1. Kembali ke Querencia
Querencia adalah sebuah kerajaan yang dipimpin oleh seorang Raja yang bernama Henry Josh Michael. Keindahan alamnya membuat banyak wisatawan yang mengunjungi Querencia saat liburan. Wisatawan menikmati Querencia sebagai surga terpencil tempat yang sangat tepat untuk berwisata dan beristirahat.
Querencia memiliki banyak tempat wisata yang luar biasa, contohnya hutan dengan vegetasi tropis, pantai-pantai yang masih alami, keindahan laut yang menakjubkan, dan terumbu karang terbaik di dunia.
Di negeri ini tinggalah keluarga kerajaan Querencia, dinasti Josh Michael yang sudah memerintah negeri sejak tahun 1200-an sejak kerajaan ini didirikan hingga sekarang. Raja Henry memiliki seorang putri yang sangat cantik bernama Claire.
***
Claire membuka kaca jendela mobil kemudian dia mengeluarkan kepalanya untuk merasakan belaian angin Querencia yang menyapu wajahnya. Claire memejamkan matanya menikmati kesejukan tanah kelahiran yang sudah ditinggalkannya tiga tahun belakangan ini untuk kuliah di Perancis. Claire hanya pulang saat libur musim panas dan libur akhir tahun.
“Claire..”
Claire tampak tersulut amarahnya, “Lancang sekali kamu memanggil namaku! Seharusnya kamu pensiun saja sebagai pengawalku!”
Jack menghela napas, “Maaf maksud saya, Putri Claire tidak bisakah Anda memaafkan saya?”
Jack pertama kali bergabung sebagai pengawal kerajaan saat Claire berumur 17 tahun, sedangkan Jack 23 tahun. Jack memiliki prestasi yang sangat baik di resimennya sehingga Raja Henry memerintahkan Jack untuk menjadi pengawal Claire, putri kesayangannya. Claire dan Jack saat itu saling mencintai, namun semenjak kepindahan Claire untuk kuliah di Paris mereka jarang bertemu karena Raja Henry memerintahkan pengawal perempuan untuk menjaga Claire selama di Paris.
“Apa untungnya aku memaafkanmu?!”
“Setidaknya bersikap baiklah pada saya,” pinta Jack.
“Untuk apa, hah?!”
“Saya tahu saya berbuat kesalahan, saat itu saya sedang mabuk Putri, maafkan saya...” ucap Jack penuh penyesalan.
Claire menatap tajam ke arah Jack, “Jack, bisakah kamu tidak menggangguku! Diamlah dan lakukan apapun yang kamu mau pada Alya!”
Libur musim panas yang lalu Claire memergoki Jack yang sedang mabuk bercinta dengan Alya di salah satu ruang perpustakaan istana. Alya adalah adik dari mamanya. Umur Alya dan Claire selisih 6 tahun, saat ini Claire berumur 21 tahun sedangkan Alya dan Jack yang memang sebaya berumur 27 tahun. Claire terluka dan marah, sampai saat ini Claire tidak bisa memaafkan Jack dan Alya.
“Baiklah, maafkan saya,” jawab Jack.
“Ucapanku bisa membuat kalian berdua diusir keluar dari istana oleh Raja. Tapi selama ini aku diam saja, maka kamu Jack...” Claire menunjuk Jack dengan penuh amarah, “diamlah saja dan jangan ganggu aku!”
“Baik Putri Claire!” jawab Jack pasrah.
***
Mobil yang dikemudikan Jack melaju dengan lambat saat sampai di alun-alun utama kota Querencia. Seperti biasa, pemandangan pertama yang dilihat oleh Claire adalah patung leluhurnya, Raja Pendiri Kerajaan Querencia yang berada tepat di tengah alun-alun kota. Patung ini kelilingi kolam berbentuk lingkaran dengan air mancur. Mobil berhenti di depan sebuah bangunan istana yang sangat megah. Bangunan ini dikelilingi oleh pagar besi tinggi dan kokoh dengan warna hitam kombinasi emas sebagai pertahanan pertama kompleks istana. Di balik pagar hitam itu ditanami bunga-bunga yang berwarna-warni mengelilingi pagar. Pagar ini mengelilingi istana yang berbentuk persegi panjang sebagai batas istana dengan luar istana. Jalan setapak yang yang terbuat dari batu alam dibuat di samping tanaman bunga mengikuti keliling pagar, lalu ada parit yang mengelilingi istana dengan lebar 6 meter sebagai pertahanan kedua dari kompleks istana. Di pinggir parit terdapat pagar besi setinggi 7 meter sebagai pertahanan ketiga dari kompleks istana. Pagar pertahanan ketiga ini dibangun di bagian kiri, kanan, dan belakang kompleks istana. Sedangkan di bagian depan kompleks istana, pertahanannya berupa bangunan hunian megah memanjang dengan 2 lantai. Di bangunan inilah terdapat pintu masuk ke dalam halaman istana. Bangunan ini disebut kastil penjaga dihuni oleh para penjaga yang bertugas mengamankan istana.
Begitu pintu gerbang hitam dibuka secara otomatis oleh penjaga yang bertugas di kastil, mobil yang dinaiki oleh Claire dan Jack memasuki gerbang lalu menyeberangi parit lewat jembatan batu besar yang berwarna abu-abu putih pucat yang kontras dengan pintu gerbang. Pintu gerbang utama di kastil terbuka, mereka melewati terowongan yang membelah kastil itu tepat di bagian tengah kastil dan langsung terhubung masuk dalam kompleks istana. Jalan menuju ke kompleks istana ini sangat panjang dan indah, ada taman bunga indah berbentuk persegi panjang raksasa yang membelah jalan dengan beberapa air mancur menghiasai taman bunga itu. Jarak antara kastil penjaga ke kompleks istana kurang lebih 2 kilometer. Jalan sisi kiri taman bunga adalah jalan masuk menuju kompleks istana sedangkan jalan di sisi kanan taman bunga adalah jalan keluar meninggalkan kompleks istana menuju ke kastil penjaga. Di samping jalan masuk dan jalan keluar itu terhampar rumput hijau yang menyejukkan mata, pepohonan rindang ditata apik mengelilingi pagar pertahanan ketiga dari istana.
Mereka sampai di depan istana dengan taman yang sangat indah, taman ini berbentuk lingkaran dengan rumput halus yang dibuat petak-petak simetris berbunga bagaikan motif permadani di depan istana. Di tengah-tengah taman lingkaran dibangun patung memorial Raja Edward. Di sekitar patung memorial ini ditumbuhi bunga warna-warni. Istana ini berbentuk persegi panjang raksasa di mana keempat sisinya dihubungkan oleh dua lengan ortogonal, membentuk empat halaman interior besar di lantai satu dalam istana. Ada bangunan tambahan menyerupai sayap memanjang berbentuk seperempat lingkaran di kiri dan kanan istana.
Siang ini istana tampak ramai karena ini adalah jam kunjung wisatawan di istana St. Michael. Claire turun dari mobil lalu masuk melalui pintu khusus di sebelah barat yang hanya bisa dilewati oleh anggota keluarga kerajaan. Sedangkan Jack memarkirkan mobil di garasi istana.
***
“Mama..Papa..!” Claire menyapa mama papanya yang sedang makan siang di salah satu ruang makan di apartemen istana, tempat tinggal Raja dan Ratu. Apartemen ini sekarang hanya ditempati oleh Henry, Tyara, dan Claire bila sedang pulang. Sedangkan kakak-kakak Claire dan keluarga lainnya tinggal di apartemen lantai 3 istana sebelah timur.
“Hai...anak kesayangan Mama!” Tyara mencium kening Claire.
“Hallo Claire sayang!” Henry memeluk putri kesayangannya.
“Hmmm....Claire jadi lapar,” ucap Claire sambil menelan ludahnya melihat makanan yang terhidang di meja makan.
“Ayo kita makan, Sayang!” ajak Tyara.
Sambil menikmati makan siang mereka berbincang-bincang melepas rindu karena sudah 3 bulan ini Claire tidak pulang ke istana.
“Papa, kenapa Papa menyuruh Claire pulang mendadak?”
“Papa sudah memberitahumu 2 hari yang lalu Claire,” jawab Henry sambil menikmati santap siangnya.
“Tetap saja itu mendadak, Pa! Claire sedang mempersiapkan pembukaan butik di Paris,” Claire cemberut.
Henry tersenyum melihat putrinya, Claire memang benar-benar duplikat Tyara namun Claire memiliki kepribadian yang kuat dan keras. Claire mengikuti jejak Tyara kuliah jurusan fashion desain di Paris, dari kecil Claire memang memperlihatkan ketertarikannya pada dunia fashion. Selesai kuliah, Claire mempersiapkan pembukaan butik pertamanya di Paris.
“Kamu tidak senang bertemu Mama dan Papa, hmm?” tanya Tyara.
“Senang Ma...tapi Papa suka memberi perintah mendadak, disamakan seperti memerintah pegawai istana saja!” Claire memprotes Henry.
“Hari ini beristirahatlah, lalu besok Papa akan memperkenalkanmu pada seseorang!”
Claire memicingkan matanya, “Aku tidak mau dijodohkan!”
Henry tertawa, “Claire....tidak seperti itu maksud Papa, Sayang!”
“Dikenalkan dengan siapa, Pa!”
“Besok, Sayang!” jawab Henry mengacak rambut cokelat keemasan Claire.
***
Claire beristirahat di kamarnya yang menghadap ke taman belakang istana. Claire teringat masa kecilnya yang indah. Dia adalah putri satu-satunya dari Raja dan Ratu, tak heran jika dia mendapatkan curahan kasih sayang dari seluruh anggota keluarganya. Claire teringat dia belum menyapa Oma Anne dan Oma Alana. Claire meninggalkan kamarnya lalu keluar dari apartemen istana di lantai 3 menuju ke apartemen milik Anne dan Alana. Sebagian besar apartemen keluarga kerajaan berada di lantai 3 dan 4. Apartemen Raja dan Ratu berada di istana bagian barat belakang sedangkan apartemen keluarga kerajaan yang lain berada di istana bagian timur belakang.
Claire melangkahkan kakinya menuju ke apartemen Oma Anne, namun saat melewati perpustakaan timur untuk kedua kalinya Claire dibuat terkejut. Jack dan Alya berada di dalam perpustakaan namun kali ini mereka tidak bercinta. Mereka tampak berdebat serius. Alya yang melihat Claire lewat di depan ruang perpustakaan cepat-cepat berlari meninggalkan perpustakaan. Claire memandang Jack yang masih berada di dalam perpustakaan dengan malas lalu segera berlalu menuju ke apartemen Oma Anne.
“Oma...” Claire berlari memeluk Anne yang sedang menonton televisi bersama pelayan pribadinya.
“Hallo Claire sayangku, kapan kamu datang?” sapa Anne.
“Beberapa jam yang lalu, Oma,” jawab Claire manja, “apakah Oma tahu kenapa Papa menyuruhku pulang?”
“Oma tidak tahu, Sayang. Tapi bukankah wajar kalau seorang ayah meminta anaknya untuk pulang?” jawab Anne sambil mengelus rambut cucu kesayangannya.
“Tapi kali ini tidak wajar, Oma!”
“Oya?” tanya Anne penasaran.
“Papa akan mengenalkan aku pada seseorang! Bukankah itu artinya aku akan dijodohkan, Oma?”
Anne tertawa sampai terbatuk-batuk, “Claire sayang...hanya dikenalkan, bukan berarti dijodohkan!”
“Apakah dulu Mama dan Papa juga Oma jodohkan?”
“Tidak Claire, mereka bertemu secara tidak sengaja karena kuliah di kampus yang sama lalu mereka juga saling suka dengan sendirinya. Oma tidak mau menjodoh-jodohkan!”
“Lalu kenapa aku dijodohkan??”
“Belum tentu dijodohkan, Claire!” jawab Oma menenangkan hati cucunya.
“Oya Oma, apakah selama ini Oma mengawasi Alya?”
“Alya?” tanya Oma terkejut, “kenapa Oma harus mengawasinya?”
“Dia sering berduaan dengan Jack, Oma. Beberapa kali aku melihatnya!”
“Selama kamu di Paris, Jack memang ditugaskan menjadi pengawal keluarga Frederick.” jelas Anne.
Frederick adalah kakak tiri Henry yang menikah dengan Alana, Oma dari Claire sekaligus ibu dari Ratu Tyara. Alana berusia 40 tahun saat menikah dengan Frederick yang saat itu menjadi Raja Querencia. Dari pernikahan itu Alana dan Frederick dikaruniai anak kembar bernama Alicia Frederick dan Alya Frederick. Frederick turun tahta karena diketahui di kemudian hari bahwa dia bukanlah darah daging Raja Edward namun anak Ratu Margareth dengan seorang pria lain. Sehingga anak Frederick dari pernikahan pertamanya juga tidak berhak menjadi raja. Akhirnya, Henry naik tahta sebagai Raja karena hanya Henry keturunan resmi dari Raja Edward.
“Aku rasa Alya menyukai Jack!” raut muka Claire berubah emosi dan Anne dapat menangkap perubahan ekspresi wajah Claire.
“Apakah kamu menyukai Jack, Claire?” selidik Anne.
“Oma??! Jelas tidak!” jawab Claire cepat menutupi perasaannya.
Anne tersenyum, “Kalau memang mereka melakukan hal-hal yang tidak patut di dalam istana, kamu bisa melaporkannya pada Raja bukan?”
“Iya, Oma,” jawab Claire singkat.
---
Tbc