Hold my Hand, Stay Beside Me

423 Kata
"Ta....." kurasakan seseorang memegang tanganku Pertama kali kudengar nathan memanggil namaku. Aku membalikkan tubuhku menghadap nathan. "gw minta maaf untuk kejadian hari ini" "aku tahu kamu lama tinggal di luar negeri, tapi kamu harus sadar kamu sedang tinggal dimana. kita bahkan tidak terikat hubungan yang membuat kamu dapat melakukan hal itu padaku. apa karna aku miskin aku terlihat murahan dimata kamu" "ga bukan begitu, gw..." "stop nath, kita lupain aja kejadian itu. mengingat hal itu aku jadi merasa murahan" "lo ga murahan ok, gw minta maaf............gw mau lo jadi pacar gw" nathan menggemgam kedua tanganku "mulai saat sebelum gw cium lo, lo udah jadi pacar gw jadi lo ga perlu merasa menjadi perempuan murahan. saat gw cium lo hari ini, itu adalah ciuman seorang pacar" lidahku kelu, tidak tahu harus berkata apa. ini pertama kalinya seorang laki-laki menginginkanku menjadi pacar. "kamu ga perlu jawab, kamu hanya tinggal merasakannya. Today you're officially my girlfriend" nathan menggandeng tanganku menuju mobilnya. "rumah lo dimana?"  "kenapa" "yah mau gw anter lah, apa lagi memang?" "ga perlu, antar aku sampai halte bus saja" aku beranjak turun dari mobil nathan, masih diliputi rasa bingung apakah ini nyata atau sekedar mimpi. Nathan meraih tanganku, memajukan tubuhnya CUP......nathan mengecup keningku "hati-hati dijalan" lalu nathan melepaskan tanganku Aku memutar-mutar tubuhku diatas kasur, kejadian hari ini benar-benar tidak bisa membuat tidurku nyenyak. Sejujurnya ada rasa bahagia karena akhirnya ada seseorang yang menginginkan aku menjadi pacar, tetapi ada rasa curiga juga apakah mungkin lelaki seperti Nathan yang tampan dan bisa mendapatkan perempuan manapun disekolah hanya tinggal menunjuk saja tiba-tiba menjatuhkan pilihannya pada diriku yang sangat tidak pantas.  Entahlah aku akan melakukan seperti yang Nathan katakan, untuk merasakan saja. Bukankah rasa itu timbul dari dalam hati dan hati tidak pernah berbohong.  Turun dari bus, ku lihat mobil nathan sudah terparkir dipinggir jalan "masuk" nathan memintaku masuk kedalam mobilnya Perjalanan singkat kami menuju sekolah hanya dipenuhi oleh hening, sampai kami tiba ditujuan. "Ta, gw minta no HP lo"  "untuk" "ya untuk telepon lo lah, besok malam minggu. Tomorrow our first SatNight date" nathan memberikan HP nya, dan aku mengetikkan no HP ku. Aku turun dari mobilnya, tak lama kurasakan tangan seserang menghampiri tanganku. "nathan" aku berusaha melepaskan tanganku, namun nathan justru menyelipkan jemarinya dengan jemariku saling bertautan. Semakin sulit bagiku melepaskannya, kulihat banyak mata memandang ke arah kami. Aku tentu saja merasa gugup, insecure, anxiety semua campur aduk. Namun satu suara tepat ditelingaku yang membuat aku merasa tenang "I'm here baby, trust me and don't worry about anything. Just hold my hand and stay beside me"
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN