Mawar dan Melati membeli bermacam- macam jenis barang.. Sepatu, tas dan pelbagai lagi barang branded. Mereka sepertinya tidak puas dengan barangan yang di beli sebelum ini.. setelah penat berbelanja tas ,baju dan sepatu.. Mereka pergi ke toko emas untuk membeli perhiasan tetapi alang kah terkejutnya Mawar kartu kad Barbara tidak bisa di gunakan lagi.
" Maaf bu.. Kartu kad nya ngak dapat di gunakan. Bisa ngak guna kartu yang lain."
" Ngak bisa.. ?? saya baru saja membeli semua barang- barang ini.. Ngak mungkin kan kartunya ngak dapat di gunakan.."
Mawar menunjukkan barangan yang di belinya.
" Coba sekali lagi. "
" Maaf bu.. tetap di tolak aja.. kad nya sudah abis limit bu. "
" sebentar.."
Mawar mentelfon Barbara.. Tapi Barbara tidak menjawab panggilan Mawar kerna ketika itu Barbara sedang meeting.
" bun.. kita pulang aja bun.. "
Melati yang melihat keadaan itu menjadi putus asa. Ini kerna mereka menjadi perhatian ramai.
Mawar akhirnya mengalah. Mawar terpaksa meninggalkan toko emas itu dengan terpaksa. Tapi mereka tidak bisa pulang kerna sudah tidak punya uang untuk pulang.
Mawar mentelfon di villa Barbara.. Tapi ngak seorang pun yang menjawabnya.. Mawar bertambah marah..
Akhirnya mawar meminta bantuan Don untuk menghantarnya pulang.
*******
Sesampai Mawar dan Melati ke villa itu.. Melati mengajak Don masuk kerna ingin mengajaknya minum untuk mengucapkan terima kasih.
"Emm.. pacarnya bunda.. Apa kata singgah dulu sebentar.. Minum teh gitu..."
" Mel.. ngak..."
Mawar tidak mahu Don singgah di villa Barbara.. Dia takut ada yang mengenali Don.
" baiklah Mel.. Aku setuju.."
Tapi Don setuju kerna dia ingin akrab dengan anaknya.
" Ngak perlu singgah Don... "
" Ngak apa- apa sayang.. singgah sebentar aja."
Don akhirnya minum teh di villa Barbara. Mawar yang ingin memarahi pembantu terpaksa di tangguhkan kerna adanya don di sana.
Pak anton dan Ivan yang baru turun dari tingkat atas melihat keberadaan Don di ruang tamu. Pak anton menahan dirinya supaya tetap bertenang dan tidak mengenali pria itu.
" kamu berdua siapa?? kenapa ada saja orang baru masuk ke mari sesuka hati mereka??"
Mawar bertanya kepada Pak Anton dan Ivan.
Pak Anton dan Ivan hanya membiarkan pertanyaan Mawar itu dan berlalu.. Sepertinya mereka tidak mendengarnya.
" Kamu berdua dengar ngak??"
Ivan akhirnya menoleh ke arah mawar dan berkata.
" Kami juga tetamu seperti kalian.."
Sambil tersenyum Ivan mengatakan nya dan berlalu pergi.. Mawar yang marah tiba- tiba berubah baik kerna melihat senyuman pria tampan itu.
Don yang melihatnya merasa Marah dan cemburu. Don segera meminta izin untuk pergi..
" Aku pergi dulu.. permisi.."
Kata Don dengan tegas dan terus berdiri.
" Tapi kamu kan belum minum lagi. "
Melati yang ingin mengenali Don tiba- tiba terkejut dengan perubahan Don..
" lain kali aja Mel.."
" Iya deh.. "
Melati hanya melihat Don berlalu pergi tanpa menoleh kepada Mawar sedikit pun.
" Bunda.. kenapa sih tersenyum kepada bocah itu.. kan pacar bunda udah cemburu tu.."
"Cemburu?? apa- apaa sih.. Bunda buat apa sampai dia cemburu.."
" itu senyum- senyum sama bocah itu.. nyebelin.."
Melati segera pergi ke kamar nya.
" Ada - ada saja.. Anak dengan ayahnya sama aja.. "
Mujurlah Melati tidak mendengarnya. Tapi di dengar oleh bibik.
************
Burn memanggil Barbara ke ruangannya.
" ada apa Om..?"
" Om mahu tanya.. Beberapa bulan ini kamu membeli apa..?? Sampai berjuta- juta uang di gunakan."
Burn sememangnya sudah tahu. kerna itu dia telah menyekat penggunaan kartu yang di gunakan oleh Mawar. Barbara masih dalam perhatian Burn sehingga usia 21 tahun.. Kerna itu Burn masih berhak ke atas Barbara.
Burn tahu uang yang di tinggalkan kakak nya sangat banyak.. Tapi penggunaan yang banyak setiap hari berkemungkinan uang itu akan habis juga dalam tempah yang singkat.
" Emm.. Begini Om.. uang itu untuk pengobatan tante Mawar dan membeli barang keperluannya. "
Barbara ragu- ragu untuk memberitahu om nya..
" Sebanyak ini.. Om sudah mendapat telfon dari pengacara ayah kamu.. Sebelum ini kamu ngak pernah menggunakan uang sebanyak itu.."
Barbara yang melihat jumlah uang yang di gunakan Mawar dan Melati juga kaget melihatnya. Dalam 3 bulan ini sudah sudah mencecah bilion penggunaan mereka.
" Om tidak mau masuk campur hal peribadi kamu.. Tapi ini dari pengacara ayah kamu.. Om cuma sampaikan ke kamu..Kad yang Mawar gunakan sekarang ini di bekukan kerna sudah melebihi batas penggunaan.. Dan Kad yang ada pada kamu sudah ada limit penggunaan.. Harap kamu faham.."
" Baik om.. aku faham.."
Barbara pun keluar dari ruangan om nya... Dia tidak membantah kata om nya.. kerna dia tahu penggunaan itu sangat banyak walaupun untuk membayar biaya obat dan membeli barang keperluan.
*********
Baru sahaja Barbara sampai ke villa nya.. Mawar segera menarik Barbara ke ruang tamu..
" Bar.. Tante mau ngomong bentar.."
Barbara mengikuti Mawar ke ruang tamu.. Barbara memerhatikan pakaian dan perhiasan Mawar semuanya mahal. Begitu juga dengan Melati yang sudah menunggu di ruang tamu.
" ada apa tante..?
" Duduk sini sama tante".
" Tante mau nanya pasal uang dalam kartu aku ya.."
" iya Bar.. soalnya tadi Tante mahu membayar tagihan rumah sakit untuk Melati.. tapi ngak boleh.. untung ada teman tante yang bantu pinjamkan uang.."
" Melati kenapa tante."?
Barbara menatap Melati.. seperti nya ada perubahan pada bentuk badan Melati.
" Melati hamil.. Tapi pacarnya bekerja di luar negara.. Belum mengirim uang lagi.."
" Begini Tante.. Bagi aku resit pembayaran dari rumah sakit.. Aku akan claim ke Om Burn.."
" Bukan kamu banyak uang Bar.. kenapa perlu ke Om Kamu..?
Melati pula yang berbicara.
" Ini surat yang aku terima dari pengacara ayahku Tan.. Uang yang kalian gunakan sudah melebihi limit penggunaan.. Jadi sudah ngak boleh di gunakan.. "
" Teruss.. sekarang gimana?? Kalau tante ke rumah sakit atau Melati ke rumah sakit.. Siapa yang akan membayarnya nanti..?"
" Om Burn akan menyuruh orangnya untuk membayar tagihan nya Tan.."
" kalau mau shopping.. ermmm maksud aku.. kalau mau beli barang keperluan..?"
Melati tidak berpuas hati dengan kata- Kata Berbara..
" Bukan kah barang kalian sangat banyak sehingga ada di kamar lain nya.. Makanan juga sudah di sediakan.. Apa lagi yang kalian kurang..?"
Ivan pula yang menjawab bagi pihak Barbara.. Ivan merasa geram dengan kedua ibu dan anak ini.
" kamu siapa??"
Melati menanyakan kepada Ivan.
" Aku lah yang akan membawa membayar tagihan rumah sakit kalian kalau kalian ke rumah sakit.. "
Melati dan Mawar tidak berkata apa- apa.. Mereka tidak sangka Barbara yang bodoh ini mempunyai paman yang akan menghalang mereka..
Melati dan mawar segera menuju ke Kamar mereka.. Sakit hati mereka kepada Paman Barbara dan juga pria yang baru sahaja datang itu.
Barbara beranikan dirinya untuk bertanya kepada Ivan.
" Maaf.. Aku ingin bertanya.. apa kita pernah bertemu..? Aku seperti pernah melihat mu.."
" Mungkin saja Barbara.. ops.. Nona Barbara.."
" Panggil saja aku Barbara.. Kamu bukan pembantu ku.."
" Baik Barbara.. Aku ivan.. Kalau kamu lupa nama ku.."
Ivan menghulurkan tangan nya dan Barbara menyambutnya..
" Selamat datang ke villa ku.. Baiklah Ivan.. Aku ke kamar dulu.. mau istirehat.. permisi.."