
Waktu itu tepat saat senja dengan cahaya jingga menyala menerobos celah jendela kamar. Tubuhku kaku tak mampu bergerak, terbaring lemah di tempat tidur hanya mataku saja yang perlahan mampu membuka. Di tingkat kesadaran entah yang mana aku melihat siluet seseorang duduk membelakangiku. Tepat disebrang tempat tidurku terdapat meja kayu dengan model dan ukiran klasik, pemberian ibuku.
Siluet seseorang itu masih disana namun kali ini terdengar suara retakan ngilu seperti tulang-tulang atau kayu yang telah rapuh. Dan disaat itulah tubuhnya mulai bergerak dengan lehernya yang seakan nyaris putus kemudian perlahan sosok itu memutarkan kepalanya. Kami pun bertatapan.
Meskipun aku tak mampu melihat dengan mata telanjang namun entah mengapa ditingkat kesadaran inilah aku mampu melihat.. "Mereka (yang tak kasat mata)"
