Mawar telah di bawa oleh Don ke sebuah hutan tebal. Pada mulanya Mawar takut jika Don ingin membunuhnya.
" Aku tahu apa yang kau fikirkan Mawar.. Aku ngak akan membunuhmu.. kita hanya pergi ke rumah ku.."
" Aku ngak berkata begitu.."
Mawar mengalihkan pandangan nya ke luar tingkap
" Ngak perlu untuk kamu memberitahu ku Mawar.. aku telah mengetahuinya.. Melihat reaksi mu saja aku sudah tahu.."
" Kenapa ngak di hotel saja.."
" Ngak boleh sayang.. Polis masih memburu ku.. Ada yang membuka kasus 3 tahun lalu.. Dan mereka masih mencariku."
" Kerna itu lah aku ngak mau memberitahu Melati siapa ayahnya.."
"hahahaha.. suatu hari nanti dia pasti mengetahui nya Mawar.."
Akhirnya mereka telah sampai ke tempat yang di tuju. Di dalam hutan yang tebal ini terdapat sebuah vila yang berwarna hitam. Tetapi vila ini agak mewah dan tidak menonjol.
" kamu ngak mau keluar?"
" Iya.. Bentar..,"
Mawar terpaksa mengikuti Don ke rumahnya. Ini kerna dia ingin Don membantunya.
Mawar masih terpana melihat kecantikan rumah Don ini. Jika Don bukan seorang buronan.. Mungkin Mawar akan menjadi istri kepada Don. Mawar tidak mahu kemewahan yang Don kecapi sekarang.. Kerna Mawar tidak mahu hidup dalam serba ketakutan dan akan di pinggirkan oleh orang ramai..
" Gimana vila ku.. ?Kau ngak perlu susah payah menyuruh Danial menggoda gadis kaya itu.. Kau, Melati dan Danial hanya perlu tinggal di sini bersama ku .."
" Ngak.. Aku ngak mau Don.. aku mau hidup normal.. Bukan dalam ketakutan sepertimu.. Jika suatu saat nant polisi menemui tempat ini.. Bagaimana dengan aku, Melati dan..."
Don terus melumat Bibir Mawar..
" Ngak perlu banyak ngomong"
Don terus melumat bibir Mawar dan mengangkatnya ke kamarnya. Don tidak melepaskan ciuman bibir Mawar itu. Don yang tidak sabar mengoyakkan dress yang di pakai oleh Mawar..
" Arhhh..Don.. Aku ngak punya baju lagi."
" Aku telah menyediakan banyak baju untuk mu sayang.."
" Tapi aku... ahhhh".
Don tidak ingin lagi mendengar apa yang ingin di bicarakan Mawar. Tangan Don segera menyentuh kemaluan Mawar. Bibirnya kini tetap melumat bibir Mawar..
Mawar akhirnya menyerah terhadap Don.. Kerna dirinya sudah lama tidak di sentuh oleh mana- mana pria. Hanya Don sahaja yang pernah menyentuh Mawar sehingga melahirkan Melati. Kerna itu Don tidak melepaskan Mawar walaupun Mawar selalu menolaknya.
Don dan mawar Akhirnya terbuai dengan keindahan dunia. Don telah melakukan nya selama beberapa kali sehingga Mawar tidak berdaya lagi.. Mawar akhirnya tertidur kerna telah lelah.
"Aku menyayangi mu Mawar.. Tapi kau sangat susah untuk ku cairkan. "
Don mencium jidat Mawar sebelum tidur sekali bersama Mawar .
Mawar tidak pulang pada malam itu telah menimbulkan tanda tanya kepada Melati. Melati menunggu Mawar sehingga di tertidur di ruang tamu. Apabila Melati terbangun, hari telah bertukar cerah. Melati melihat ke dalam kamar. kini bondanya berada di dalam kamar dan sedang lena. Melati pun segera masuk ke kamarnya.
Mawar segera membuka matanya.. Dia sepertinya tidak tahu harus gimana memberitahu kepada Melati tentang kejadian semalam. Mawar segera bangun dari tidurnya dan membersihkan dirinya. Dia juga akan menyediakan sarapan untuk anak- anaknya.
" Bunda.. Jam berapa sih bunda pulang .. aku capek deh menunggu bonda terus?"
" Kenapa?"
" Ngak... Cuma nanya aja"
" Bunda ngak suruh kan kamu menunggu bunda. Lagi pula kamu juga ngak bagitau bonda kamu kemana kelmarin."
" Bunda masih marah ya.."
" Ngak.."
" Bunda.. maaf ya.. "
" Bunda maafkan.. Tapi hari ini kamu harus teman kan bonda.. "
" Boleh aja bun.. Yang penting bunda nya ngak marah lagi sama aku."
Mawar tersenyum penuh makna kepada Danial yang mendiamkan diri dari tadi.. Danial memahami senyuman yang di tunjukkan kepada Mawar. Malam ini Barbara akan di jemput datang ke rumah Danial untuk makan malam bersama mereka.
Mawar telah memberikan Melati pelbagai pekerjaan. Mawar yang bekerja sebagai penjual bunga mempunyai toko bunga sendiri. Tapi toko bunga itu hanya kecil - kecilan sahaja. Melati di suruh untuk menyusun dan mengemas . Melati di suruh juga melayan pelanggan di toko itu sehingga hari sore.
" Ni minum air nya.. kamu pasti capek sekali.."
" Benar Bun.. hari ini sangat sibuk ya bun. Mana pembantu bunda?"
" Dia ambil cuti hari ini.. Kamu itu jangan duduk rumah aja.. Harus juga bantu Bunda selalu.."
" baik bun.. Mun aku istirehat dulu ya.. Nanti sebelum pulang tolong bangunin ya.. Ngantuk bangat nie.."
" Baik Mel.."
Mawar telah mencampur obat tidur ke dalam minuman Melati.. Don yang telah memberikan obat tidur itu kepada Mawar untuk di berikan kepada Melati. Beberapa pengikut Don telah datang dan membawa Melati pergi. Mawar tersenyum kerna sebentar lagi rancana yang di rancangnya akan berhasil.
************
Barbara telah bersiap - siap untuk pergi ke rumah Danial. Hari ini adalah hari yang di tunggu- tunggu oleh Barbara. Kali ini Barbara akan menýuruh supir yang akan menghantarnya. Kerna Danial megatakan dirinya sibuk membantu ibunya di dapur.
" Non.. Pak Anton yang antar menghantar non.."
" Baik pak.. ini alamatnya pak"
Danial telah memberikan alamat rumahnya kepada Barbara.
" Non.. Boleh ngak non memakai anting - anting ini."
" Milik siapa ini pak??"
" Ini sebenarnya pak anton ingin memberikan di hari jadi non.. Tapi pak anton terlupa.. "
Pak anton menggaru kepalanya yang ngak gatal.
" Ya udah.. aku akan memakainya.."
Barbara tahu Pak anton sangat menyayanginya. Pak anton telah menjaganya sejak dia secil lagi. Barbara tidak sampai hati untuk menolak keinginan pak Anton
" Terima kasih non.. Nampak padan dengan dress yang non pakai.. Non..perlu kah Pak anton menunggu di luar non sehingga non selesai malam malam.."
" Ngak perlu pak.. Nanti Danial yang akan menghantar aku pulang.."
," Baik non."
Tapi Pak anton tetap merasa khawatir tentang keselamatan Barbara. Ini kerna Pak anton telah menyelidik tentang Danial dan ahli keluarganya. Sepertinya ada yang tidak beres dengan keluarga ini. Lebih- lebih lagi orang suruhan Pak anton mendapati Mawar kepada bonda Danial berhubungan dengan buronan polisi iaitu seseorang yang pak anton kenali.
Pak anton juga telah menyuruh seseorang untuk berada di sekitar rumah Danial. Anting- anting yang di gunakan Barbara itu mempunyai alat pendengar. pak anton dan beberapa orang nya dapat mendengar perbualan Barbara dan keluarga Danial.
Barbara berusaha memenangkan dirinya untuk datang ke rumah Danial ini. Ini kerna Barbara takut jika bonda nya Danial tidak menyukainya.
" Bar... kok kamu ngak beritahu gue yang kamu sudah datang".
" Aku baru mau mentelfon kamu.."
" Mari masuk Bar.. gue kenalkan ke Bonda gue.."
" Apa kamu bergue - gue sama pacar kamu Dan.. ngak sopan kan.."
" Ihihiii.. Maaf bun.."
Mawar terus keluar dari dapur apabila mendengar Danial berbicara dengan seseorang.
" Tante..Nama ku barbara.. ini aku ada bawakan sedikit herba dan buah- buahan untuk tante.."
" terima kasih ya Barbara.. Tante juga ingjn berterima kasih kerna Kamu sudah nolong bayarin tagihan rumah sakit untuk tante.."
" Ngak apa- apa tante.."
" kamu cantik sekali Bar.. Untung Danial dapat gadis secantik kamu.."
' Udah cantik tajir lagi.. ngak ada orang tua nya lagi..'
Mawar mengatakan nya di dalam hatinya. Mawar merasakan Barbara gadis yang senang untuk dia pergunakan.
" Mana ada bun. Barbara itu yang untung punya aku yang tampan.. Bun.. aku udah lapar ni.."
" Iya.. bunda hampir lupa.. Bar.. mari sini kita makan bersama.. Maaf ya kalau masakan tante ini tidak seberapa ..Adiknya Danial ngak dapat bersama kita hari ini.. Sibuk katanya kerja.."
" ngak apa- apa bunda.. Makanan segini aja sudah banyak tante.. woww.. nampak enak ya.."
" Jangan di lihat aja Bar.. mari di coba. "
Barbara merasakan makanan yang di masak Mawar sangat enak. Tidak di nafikan lagi masakan Mawar memang enak sekali. Selesai makan Barbara menolong mengemas meja dan membasuh piring. Walaupun Barbara seorang gadis kaya. Tapi dia selalu mencuci pinggan yang dia gunakan.
" Bar.. boleh ngak kamu rasa air yang di buat tante ini.. Rasanya seperti sedikit tawar".
Mawar telah menawarkan Barbara minuman yang telah di buatnya. Tanpa di sedari Barbara.. Mawar telah mencampur sesuatu pada minuman itu.
" Mari tante.. aku merasa nya... urmmm.. Enak tante.. ngak tawar.."
" ya udah kalau begitu.. kamu minum ya air yang ada di gelas itu.."
" Baik tante.."
Barbara menghabiskan segelas air yang di berikan Mawar kepadanya.
Mawar mengajak Barbara ke ruang tamu untuk berkumpul bersama dengan Danial. Maya mula merasakan kepanasan pada dirinya.
" Bar.. kenapa Muka kamu panas..?"
Danial berpura- pura bertanya kepada Barbara..
" Ngak tau Dan..
Barbara mula merasakan kepanasan pada dirinya.
" Apa kamu punya apa- apa alergik pada makanan.."?.
" Ngak ada Dan.. Dan.. aku rasa badan ku mula panas."
Barbara tidak menyedari dia telah membuka butang dress nya.
" Dan.. Bawa Barbara ke kamar kamu.. nanti bunda sediakan obat.."
" baik bunda."
Danial segera membawa Barbara ke kamarnya..
" Dan.. aku ingin buka baju Dan.. Panas.."
" iya.. sebentar.. kita ke kamar dulu ya.."
" arhh.. Dann... jangan sentuh aku.. Kenapa sih.. aku jadi begini.."
Barbara merasakan dirinya sangat sensitif kepada sentuhan Danial. Barbara merasakan dirinya seperti menginginkan Danial. Tetapi Barbara mencoba menahannya kerna dia tahu Danial dan diri nya tidak mempunyai ikatan dalam perkahwinan.
" iya Bar.. kita ke kamar dulu.. Bunda akan memberikan kamu obat.."
" Antar aku pulang Dan... Atau .. Mana telfon ku Dan.. "
Barbara ingin segera pulang ke rumahnya sebelum perkara yang tidak diingini berlaku..
" Mungkin tertinggal di ruang tamu Bar.. Kamu baring saja dulu ya.."
Danial sudah tidak tahan melihat tubuh badan Barbara yang putih dan gebu. Dadanya juga hampir kelihatan kerna Barbara membuka butang bajunya. Danial membantu Barbara membuka pakaian nya. Sentuhan yang Barbara terima dari Danial membuatkan Barbara menginginkan lebih..
Tanpa Danial sedari.. Dia telah terlupa mengunci pintu kamar nya.. Seseorang telah datang ke kamar itu dan memukul Danial. Pria itu terus memukul Danial sehingga Danial tidak sempat membalasnya..
" b******k kamu.. berani- berani nya kamu ya... "
bersambung..