Barbara tidak dapat melelapkan matanya setelah berpacaran dengan Danial. Bagi Barbara ini lah hari yang sangat bahagia untuk dirinya.
**************
Kelmarin
*Danial:) - Haii Danial...
*Danial:) - Kamu masih sibuk ya mengurus Bonda kamu..
*Danial:) - Kamu ngak apa- apa kan?
*Danial:) - Dan... Apa kamu sibuk bangat sampai lupa sama aku..
Hari ini
*Danial:) - Kamu ke mana sih..?
*Danial:) - Telfon kamu hari ini ngak aktif...
Sudah dua hari Barbara tidak menerima khabar berita dari Danial.. Barbara sangat risau tentang keselamatan Danial.. Barbara juga telah pergi ke beberapa Rumah sakit untuk mencari Danial atau speda motor yang di pandu nya. Tapi semua itu tidak membuahkan hasil. Barbara tidak bertanyakan kepada suster di rumah sakit. Kerna Barbara sendiri tidak tahu nama kepada bonda Danial..
"Bar... kamu kenapa??"
Burn merasakan ada sesuatu yang tidak beres dengan Barbara dari kelmarin. Sebelum ini Barbara telah ceria apabila bercerita bertemu dengan seorang pria. Sekarang wajah sedih yang terlihat pada Barbara.. Burn coba untuk membantu Barbara.. Kerna dia tidak mahu anak saudaranya ini berada dalam keadaan sedih.
" oohh.. Om Burn... Ngak apa- apa om.. cuma capek dikit.."
" Jangan bohong sama Om.. kamu kenapa Bar.. ?? Lagi berantem sama pacar kamu..?"
" Ngak Om.. Cuma nya pacar aku itu sudah dua hari x ada khabar om..."
" Kerna itu wajah kamu cemberut aja dari kelmarin.."
" Iyalah.. Siapa juga ngak risau kalau jadi apa- apa sama dia.."
" Begini Bar.. Kalau esok dia masih ngak ada khabar.. Bagitau Om.. Om akan tolong Kamu untuk mencari nya.."
" Benar Om.. "
" Benar.. Okey.. Om ngak mau kamu sedih- sedih ya..
"Baik om."
" Kalau kamu capek. kamu boleh pulang awal hari ini.."
" Ngak la Om.. aku ngak apa- apa kok.."
" Om keluar dulu ya.. "
Barbara terus kembali bersemangat menjalankan pekerjaannya. Om Burn selalu memberikan kata - kata positive kepada Barbara sejak dari dahulu. Kerna itu Barbara sangat rapat dengan Burn .
************
tokkk...tokk...
" urggggghh... Kepala gue..."
Danial baru sahaja bangun dari tidurnya yang panjang. Ini kerna pekerja hotel yang terpaksa membangunkan Danial dan melati. Pada jam 1 sore mereka harus keluar dari Hotel itu..
"Ada apa..?."
" maafkan saya tuan. Saya cuma ingin mengingatkan tuan pada jam 1 sore tuan harus keluar dari hotel ini. Atau tuan mau di tambah masa untuk tinggal di hatel ini?"
"Sekarang jam berapa??"
" 12.45 tuan."
" Sebentar lagi saya keluar.."
" Baik tuan..
Danial segera menutup pintu kamarnya.. kepala nya masih terasa sakit.. Danial melihat telfon nya yang telah habis bateri. Dia mengecas dahulu dan Danial segera membersihkan dirinya sebelum membangunkan Melati dari tidurnya.
" Mel.. Bangun.. ,"
" Bentar kak.. Masih awal lagi.. "
" Awal apanya... Kita mau checkout dari hotel.."
" ergghhh.. Kepala aku kak... ,"
" Pergi kamu bersihkan diri.. "
" baik kak..."
Sementara Melati membersihkan dirinya. Danial membuka telfon nya.. Dia baru sedar dirinya sudah 2 hari satu malam berada di sini.. Panggilan telfon dan pesanan whatapp dari barbara segera di balas oleh Danial..
*Barbara - Maaf Bar.. Gue sedikit sibuk mengurus bonda keluar rumah sakit.. Sampai telfon gue kehabisan bateri.. ini gue baru mengecasnya.. Sorry sayang membuat kamu risau ya...
**********
Barbara yang baru keluar untuk makan siang tersenyum melihat Pesanan whatapp yang sekian lama dia nantikan.. Cepat- cepat Barbara membalas pesanan whatapp Danial.
*Barbara- Ngak apa- apa kok.. aku cuma risau ke kamu.. Syukurlah kalau kamu ngak apa- apa.. Kamu mesti capek ngurus bonda kamu.. Kamu istirehat aja dulu...
* Danial:) - Terima kasih sayang kerna memahami ku.. love u...
Barbara tersenyum melihat pesanan yang barusan di hantar oleh Danial. Hati Barbara kembali berbunga- bunga. Semangatnya yang telah hilang selama dua hari kini kembali ceria.
Pada hari ini Barbara tidak menyuruh koki di vila nya untuk menghantar makanan kepadanya. Barbara akan makan tengahari bersama Om Burn di sebuah restoran .
Pada ketika itu Danial dan Melati juga sedang makan di restoran yang sama.. Mujurlah Danial yang duluan melihat ke arah Barbara.
'Mampus gue. Abis berantakan rancangan Bonda kalau Barbara nampak gue di sini.. '
" Mel... ayuh kita pulang.. Bonda pasti sudah mencari kita.."
" Tapi kak... aku kan belum abis makan nya.. "
" Cepat buruan.. Kakak tunggu kamu di luar.. Kakak bayar sekali tagihan makanan nya.."
" lya la.. Macam di kejar hantu aja .. mau cepat- cepat mulu.."
Barbara yang tengah duduk menunggu makanannya di hantar seperti melihat Danial membawa seorang gadis yang memeluknya menggunakan speda motornya..
' Arhhh.. Mustahil kan Danial.. Danial kan lagi sibuk mengurus Bonda nya.. Mungkin speda motornya aja sama...'
Barbara tidak mahu ambil pusing untuk memikirkan nya.. Barbara lebih percaya apa yang di katakan oleh Danial kepadanya.
"Bar... mood kamu sudah kembali ceria ya.."
" Iya Om.. tadi pacar ku baru menghantar pesanan whatapp.. Dia sibuk mengurus bundanya yang sakit.. sampai lupa untuk mengecas Telfon nya .
" Syukurlah Bar.. Om Risau kelau kamu bersedih aja. "
"Ngak om.. aku ngak akan bersedih lagi seperti dulu.."
" That is my girl.."
Burn merasa bersyukur akhirnya Barbara kembali berubah.
' Huhhhh.. Gue harap Barbara ngak melihat gue. .'
Danial mengurut dadanya. Dia bukan takut kehilangan Barbara. Tapi dia takut kehilangan harta yang baru dia perolehi semalam.
" Dari mana saja kamu berdua... Dua hari ngak pulang- pulang.. Mana bau minuman lagi.. Mel.. Kamu mandi duluan.. Ada yang ingin Bonda bicarakan dengan Danial.."
"Baik Bonda.."
Melati tidak berani melawan bondanya ketika bonda nya telah memarahinya.. Dia tahu yang dirinya salah kerna tidak mengkhabarkan kepada bondanya.
"Dan..."
" Iya Bon.. Maaf ya Bon.. Aku lupa mengabari bonda.."
" Dari mana uang yang kamu dapat sampai minum segala.?"
" Uang kerja ku Bunda"
" Jangan kamu berbohong sama bonda. "
" Ini 3juta untuk Bunda..Iya.. Gadis kaya itu yang beri sama aku.. aku bilang bunda masuk rumah sakit.. Ngak ada untuk membayar tagihan rumah sakit.."
" Kamu ingin Bonda mati awal ya... sini uang nya.."
Mawar memukul lengan Danial. Kata- kata Danial seperti menyumpahnya untuk berada di rumah sakit.
" Ngak bunda.. Ngak... maaf Bunda.. aku ngak buat lagi bunda.."
" Akhir pekan ini Bunda ingin kamu membawa gadis kaya itu ke mari.. Bunda ingin mengajaknya makan malam di rumah kita.".
" Tapi bunda.. Gimana dengan Melati.."
" Urusan Melati biar Bunda saja yang uruskan.."
" Baik Bunda.."
Danial segera masuk ke kamarnya. Dia segera mengunci kamarnya.. Kerna dia tidak mahu Melati datang mengganggunya untuk menelefon Barbara..
"Helo Bar.."
"Helo Dan.. Bonda kamu gimana??"
" Syukur.. sudah semakin sihat.. Bar.. kamu senang akhir pekan ini.."
" Kenapa Dan.. Aku senang kok.."
" bunda ingin gue membawa kamu ke mari..Untuk makan malamdi rumah gue.. gue ada ceritakan Bonda tentang kamu.. Jadi.. Bunda ingin ketemu kamu.. Dia ingin mengucapkan terima kasih terus ke kamu..
" Benar Dan.. ?? Bunda kamu pasti seorang yang baik kan.. Aku ngak sabar bertemu dengan bunda kamu.."
" Tapi kamu ngak kisah kan.. Rumah gue ini ngak seperti rumah kamu.. "
" Kenapa sih kamu kata begitu.. Aku ngak kisah lah ."
" Okey Bar.. Sepertinya Bunda sudah manggil gue tu.. Bye.. Love u.."
" Bye .. Love you too.."
tutt.. tutt
Danial segera memamatkan panggilan telfonnya. Ini kerna Melati telah berulang kali mengetuk pintu kamar nya..
tokk..tokkk..
"Sabar Mel... Kenapa???"
" Kenapa lama bangat kamu buka pintu kamarnya kak.."
" Kepala ku masih pusing Mel.. mau istirehat.. "
Danial beralasan.. sebenarnya Danial hanya tidak mahu Melati menggaggu nya ketika ini .
" Aku mau tanya.. Apa bonda marah sama kamu kak..?"
" Ya iyalah.. Aku kan membawa anaknya tanpa memberitahunya.. Untung saja mood bunda sedikit baik hari ini.. Ngak lama aku di bebelnya."
"Mungkin Bunda sudah ada pacaran kali?"
" Pacaran?? Becanda kamu ya.. ngak mungkin Bunda ada pacar.. ngak pernah kakak liat bunda bersama pria."
" Tadi bunda mendapat panggilan telfon.. "
" Terus..? Mungkin itu customer yang mau membeli bunga.. "
" ngak kak.. Bonda cakap dia akan bertemu dengan orang itu sekarang..."
" Terus... Masalah nya di mana...."?
" Seorang pria telah menunggu bonda di luar dengan menggunakan mobil mewah..."
" Apa kau melihat pria itu.. Dan kamu yakin orang itu adalah pria..?"
" Ngak.. cermin mobilnya gelap.. Tapi aku yakin kak dia adalah pria"
" Mungkin saja teman bisnis bunga bunda ... Sudah.. Nanti bunda pulang .. langsung kam tanyakan.. Kakak lagi pusing... Kakak istirehat dulu..."
Papp....
Pintu kamar langsung di tutup dan di kunci oleh Danial...
" Kak.. aku mau istirehat dengan kakak..."!!
Danial hanya mendiamkan dirinya.. Dia tidak mahu di ganggu ketika ini..