Flower 53

1202 Kata

Akhza masih terus menjadi pendiam padahal kejadian di panti jompo sudah berlangsung sejak tiga hari yang lalu. Selama tiga hari itu juga sakit di tanganku kembali datang menghantui. Herannya Janice sama sekali tidak pernah menampakkan wujudnya lagi, baik di dunia mimpi maupun dunia nyata. Firasatku benar-benar tidak nyaman. “Za? Kamu baik-baik aja, kan?” tanyaku saat kami berdua tengah menghabiskan menonton televisi sehabis makan malam. Aku tahu pandangan laki-laki itu ke arah televisi, tapi pikirannya melayang jauh entah kemana. Andai saja aku punya ilmu bisa membaca pikiran manusia, pasti itu akan sangat membantuku dalam mencari tahu apa yang sedang Akhza pikirkan saat ini. “Aku nggak apa-apa. Kenapa, Moni?” tanya Akhza setelah menoleh padaku. “Kamu lebih banyak diam akhir-akhir in

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN