Praijing Lega

1154 Kata

Praijing pikir, setelah ia bisa bicara bebas dengan pengacaranya, ada sedikit perubahan pada aturan yang diberlakukan untuknya. Setidaknya, kesempatan untuk bisa membakar kulitnya dapat ia peroleh lagi. Sayangnya, ia hanya bisa ada dalam posisi terus berharap. Sebagai gantinya, Praijing kembali tenggelam dalam rutinitasnya melahap buku kecilnya. Satu-satunya penenang bagi jiwanya dan agar pikirannya tetap terjaga dengan fokus pada pesan-pesan yang ada di sana. Kerinduannya pada keluarganya terutama sentuhan istrinya sudah sangat menyiksanya dan hampir membuatnya gila. Begitu pula kenangan bersama putranya Karan terus menggerogoti kesabarannya. Hanya buku saku kecil yang ia kantongi itu yang jadi teman terbaiknya. Tangisan sedih dan putus asa juga sudah Praijing lakoni dalam tahun-

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN