Aku menghampiri Akhza di kantornya. Dia kelihatan lebih sibuk dari biasanya karena hari ini adalah akhir bulan. Tak ingin mengganggu kesibukan Akhza aku memutuskan menyampaikan keperluanku ingin menemui Akhza pada Pak Maki. Seperti yang dipesankan oleh Akhza kalau aku butuh sesuatu bisa meminta bantuan pada Mbok atau Pak Maki. “Apa benar rumah yang ditempati sama karyawan itu rumah bekas keluarga belanda?” tanyaku. “Iya, benar, Bu. Kalau zaman sekarang itu sama seperti kepala desa gitu, Bu. Yang kami tempati itu rumahnya, sementara yang dijadikan kantor sekarang adalah kantor desanya.” “Kalau bangunan kosong depan bangunan yang dijadikan rumah itu tempat apa, ya, Pak?” “Sepertinya semacam aula pertemuan, Bu. Saya sendiri semenjak kerja di sini belum pernah tahu dalamnya seperti apa

