Flower 56

1139 Kata

Masih di dalam mimpiku semalam. Pandangan penasaran yang kini telah berubah menjadi cemas ketika Syarif seperti sedang melihat ke arah sekitarnya, seolah dia merasa sedang ada yang memerhatikannya. Membuatku melangkah mundur untuk mencari tempat persembunyian. Tanpa sengaja kakiku menginjak ranting pohon yang entah bagaimana caranya bisa berada di dalam kamar. Buru-buru aku bersembunyi di balik buffet dekat pintu kamar. Dari tempat persembunyianku jantungku berdebar kencang, napasku tak beraturan dan berdesir lebih cepat karena ketakutan. Kulihat Syarif bangkit dari ranjang untuk melongok ke arah jendela kamar. Tak lama kemudian dia berbalik badan sambil melihat ke seluruh kamar. Posisinya saat ini memungkinkan aku untuk melihat wajahnya dengan begitu jelas. Jantungku yang tadinya sudah mu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN