Barbara yang duluan bangun kaget melihat seorang pria kini tidur bersamanya.. Pria itu juga memeluknya dengan erat tanpa memakai pakaian.. Barbara hampir- hampir ingin berteriak setelah melihat dirinya juga tidak mengenakan pakaian..
Apabila Barbara Menyedari cincin emas yang indah di jari manis kanan nya . Baru lah Barbara sedar yang dia telah punya suami
Barbara mengetuk kepalanya.. Bagaimana bisa dia lupa kelmarin dia baru sahaja bernikah dengan Ivan..
" Aduhh.. Dia kan suami gue.. Ivan..."
Barbara terlupa jika dia telah memiliki suami..
"Morning sayang.. "
Ivan yang terbangun dari tidurnya tersenyum melihat Barbara yang masih di pelukan nya..
" sayang.. aku mau bangun.. lepasin dong.."
"Ngak... Aku mau jatah lagi.. ".
" tapi van.. "
Ivan segera mencium Barbara dan menginginkan nya semula.. Tiba- tiba telfon Barbara berdering menandakan seseorang telah menelefon nya..
Nama Danial tertera di skrin telfon Barbara. Ivan juga melihatnya..
" Kok ngak di angkat telfon nya Sayang.."
" Biarkan aja Van.. Ngak penting. "
"Benar..?? Kamu ngak kangen dengan nya..?"
" Jangan bercanda Van.. Aku sudah bernikah dengan mu.. "
Barbara sepertinya marah dengan persoalan yang Ivan berikan.. Barbara tidak suka bila hatinya yang telah move on ini di pertikaikan..
" Sorry love.. aku hanya bercanda.. Kamu jangan marah Dong.. please."
Ivan memegang kedua belah cuping telinga nya.
" Ingat Van.. aku ngak suka kamu bicara seperti itu lagi."
"Baik Love.. sepertinya kamu harus berterus terang dengan nya Love.."
" Iya Van.. Tapi aku ingin memberikan dia pengajaran kerna telah mempermainkan perasaan ku Van.."
"Baik.. aku akan bantu kamu love kalau kamu memerlukan bantuan ku.."
" Baik Van.."
" Love.. Kan ngak sopan kamu memanggil nama pada ku kan. Aku ini sudah menjadi suami mu Love.."
" Aku memanggil mu Mas aja.. Gimana.."?
" Mana- mana aja kamu love.. Yang penting kalau sudah kawen .. Panggilan nya juga harus sopan kan .."
" Baik Mas... Tapi kok panggil aku Love mas..?"
" Iya la.. love kan bermaksud cinta dan sayang.. Perkataan yang berbeda tapi maksudnya sama kan. "
" Baiklah mas.. aku mau mandi dulu nie.."
Barbara yang hendak bangun merasa sakit di selangkangnya.
" arhhh.. Mas.. aku ngak bisa bangun.."
Dengan sigap Ivan terus mengendong Barbara ke kemar mandi dan di letakkan di tab mandi..
" mulai hari ini love.. Kita berdua harus mandi bersama.."
" Tapi mas.. aku malu..."
" malu apaan.. Semalam kita kan sudah...."
Mulut Ivan di tutup dengan tapak tangan Barbara..
" Udah udah dong cerita peristiwa semalam... "
Wajah Barbara seperti kepiting rebus yang kemerahan memikirkan peristiwa yang berlaku semalam.
Ivan membantu Barbara untuk mandi sehingga nafsunya membara lagi.. Dengan bentuk badan pas milik Barbara.. Hanya besar di bahagian d**a dan punggung nya. Kulit putih dan terawat membuatkan Ivan tidak dapat menahannya lagi..
" Love.."
.Suara ivan juga sangat berat ketika menyabunkan seluruh badan Barbara.. tiba di bahagian intim Barbara.. Ivan seperti nya tidak akan melepaskan peluang itu..
" ermm mas.. sambil- sambil di picit mas kaki ku.. Arhhh...Mass.."
Ivan meraba bahagian intim milik barbara membuatkan Barbara juga menginginkan Ivan.
Tangan sebelah ivan juga tidak tinggal diam.. dia juga meremas buah d**a barbara dan membuatkan Barbara menutup kedua belah matanya..
Akhirnya mereka melakukan hubungan intim di dalam kamar mandi.. Hanya kedengaran suara kebahagian Barbara yang mendapatkan kenikmatan.
**********
Danial barusan keluar dari penjara.. Dia terus mentelfon Barbara.. tapi Barbara tidak menjawab panggilannya. Dani hairan sudah dua minggu sebelum dia keluar penjara Barbara tidak datang melawatnya.. selalunya sesibuk mana Barbara.. Ngak akan pernah lupa melawatnya...
Danial merasakan sesuatu telah terjadi.. Dia takut kalau Barbara sudah mengetahui segalanya.. Kini Danial menyesal kerna memperalatkan Barbara.. Dia ingin meminta maaf.. Dana juga yakin Barbara pasti akan memaafkannya.. Kerna Barbara menyintai nya..
Danial mentelfon Bundanya..
" Helo bun.. Ini aku Danial.."
" akhirnya kamu keluar juga anak ku... uhuhuhuu.."
Mawar membuat lakonan sedih supaya Danial akan memarahi Barbara..
" Kenpa Bunda.. Bunda di pukul?? Di mana Bunda sekarang??"
" Bunda di rumah lama kita Dani.. Perempuan itu menghalau kami dari villa itu.. uhuhuhu.."
" Ngak mungkin kan Bun... Tapi Apa Barbara sudah tahu Bun.."
" Kamu fikir bunda berbohong.. Datang aja kamu ke sini di rumah lama kita.. Bunda juga ngak tau kan.. tapi ngak mungkin juga dia tau..."
" Bocah itu wajahnya kayak siapa bun..?"
Danial merasakan peluang untuk medapatkan Barbara semula sangat tipis..
" Kayak kamu la.. kan anak kamu.... tapi Barbara kan ngak tau kamu dan melati itu saudara angkat saja.."
" Aku juga coba menghubungi Barbara.. tapi panggilanya ngak di angkat Bun.."
" kenapa sih dengan perempuan itu. . Lekas kamu pulang ke marii"
" Aku mau mencari Barbara Dulu bun.."
" percuma aja kamu ke villanya.. ngak ada orang di vilanya termasuk supir, tukang kebun dan pembantunya.."
" kemana mereka..? ".
" bunda juga ngak tau.. Tapi itu yang di beritahu satpam... Kamu pulang aja dulu ke sini.. ngak mau meliat anak kamu?"
" Bentar lagi bun.. Aku ada urusan sebentar.. Ya udah bun.. Aku tutup telfon nya.."
Setelah mematikan panggilan telfon.. Danial segera mentelfon sahabatnya Lan . Hanya Lan bisa membantunya..
Akhirnya Lan pun tiba di kantor polisi.. Banyak persoalan bermain di fikiran Lan... Dia tidak tahu selama ini Danial telah masuk dalam penjara..
" Loe sudah bawak mobil ya.."
" Ihihihii.. Sudah ada kerja.. jadi bole lah beli mobil.. loe kenapa di sini.? sudah lama gue ngak meliat loe Dan..?"
Danial menghembus nafas panjang...
" Gue telah di masuk di penjara kerna narkoba."
" Bukan loe sudah lama berhenti.. Kerna Melati kan.."?
" Iya.. Gue juga ngak tau gimana boleh urin nya positif.."
" Berapa lama loe di sana..?"
" 5 tahun .. "
," Gue fikir loe sudah jadi kaya sekarang... Loe ngak lagi sama cewek kaya semasa di pantai itu? "
" Masih.. tapi seperti nya dia telah berubah baru- baru ini. Gue ingin menebus kesalahan gue ke dia."
" Fikir loe.. Loe sudah punya anak.. Lebih baik loe pergi sama anak dan istri loe aja.."
" Melati bukan istri gue Lan.. Biar aja dulu mereka.. Gue mau ketemu Barbara dulu.."
Danial sepertinya tidak lagi memikirkan cintanya terhadap Melati.. Apa yang Danial mahukan hanyalah Barbara..
" Sekarang mau ke mana kita?? "
" Ke vila Barbara.."
Sesampai Danial di vila itu. seperti yang di katakan Mawar.. tidak ada orang yang berada di sana.. hanya ada satpam yang bertugas.. Tapi Tidak ada apa- apa maklumat dapat Danial dapat dari satpam itu.. Hanya jawaban tidak tahu di berikan satpam yang bertugas..
Danial tidak akan berputus asa.. Dia tetap akan menemui Barbara pada hari kemudian..