Sambungan...
"Brangsek kamu.. berani- beraninya kamu ya.."
Seorang pria telah memukul perut Danial dengan kuat sehingga Danial tidak sempat untuk menghindarinya..
" b******k loe siapa?? Berani- Beraninya loe masuk ke rumah gue..?!"
Danial berteriak marah kepada pria itu.. Dia sudah hampir- hampir mendapatkan Barbara. Tetapi kini dirina telah di pukul oleh pria yang tidak di kenali..
" Pak.. Bawa pria ini ke kantor polisi.."
Pria yang menolong Barbara itu mengarahkan beberapa orang membawa Danial ke kantor polisi.
Danial mencoba untuk melawan.. Tapi dirinya kina sudah di borgol..
" Lepaskan gue.. Loe siapa masuk campur urusan gue.."
" Gue siapa ?? loe ngak perlu tau.. Gue akan pastikan loe akan masuk dalam penjara."
Danial berteriak dan berusaha untuk melepaskan diri tapi tidak berhasil. Di luar rumah Danial terdapat dua mobil polisi sudah menunggu. Danial di bawa ke kantor polisi.
Malangnya Mawar berjaya melarikan diri. Don telah menelefon Mawar bahawa dua mobil polisi menuju kerumahnya. Mawar segera melarikan diri dan terlupa akan Danial yang berada di kamar kerna Mawar terlalu panik. Benar sahaja kata- kata Don bahawa mobil polisi berhenti di hadapan rumahnya. Mawar seperti tidak percaya apa yang di alami nya sekarang.. Mawar juga melihat Danial di tangkap polisi dan di bawa ke kantor polisi.
Pria yang menyelamatkan Barbara itu terus menyelimutkan Barbara dan segera membawa nya ke rumah sakit. Barbara berpeluh- peluh dan berada dalam keadaan tersiksa. Dia tidak tahu apa yang berlaku di sekitarnya
" Om.. Aku sudah membawanya ke rumah sakit.. "
" Makasih Van.. Makasih kerna sudah menolong om.."
Pria itu bernama Ivan. Ivan adalah anak saudara kepada pak anton. Pak anton telah meminta bantuan kepada Ivan kerna Ivan mempunyai ramai teman dalam kepolisian.
" Ngak apa- apa om.. Aku juga senang membantu om.. Kondisi Barbara juga semakin pulih om.. "
" Syukur lah Van.. om sekarang dalam perjalanan ke sana."
" Baik om.. Aku akan menunggu sehingga om datang."
Barbara telah di berikan obat untuk menghilangkan kesan obat terlarang yang di berikan kepadanya. Kini kondisi Barbara telah stabil dan doktor telah memberikannya obat tidur untuk merehatkan Barbara.
**********
Danial yang berada di kantor polisi telah menjalani pemeriksaan urin. Danial di dapati positif narkoba.. Kerna itu Danial harus menerima hukuman.
" Pak.. tolong lepaskan saya pak.. Saya tidak bersalah.."
" Kalau kamu tidak kamu diam .. saya akan menambah hukuman kamu lagi..
*********
Mawar yang telah di jemput Don masih merasa dalam ketakutan.
" Mawar.. Kamu baik- baik aja ?"
" Ngak.. Gimana polisi boleh tahu.. Apa kamu yang memberitahu polisi??"
" Mawar.. kamu jangan bercanda.. aku aja jadi buronan polisi.. Gimana aku bisa memberitahunya"
" Terus.. Siapa dong.. ?"
" Apa kamu fikir gadis itu hanya orang biasa- biasa.. Fikir aja.. Dia itu anak orang kaya Sayang.. Ngak ada siapa- siapa lagi..Pasti penjaganya akan menjaganya ".
" Kenapa sekarang baru kau memeberitahu ku Don.. ? Kau hampir membuat aku masuk ke penjara.."
" tenang sayang.. Kan aku sudah menyelamatkan mu.."
" Tapi gimana dengan anak ku Danial.."
" Danial cuma anak yang kau jumpa dan jaga Mawar.. Ngak perlu kau khawatirkan.."
" Tapi Danial seperti anak ku sendiri.."
" Nampaknya kau lebih menyayangi anak pungut itu dari anak mu. "
Mawar hanya mendiamkan dirinya.. Mawar sememangnya sangat menyayangi Danial dari Melati. Kerna Danial akan mendengar kata- katanya. Dari pada melati yang selalu membuat Mawar merasa sakit hati.
Kini mereka pergi ke villa Don yang berada di dalam hutan. Melati juga Don tempatkan di sana.
**********
Pada keesokkan harinya .. Barbara mula sedar dari tidurnya..
" Danial.. Daniall.."
" Non.. Non.. Bnagun non.."
Barbara akhirnya bangun dari mimpinya..
" Pak.. di mana Danial pak... Aku di mana pak..?"
" Kamu di rumah sakit non.. "
Tapi aku ngak sakit Pak.. kenapa aku ada di sini..??"
" Semalam Danial telah memberikan kamu obat terlarang dan mencoba memperkosa non.."
" Ngak mungkin Pak.. Danial ngak akan jahat kepada aku.. . Dimana Danial sekarang pak."?
Barbara tidak mempercayai kata- kata pak Anton. Padahal Pak Anton lah yang merawatnya dari kecil lagi.
" Di kantor polisi non.."
" Apa??Bawa aku ke sana sekarang pak".
Barbara segera bangun dari kasurnya. Dirinya yang lemah telah kembali pulih.
" Tapi Non.. "
" Sekarang pak.. "
Barbara tetap berkeras dengan keputusan nya.
"Baik non.. Sebentar.. Pak Anton selesaikan dahulu tagihan rumah sakitnya."
Barbara segera bersiap untuk meninggalkan rumah sakit.
Pak Anton berasa sedih dan hampir tidak percaya Barbara lebih mempercayai orang lain dari dirinya sendri. Pak Anton terpaksa juga membawa Barbara ke kantor polisi.
*********
Setelah sampai ke kantor polisi .. Barbara segera ingin berjumpa dengan Danial.. Setelah lama menunggu.. Akhirnya Barbara menemui Danial.
Danial yang takut di benci Barbara terpaksa menerima perjumpaan itu.. Tapi yang mengejutkan Danial adalah Barbara tidak mempercayai yang dia berniat jahat kepadanya.
" Dan... kamu kenapa berada di sini..?"
" Aku telah di jatuh hukum Bar.. penjara 5 tahun..,"
" Hah... kenapa "?
" Kerna.. kerna aku di percayai positive narkoba Bar.. tapi aku bersumpah ngak mengambil barang terlarang itu Bar.."
," Aku percaya pada kamu Dan.. aku juga ngak percaya kamu di katakan memberikan aku obat terlarang dan mencoba memperkosa ku.. Ngak mungkin kan kamu melakukannya..?"
Danial tersenyum di dalam hatinya..
'Mungkin ini saatnya gue membalas jasa- jasa bunda '
Danial berkata dalam hatinya.
" Ngak Bar.. aku ngak mungkin melakukan nya.. aku di fitnah Bar.. Ngak mungkin kan aku berbuat ngak baik sama kamu.."
" Iya Dan.. aku percaya sama kamu.. maafkan aku ngak dapat membantu kamu.. tapi aku akan selalu melawat kamu di sini.."
" Bar.. apa kamu akan tetap sayang sama aku.."
" Tentu lah Dan.. Ngak perlu kamu khawatir tentang perasaan ku.."
" Bar.. boleh ngak kamu membantuku..?,"
" Apa dia.. katakan saja Dan.."
" rumah yang aku tinggal bersama bunda dan adikku itu adalah rumah sewa yang di bayar oleh ku Bar.. Kalau aku ngak ada.. Siapa yang ingin mengurus mereka berdua."
" Aku akan menjaga mereka berdua Dan.. Aku akan menyuruh mereka pindah bersama ku.. Kamu jangan risau ya.."
" Benar..?? kamu boleh ngak menghubungi bunda.. aku akan memberikan nomor telfon bunda kepadamu.. Bunda pasti sedih aku di tangkap polisi ."
" Baik Dan.. Aku akan menjaga mereka seperti keluarga ku.. kamu ngak usah khawatir.."
" Makasih Bar.."
" Ngak apa- apa kok..
*****************
Setelah pulang dari kantor polisi. Barbara pergi ke rumah Danial. Tapi tidak ada sesiapa di sana. Akhirnya Barbara pulang ke rumahnya dan meminta pembantunya membersihkan Dua kamar tamu.
" Boleh pak Anton tanya Non.. Untuk siapa kamar tamu itu.."?
" Untuk bunda Danial dan Adiknya Pak.."
" Tapi non.. Mereka itu tidak berniat baik Non.."
" ngak mungkin Pak.. Mereka itu melayan aku dengan Baik.. aku ngak mau pak anton menuduh yang tidak - tidak lagi kepada Danial."
" Tapi nonn"
" Aku akan memberi Pak anton cuti selama 3 bulan Pak.. Aku tau pak Anton sudah penat menjaga ku.. Aku akan memberi pak anton Cuti.. Gaji tetap berjalan seperti biasa."
Pak Anton hanya mendiamkan dirinya. Dia tidak ingin berantem lagi dengan majikan nya. Akhirnya Pak Anton mengemaskan barang- barangnya untuk bercuti atau tidak akan kembali lagi.
Barbara telah mencoba mentelfon Mawar.. Tetapi panggilan itu tidak di jawab. Akhirnya Barbara memberikan pesanan kepada Mawar.
* to Bunda Danial - Hii tante.. ini aku Barbara.. Aku telah mentelfon tante tapi ngak di jawab.. di rumah tante juga ngak ada orang. Aku ingin membawa tante dan adiknya Danial untuk tinggal bersama ku.. Apa tante ngak keberatan untuk tinggal dengan ku.