Mawar , Melati dan Dani menuju ke rumah lama mereka. Rumah itu sebenarnya bukan rumah sewa. Rumah itu telah di beli oleh Don kepada Mawar semenjak kelahiran Melati. Danial tahu rumah itu kepunyaan bundanya.. Tapi di sebabkan bunda nya ingin hidup mewah dan bersenang- senang.. Dia terpaksa berbohong kepada Barbara.
Mujurlah mereka telah di tumpangi oleh seseorang setelah lama berjalan. Pria yang menolong mereka itu adalah Lan teman kepada Danial. kebetulan Lan melalui jalan itu dengan mengetir mobil.. Tidak berapa lama hujan pun turun dengan kuat.
"Tante, Melati?... Ayuh naik.. Hari sudah mau ujan.."
" Lan..? Teman Danial kan.."?
" Iya Tante.. Naik lekas.. kasian tu ada anak kecil lagi.."
Mawar dan Melati yang membawa Dani bergegas masuk ke dalam Mobil..
" Tante.. Mau ke mana .. ?dengan bawa Barang- barang segala.."
" Ke rumah tante Lan.. tapi Lan tante ngak ada uang untuk membayar ongkos buat kamu.."
" Ngak apa- apa tan.. Aku ikhlas kok antar kalian ke rumah.. Bocah itu anak Danial ya.. ?wajahnya benar- benar seiras.."
Mawar dan Melati hanya berpandangan.. Mawar tahu dengan hanya melihat wajah Dani.. Semua orang pasti akan tahu bocah itu anaknya Danial..
" Ermmm.. Kamu itu dari mana tadi Lan?"
Mawar sengaja menukar topik ceritanya..
" Dari ketemu teman Tante... "
" Ma.. aku lapal.. ayoh kita pulang ke rumah besal"
Bocah yang berusia 4 tahun itu akhirnya bersuara.. Dani masih tidak pandai menyebut huruf R.. Jadi Dani akan menggantikan dengan huruf L.. Dani yang hanya makan ketika bersarapan sahaja.
" Sebentar sayang.. Sebentar lagi kita sampai.."
Melati menenangkan anaknya itu.. Dia sendiri belum makan siang.. Uang mereka juga sudah tiada untuk membeli makanan..
" Ambil ini.. Paman beri pada kamu.."
Lan merasa kasian melihat bocah yang kelaparan itu.. Dia memberi roti dan air yang di beli nya tadi.. Banyak persoalan yang bermain di Lan.. tapi sepertinya Mawar tidak mahu hal itu di tanya kan.. Lan hanya berdiam diri sahaja.
" makasih paman.. "
" Dani makan dengan cepat.. kerna dia sangat lapar.."
Akhirnya mereka pun sampai ke rumah lama mereka..
" Makasih Lan kerna tumpangkan kami.."
"Ngak apa- apa kok.. saya pergi dulu ya tante. permisi.."
" Ini umah siapa Ma.. kenapa kita ada di sini..?"
" Ini rumah Bunda Dani.. Kita akan tinggal di sini.."
Dani juga memanggil Mawar dengan panggilan BUnda.. Mawar tidak mahu di panggil nenek kerna merasakan dirinya masih muda..
" Aku ngak mau tinggal di sini ma.. kenapa kita ngak tinggal di umah besal aja.."
Melati yang tidak tahu lagi bagaimana untuk memberitahu anaknya hanya mendiamkan diri..
" Begini Dani.. Bunda dan Mama terpaksa pindah dari rumah besar itu.. kerna tante yang tinggal di rumah itu jahat sama Bunda dan mama.. Kerna itu kita harus tinggal di sini.."
Mawar pula menghasut Dani supaya membenci Barbara.. Walaupun Dani hanya beberapa kali melihat Barbara.. Dia sudah mengenal Barbara dari pembantu dalam villa itu.
" Maksud bunda.. Tante Babala itu jahat.."
" Iya nak.. Dia telah menghalau bunda ,mama sama kamu dari rumah besar itu.."
Melati pula menambah cerita supaya Dani tidak menyebut rumah besar itu lagi..
" Tapi Dani suka tinggal di sana.. "
" Suatu hari nanti kita akan tinggal di sana.."
" Baik Ma.."
Melati membersihkan kamarnya yang telah berhabuk kerna lama di tinggalkan.. Mujurlah pembantu itu menyiapkan baju- baju Dani dan beberapa mainan nya.. Terdapat juga beberapa makanan dan s**u untuk Dani.. Pak Anton juga memberikan mereka sedikit uang yang di simpan di dalam bagasi pakaian Dani..
Melati menidurkan Dani di kasur yang telah di bersihkan. Melati juga bercadang untuk mengemaskan barang- barang pakaian mereka.
Ketika Melati mengemaskan barang pakaian Dani.. Melati menemui makanan dan s**u untuk Dani.. terdapat juga amplop yang berisi sedikit uang.. Melati gembira mendapatkan rezeki yang tak terduga itu..
" Syukur.. Ngak juga kami kelaparan kerna ngak ada uang.. Aduh.. Listrik dan air juga ngak ada nie.."
Mujurlah cuaca pada hari ini sejuk ,berangin dan hujan.. Tidak lah mereka merasa panas..
Setelah melati mengemaskan segalanya .. dia pun keluar dari kamarnya .. Mawar pula sedang sibuk membersihkan lantai yang berhabuk..
" Bunda.. Ini Ada uang sedikit.. kita boleh membeli sedikit keperluan.."
" Di mana kamu dapat uang itu..?"
" Ada di bagasi Dani.. Mungkin mereka juga ngak tega melihat Dani ngak makan.."
" Buat lah apa yang patut.."
" Bun.. Apa barbara sudah tahu..?"
" Mungkin juga Mel.. kalau ngak.. Mustahil kan dia menghalau kita. "
" Tapi kan dia itu cinta mati sama kak Danial.. Gimana boleh dia menghalau kita.."
" Bunda ada melawat Danial tempoh hari.. Barbara sudah lama ngak melawat Danial.. "
" Apa benar Bun..?"
" Iya.. Begitu lah kebenaran nya.."
" jadi aku boleh miliki kak Danial deh.. "
" Iya.. terserah kamu.. "
" Kenapa sih Bun.. "?
" Bunda mau ambil semua barang- barang Bunda setelah Danial keluar nanti.."
" Aku juga bun.. Barang- barang yang aku beli itu mahal- mahal lo Bun.."
" Berani- berani nya dia menghalau kita dari sana.. Bunda akan membalas dendam kepadanya nanti.."
Melati hanya menganggukkan kepala nya sahaja.. dia masih ragu- ragu lagi jika Barbara masih mencintai Danial..
*********
Setelah bermalam di rumah sakit.. Barbara akhirnya di benarkan pulang.. Besok pula adalah hari pertunangan Barbara yang berlangsung di villa milik ibunya itu.
Barbara sendiri tidak tahu apa yang di rasakan nya. Besok adalah hari pertunangan nya.. Dan besok nya pula.. Danial akan di bebaskan... Apakah dia membuat keputusan yang betul..
Barbara tidak dapat melelapkan matanya malam itu. Barbara mengirim pesan kepada Om nya.. Dia sudah berfikir deng matangnya.. Dia tidak akan mengubah keputusan ny lagi.
***********
Hari yang di tunggu- tunggu telah tiba.. Barbara hanya mahu majlisnya itu di lakukan dengan acara tertutup sahaja.. Hanya keluarga terdekat dan pekerja di vila Barbara sahaja yang hadir..
Akhirnya majlis pun di laksanakan.. Tapi majlis pertunangan telah bertukar kepada majlis pernikahan. Barbara ingin Ivan menjadi suaminya.. Beberapa minit sebelum majlis itu di adakann.. Ivan baru mengetahuinya apabila Barbara menanyakan nya..
" Ivan...Aku ngak mau bertunang dengan mu.."
Dengan serius Barbara mengatakan nya.
"Kenapa Bar.?"
Ivan seperti tidak percaya dengan kata-kata yang barusan di dengarnya..
"Kerna aku ingin kau menikahi ku.. Aku ingin kau menjadi milik ku.."
" Dengan senang hati aku setuju Barbara.. "
Ivan tersenyum dan hatinya berbunga mendengar kata- kata yang di ucapkan dari bibir Barbara sendiri.
Majlis mereka akhirnya berjalan dengan lancar.. Kini Barbara telah sah menjadi milik Ivan.. Ivan tidak menyangka majlis pertunangan nya telah bertukar menjadi majlis pernikahan nya.. Usia nya yang telah mencapai 29 tahun ini sememangnya sudah harus bernikah..
Majlis Ivan dan Barbara hanyalah sederhana.. Hanya diadakan majlis makan beramai- ramai.. Tidak memakan masa yang lama.
Selesai majlis.. kedua pengantin baru itu masuk ke kamar mereka.. Ivan merasa dirinya masih bermimpi memiliki Ivan.
" Sayangg.. apa aku bermimpi sekarang.. kamu telah menjadi milik ku Barbara.."
Muaahhh.. "Gimana masih bermimpi lagi"
Barbara mencium pipi Ivan..
" Sayang.. sebelah lagi.."
Belum sempat Barbara Mencium pipi Ivan.. Ivan telah memandang ke arah Barbara.. makanya Bibir mereka telah berciuman.. Ivan tidak akan menlepaskan peluangnya.. Ini kerna Barbara yang telah menggodanya terlebih dahulu..
Dari ciuman bibir.. Sehingga lah kedua mereka bersatu di malam pertama. Kedua mereka adalah pertama kali melakukannya.. Ivan Merasa bangga kerna Barbara mampu mempertahankan mahkota nya hanya untuk suaminya..
Ivan mencium kening Barbara untuk mengucapkan terima kasihnya.. Ketika itu Barbara telah tertidur kerna kelelahan.
" terima kasih sayang.. I love u.. mmuaah.."
Akhirnya Ivan tidur sambil memeluk Barbara..