mamah papah ku kemarin udah ngomong langsung ke aku, karena untuk perkembangan bisnis perusahaan papah ku juga ra, soalnya bisnis properti mereka udah bangkrut, untuk rumah ini ya bakal ada ra, lagian gak selamanya juga aku pindah kesana, liburan juga aku bakal balik ke indo kok, untuk liburan disini, untuk rumah ini ? mamah papah aku percayain ke bu Tini untuk diurus nya, aku bakal kangen kamu ra, ujar sesil ,sembari memegang kedua tangan tiara,sesil pun sudah meneteskan air matanya saat itu. " Aku juga bakal kangen kamu sil, maaf kalo aku lancang yah sil, bagi aku kamu bukan sekedar majikan aku, tapi kamu sahabat, dan sekaligus sudah seperti sodara sendiri untuk aku, kamu janji ya? , kalo nanti liburan kita bakal ketemu? ". Ucap tiara sembari menunduk dan meneteskan air matanya. Sesil pun memeluk tiara saat itu, lalu kedua tangannya mengusap air mata tiara. " Makasih ra, yaelah ra lagian kan kita bisa berkomunikasi lewat handphone. Ra aku boleh minta sesuatu gak ke kamu? . " Tanya sesil, Tiara menganggukan kepala! " Iya, apapun itu sil pasti aku usahain? , jawab tiara heran " . " Aku mau ra, selama aku disangapur? , aku mau kamu kabarin aku soal aldi disekolah , aku mau tau kalo pun aku pindah, apa bener bakal buat dia bahagia? Dan gak merasa kehilangan? , dan mungkin disaat dia sudah punya pacar mungkin aku bakal lupain dia ra selamanya, jadi pastiin yah ra untuk soal itu. Meskipun dia first love aku, aku tidak bisa terus-terusan juga untuk memaksakan perasaan dia ra, aku pun udah cape ra ?, semua usaha yang aku lakuin berasa sia-sia juga, gak enak ra kalo terus-terusan bertepuk sebelah tangan, ujar sesil memasang wajah yang lesu. " Aku pasti bakal kabarin kamu sil soal itu!, semoga kamu selalu bahagia sil itu harapan aku,harusnya aldi beruntung sil bisa di kagumi oleh kamu,jawab tiara yang kagum melihat sesil mulai tegar. " Oh iya ra! , kalo pun suatu saat dia (aldi),sampai nanya ke kamu tentang aku kemana ? , aku mohon kamu jawab ajah " Gak tau! " , dan kamu jangan bilang kemana mana nya aku pindah yah, kamu janji? . Tapi kalo aku cuma ke geeran ajah , ternyata aldi tidak nanyain apapun soal aku ke kamu ,yaudah ra gak papa ! . Mungkin keknya bener perasaan dia sedikit pun gakan terbuka buat aku, justru malah bikin dia bahagia, ucap sesil. " Iya sil, aku pasti bakal janji ke kamu! , tiara pun memberanikan diri memegang kedua tangan sesil, kamu semangat sil, kamu janji kita bakal ketemu yahh " Ujar tiara yang sekali lagi merasa sedih akan kehilangan sahabat terbaik dia yang selama ini selalu bersama. " Iyaa ra aduh tenang ajah lah! Ini bukan perpisahan kita untuk selamannya kok!, makasih ya ra kamu udah mau jadi sahabat curhat aku setiap harinya, Oh iya ra! Mungkin 5 hari kedepan besok, sikap ku bakal mulai merenggang ra buat aldi sampai aku pindah sekolah, ucap sesil . Dan tidak memberitahu alesannya kenapa ke tiara. " Iya sil, justru aku yang banyak makasih sil?,kamu mau nerima aku dengan baik disini, memperlakukan aku dengan baik, aku beruntung banget sil bisa ada di samping kamu dan menjadi sahabat kamu. Apapun keputusan kamu sil aku selalu dukung kamu, untuk kebaikan kamu dan kebahagiaan kamu, jawab tiara. Matanya mulai berkaca-kaca lagi. " Ahhh ra ! makasih banyak ya, oh iya! kamu jangan bilang dulu ke bu Tini soal ini yah, mungkin pulang dari kantor mamah dan papahku biar yang ngejelasin ajah ke ibu kamu " Ujar sesil , masih dimoment haru antara mereka ber dua. Perbincangan itu ditutup dengan mereka yang berpelukan, karena kedua sahabat itu akan berpisah sementara. Waktu pun berlalu disaat itu, dan tibalah malam, dirumah aldi, sebelum aldi tertidur di kamarnya, sekali lagi dia mulai memikirkan sesil yang sedikit berubah waktu tadi disekolah, tidak menunjukan sikap yang seperti biasanya si sesil ke si aldi. Dengan suasana yang sunyi di malam itu. " Apa bener ini cewe aneh! Udah mulai nyerah? ". Aldi berbicara sendiri di kamar nya. Aldi menggelengkan kepalanya. " Gak, gak, gak harusnya ya gua seneng lah kalo dia mulai ngejauhin gua, bukan nya ini yang gua mau ?, mudah - mudahan ajah sikap dia kaya tadi terus-terusan, mungkin hidup gua di sekolah bakal tenang . " Lanjut aldi berbicara sendiri. Aldi pun mulai memejamkan matanya di malam itu, dan lanjut untuk tidur.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN