True Kiss

519 Kata
LYTHA "awwwww,,,aduuuuh" yah sekuat apapun aku berusaha menahan lemari tersebut kekuatanku tidak sebanding dengan nathan membuatku tersungkur kelantai Nathan memandangku yang sedang berusaha bangun dari lantai sambil bersedekap tangan di d**a. Aku gugup seperti maling yang tertangkap basah, padahal aku seperti ini agar tidak ada kecanggungan diantara aku, nathan dan merry tapi kenapa justru aku yang merasa terintimidasi.  "a...aku ga liat kalian berciuman" segera aku berlari menuju pintu apalagi nathan mulai menghampiriku "kalau mau bohong pinteran dikit" nathan menahan tanganku saat aku selangkah lagi menggapai gagang pintu "a...aku ga akan bilang siapa-siapa nath" "bilang juga gapapa, toh merry yang cium gw" Apaan sih maksudnya kalau memang ga mau dicium ya bisa kan ditolak, dia buktinya diem aja, dasar laki-laki. Aku merasa kesal akan jawaban nathan, bisa-bisanya dia bicara seperti itu padahal dia juga menikmati. Aku berusaha melepaskan tanganku dari cengkramannya entah kenapa ada amarah yang timbul dalam diriku, namun nathan mendorongku ke pintu. Aku semakin meronta berharap dapat melepaskan, kedua tangan nathan menahan kedua tanganku dibelakang tubuhku. "kalau lo bisa tenang gw ga akan kasar, jangan kaya orang bar-bar" aku merinding mendengar nathan yang bicara ditelingaku. "kamu mau apa? ngapain nahan-nahan aku disini??" kenapa aku ini bisa jadi jutek, bahkan aku membentak seseorang untuk pertama kalinya "gw cuma ma....." "kamu kalau ga suka sama orang dicium jangan mau, bukan justru menikmati" aku menyela nathan dengan emosi "menikmati?"  "dasar laki-laki, sama aja" kesalku  "kenapa lo seakan cenanyang yang tau apa yang gw rasa? gw ga menikmati ciuman tadi" "huuuh ya udah terserah, sekarang aku minta lepasin!!!" kesalku bertambah saat melihat nathan berpura-pura bodoh atau justru memang dia benar-benar bodoh "biar gw buktiin ke lo gimana gw kalo bener-bener menikmati sebuah ciuman" kedua tangan nathan mengarahkan tanganku diatas kepalaku. Nathan memajukan wajahnya kearahku. Mataku masih terbuka saat kurasakan bibir nathan menyentuh bibirku lembut, kemudian dia mengulum bibir atas dan bawahku. Nathan mengusap bibirku dengan ibu jarinya "apa lo lihat gw melakukan ini pada merry?" kemudian tangannya menahan tengkukku lembut kemudian melumat bibirku. Namun kali ini aku menutup mataku, kurasakan nafas hangat nathan dan kelembutan bibirnya. "hmmmmmh" desahku saat nathan menjilat leherku "begini cara gw menikmati ciuman, apa lo liat perbedaannya?" aku segera tersadar dari kenikmatan yang aku belum pernah rasakan seumur hidupku. Kudorong tubuh nathan lalu kutarik handle pintu segera, dengan detak jantung yang kencang aku berlari sambil memegang bibirku yang kurasakan agak membengkak. Sesampainya didepan kelas aku menarik napas dan membuangnya untuk menghilangkan kekacauan detak jantungku. Memasuki kelas seakan tidak terjadi apapun, sepuluh menit kemudian kulihat nathan memasuki kelas tatapan kami beradu, aku segera memalingkan wajahku memutus tatapan kami. KRRRIIIIIIIINGGGG Jam sekolah usai aku segera memasukkan buku-buku dan perlengkapan sekolahku ke dalam tas. Aku tak mau berpapasan dengan nathan dimanapun itu. "Lytha kamu keruangan ibu sebelum pulang" aku bersyukur paling tidak aku akan terlambat keluar area sekolah dan tidak akan bertemu nathan Tiga puluh menit berlalu aku diperbolehkan pulang. Wali kelasku membahas beasiswa dari salah satu universitas yang akan diberikan kepadaku setelah lulus sekolah sehubungan kelulusan kami yang menanti 2 bulan kedepan. Tentu aku akan membicarakan dulu dengan keluargaku, walau sebenarnya aku ingin bekerja dahulu. "Ta....." kurasakan seseorang memegang tanganku
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN