Mr. Yes No

388 Kata
"Pagi semua"  "Pagiiiiii Ms. Sonya" "Perkenalkan ini teman baru kalian, silahkan kamu memperkenalkan diri"  Semua murid di kelas XII.A memperhatikan seorang laki-laki tampan dengan tinggi badan sempurna dan mata hazel yang berdiri disamping bu sonya seakan mereka terhipnotis dengan ciptaan Tuhan yang indah ini. "Morning...nama saya Nathan Green" laki-laki itu memperkenalkan dirinya dengan singkat dengan suara baritonnya yang membuat para gadis dikelas semakin terpesona. Sang guru pun baru menyadari bahwa perkenalan itu sudah berkahir setelah ia menunggu kelanjutan kata-kata Nathan selama 3 menit namun laki-laki itu ternyata memang pelit bicara. "Ok...murid-murid jika ingin lebih mengenal nathan kalian bisa melanjutkan perkenalan kalian setelah jam pelajaran" "Nathan kamu bisa duduk dibangku belakang dengan David" Ms. Sonya menunjuk bangku yang akan menjadi tempat duduk Nathan selama 6 bulan ke depan.  "Ta, tukeran bangku lagi ya sama gw" merry meminta lytha untuk pindah Lytha segera menuruti kata-kata merry. Dulu merry sendiri yang meminta posisi duduk tersebut kepada lytha karena dekat dengan jendela yang mengarah ke lapangan basket. Merry ingin duduk disana karena bisa memandangi para lelaki tampan yang sedang bermain basket apabila ada pelajaran yang membosankan sedangkan lytha memilih bangku itu karena ingin bisa bersender menyamping ke tembok karena lytha sering lelah karena sering membantu ibunya menjahit manik-manik pada kebaya sebagai pernghasilan tambahan. Tapi lytha sangat tidak mau memperdebatkan hal itu karena baginya pasti merry akan menang karena akan banyak yang membela daripada dirinya. Ketika sekarang merry ingin berpindah lagi karena ingin bersebelahan dengan nathan ada sedikit rasa perlakuan semena-mena merry terhadap dirinya namun lytha segera menepis 'ah bukankah ini bagus, aku bisa bersandar kembali di dinding ini' gumam lytha yang tidak ingin dirinya penuh kebencian. Merry terus memandangi Nathan. Lytha yang memperhatikannya menjadi geli sendiri 'mungkin ini yang akan dilakukan orang jika benar-benar jatuh cinta'. Saat jam pelajaran sains selesai sambil menunggu guru berikutnya masuk hampir semua gadis mendatangi nathan untuk berkenalan dan mengajak dia berbincang sekedar mencari informasi lebih mengenai dirinya. Lytha tentu saja hanya diam bersandar pada dinding sambil menatap dedaunan yang ada di dekat lapangan. Ditengah lamunannya masih sayup-sayup terdengar pembicaraan teman-temannya dengan nathan dan ternyata lelaki itu hanya menjawab dengan kata Yes dan No. Lytha hanya mengasihani teman-temannya yang tetap berusaha keras walau nathan nampak cuek dan malas meladeni. "Gila tuh anak bikin gw makin penasaran" ucap merry  Lytha mengeleng-gelengkan kepalanya 'kenapa lelaki seperti itu mereka gemari'
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN