Gadis lugu

1071 Kata
Disepanjang jalan, tak ada satu pun dari Alvin maupun Ayla yang bersuara. Seolah keduanya tenggelam dalam hiruk pikuk kendaraan yang ada disekitar mereka. Terasa angin begitu segar menerpa wajah, dan menerbangkan rambut panjang Ayla. Dapat dilihat dengan jelas oleh Alvin, dari balik kaca spion. Wajah tegang Ayla, begitu lucu, dan juga menggemaskan. Gadis itu, terlihat tak nyaman duduk diatas sana. Kedua tangannya berpegang erat pada ransel dibelakang punggung Alvin. Dan menyadarkan cowok itu akan sesuatu. “Duh, aku kelupaan lagi,” ucap Alvin tiba-tiba. Dan membuat Ayla seketika bertanya. “Ada yang ketinggalan?” Katanya. “Nggak ada sih. Kita menepi dulu bentar.” balas cowok tersebut. Nggak seru dong, masak boncengin cewek jauh-jauhan gini. Berasa kayak kang ojek beneran aja. Lirih Alvin dalam hati. Seperti yang dikatakan Alvin. Sengaja, cowok itu menepikan kendaraanya ditepi jalan, memilih berhenti dibawah pohon yang rindang. Biar tidak kepanasan dong ya. “Apa aku harus turun juga?” Tanya Ayla. Alvin terlihat menggelengkan kepalanya. “Nggak usah.” Katanya. “Cuma sebentar kok.” Pungkasnya. Segera Alvin menggunakan kesempatan itu, bergerak cepat untuk memindahkan tas ransel dipunggung kedepan dadanya. “Kok, dipindah sih?” Tanya Ayla penasaran, pun juga bingung. Melirik Alvin yang terlihat sibuk memakai kembali tali tas ransel dikedua pundaknya. “Dah.. Selesai.” Katanya berseru riang, menampilkan cengiran yang bisa dilihat oleh Ayla dari balik kaca spion motornya. “Biar enak aja. Malu tau ntar kalau sampai viral, gara-gara sengaja divideoin sama orang-orang gimana? Dikiranya kita pasangan remaja yang lagi berantem.” Kata Alvin menjelaskan. “Haah!?” teriak Ayla berseru. Dahinya mengkerut hingga terlihat beberapa garis lipatan disana, pun juga kelopak mata yang berkedip-kedip beberapa kali, menggerakkan bulu matanya yang lentik. Bingung. Satu kata itulah yang tepat untuk menggambarkan raut wajah gadis itu. “Maksudnya apa?” tanya Ayla. Alvin sedikit mengangkat wajahnya, melirik Ayla melalui kaca spion motornya. “Nggak apa-apa kok, udah tenang aja. Bersama denganku dijamin aman seratus persen.” Tutur Alvin menjelaskan. Ayla menggaruk kepalanya yang sudah pasti tidak gatal. Sama sekali tidak mengerti arah yang dibicarakan oleh Alvin itu kemana. Ini orang beneran aneh. Gumam Ayla dalam hati. Sedang dalam hati, Alvin terkekeh geli bisa menggoda gadis yang terkenal dengan sebutan gadis batu itu. kalau menurut Alvin sih, julukan itu sama sekali tidak cocok untuk Ayla. Dan, julukan yang pantas diberikan yaitu, gadis lugu. Lihat saja. Mulai dari pertama kali bertemu dengan Ayla di koridor sekolah, kemudian pas Ayla dihukum berdiri diluar kelas. Hingga peristiwa dalam kantin, wajah yang ditampilkan Ayla selalu sama. Yaitu bengong, dan begitu tegang, bahkan, sampai mengeluarkan keringat dingin malahan, itu baru mendapat sedikit godaan dari Alvin. Coba, kalau Alvin menggodanya pakai kekuatan sepenuhnya, sudah bisa dipastikan gadis itu bakalan pingsan sambil berdiri. “Hihihihii…” Alvin terkekeh geli. Dan lagi, pas didepan gerbang. Ngomongnya tidak mau dianterin pulang. Eeh… Disentil sedikit saja, langsung nemplok, minta diantar pulang. Yang terakhir, pas lagi mau naik motor. Harus berpikir keras dulu, bagaimana cara naiknya. Aah… Lain kali Alvin harus bikin video tutorial deh buat Ayla. Terbukti kalau sebenarnya Ayla bukanlah gadis batu, melainkan gadis lugu. Hihihihii… Apa jangan-jangan, gadis itu bentuk reinkarnasi dari bidadari ya. Atau jangan-jangan putri kerajaan dari masa lampau, yang salah melintasi waktu hingga pada akhirnya jatuh dimasa Alvin saat itu. Soalnya, kalau diperhatikan lebih teliti, wajah Ayla itu cantik pakai banget. Bentuknya antik. Dan, biasanya kalau antik itu ‘kan datangnya pasti dari masa lalu. Benar-benar unik, lain dari pada yang lain. Aargghhtt… Alvin menggeram, menggelengkan kepalanya dengan cepat. Perutnya masih terasa geli. Namun, ditahan sekuat hati untuk tidak tertawa lagi. Kali ini cara apa lagi ya.. yang bisa Alvin lakukan untuk bisa kembali menggoda Ayla. Cowok itu tampak berpikir keras, sampai tak memperhatikan jalan didepannya. Didepan sana. Lampu lalu lintas terlihat berubah warna menjadi merah. Beberapa kendaraan didepan Alvin sudah berhenti dengan sempurna dibelakang garis, sedangkan Alvin sedikitpun tidak menurunkan laju kecepatannya. Membuat Ayla terhenyak, dan terpaksa harus berpegangan kuat pada pundak Alvin dan mengguncangnya dengan keras. “Awaas…” teriak Ayla ketakutan. Setelah kesadaran Alvin pulih sepenuhnya, spontan cowok itu menarik tuas rem depannya. Membuat tubuh Ayla terdorong kedepan dan membentur tubuh Alvin. Deg. Jantung Ayla berdetak dengan begitu hebatnya, hingga getarannya terasa sampai punggung Alvin. Mengusap dadanya, Alvin mengucap beribu-ribu syukur, tidak sampai menabrak kendaraan yang saat itu berhenti didepannya. Bisa gawat ‘kan ya. Cowok itu terlihat beberapa kali menghela nafas panjang, sambil mengusap dadanya yang terasa berantakan. “Untung-untung.” Lirihnya. Dan, yang tak disadari oleh Alvin, sesuatu yang begitu erat terasa melingkar di perutnya. Cowok itu memberanikan diri, melirik sedikit kebawah. Dan ternyata, sesuatu itu adalah tangan putih Ayla, melingkar sempurna disana, mendekap tubuh Alvin dengan begitu eratnya. Dan, berhasil membuat jantung Alvin semakin berdetak hebat. Terlebih posisi gadis itu seperti bersembunyi diceruk leher Alvin. Membuat tubuh cowok itu terasa bergetar. Merasakan hembusan nafas Ayla yang membuat bulu roma cowok itu meremang seketika. Glek. Alvin meneguk ludah. Entah karena apa, cowok itu merasa seperti habis lari maraton puluhan kilo meter saja. Tenggorokannya terasa begitu kering. Dan rasanya haus sekali. Duh, bisa gawat nih. Lirihnya dalam hati. Memandang kedua telapak tangannya, cowok itu kembali bergumam dalam hatinya. Jangan sampai aja ini tangan beneran jadi lemes, dan malah nabrak beneran. Kok Ayla tiba-tiba jadi lengket gini sih? Tapi, disyukuri aja deh ya kayaknya. Kapan lagi bisa dipeluk Ayla erat pake’ banget kayak gini. Hihihii… Alvin kembali terkekeh. Detik selanjutnya. Alvin bisa merasakan bagaimana Ayla semakin mengeratkan pelukannya. Pun juga semakin menenggelemkan wajahnya dalam ceruk leher Alvin. Membuat hati cowok itu sedikit merasa khawatir. “Ayla.” Panggil Alvin. “Kamu nggak apa-apa ‘kan?” tanyanya. Terdengar isakan yang begitu lirih, juga sesuatu yang terasa basah membasahi pundak Alvin. “Ayla...” lagi Alvin memanggil nama gadis itu lirih. Mengusap lembut tangan yang begitu terasa dingin. “Kamu takut?” Tanya Alvin khawatir. Ayla menganggukkan kepalanya, dan itu bisa dirasakan dengan jelas oleh Alvin. “Aku takut banget. Jangan gitu lagi.” lirihnya. “Janji?” Pintanya penuh permohonan. “Iya, janji.” Jawab Alvin. Ayla semakin aneh saja. Membuat hati kecil Alvin tergerak untuk mengenal lebih jauh kehidupan Ayla. Ingin mengenal setiap sudut kehidupan Ayla. Dan, perasaan aneh, karena ingin menjadi salah satu dari nafas Ayla. Rasa penasaran yang membuat hatinya bagai terombang ambing di lautan lepas tanpa nahkoda. Terselip rasa rindu dihati Alvin. Dan itu sudah lama sekali tak di rasakannya. Dan bersama Ayla, si gadis lugunya. Rindu itu terasa tersalurkan. Siapa Ayla sesungguhnya?
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN