Pertemuan Kembali

460 Kata
Hari ini adalah pertemuan pertamaku dengan Nathan setelah bertahun-tahun. Gugup, tentu saja tidak. Tujuan utama aku bertemu dengannya tentu saja masalah pekerjaan untuk itu aku akan seprofessional mungkin. Aku tidak akan mengizinkan masalah pribadiku tercampur dengan pekerjaan. Tujuan keduaku adalah menunjukkan padanya bahwa aku bahagia tanpanya. Aku putuskan untuk makan siang didekat perkantoran Nathan sambil menunggu waktu meeting. Pandanganku teralih pada sepasang wanita dan pria, sang pria merangkul bahu sang wanita dengan sangat posesif. Lelaki tersebut adalah nathan dan si wanita tentu saja Jenny siapa lagi. Ciiih...mereka tampak bahagia. Pastinya meeting hari ini aku akan tampak seperti obat nyamuk. Namun ternyata salah.  "Bu Lytha silahkan masuk, Pak Nathan sudah menunggu didalam" ucap sekretaris manis bernama Pinkan Saat aku hendak masuk, aku berpapasan dengan Jenny "Hi Lytha" Jenny menyapaku "Siang Bu Jenny, anda ingin keluar" "Iya, saya ada keperluan" Jenny memamerkan senyum cantiknya Tok..tok..tok "masuk" suara itu masih membekas ditelingaku Kulangkahkan kakiku, tampak seorang pria tengah mengecek berkas-berkasnya. Lelaki itu tampak membulatkan matanya saat melihatku. Ciiih....untuk apa kaget melihatku, aku tidak akan meminta pertanggungjawaban dari seorang pria yang tiba-tiba menghilang dan tak pernah memberi kabar. Lelaki sampah. Tapi aku tidak dapat membohongi diriku bahwa getaran itu masih ada berapa kalipun aku berusaha untuk meredamnya ditambah He grew up damn well. Tubuhnya bertambah tinggi, lebih maskulin, otot yang terbentuk sempurna nampak dari luar kemeja slim fitnya. Ah...apa yang aku pikirkan. Aku menghampirinya "Siang Pak Nathan" aku mengulurkan tanganku "Siang Bu Lytha" dia pun menjabat tanganku. "Lytha, how are you" ujarnya saat kami menyelesaikan meeting "I'm totally great, thank you sudah percaya menggunakan jasa KAP saya" ujarku seraya bangkit dari sofa "Do you miss me?" what the f**k, bagaimana mungkin dia masih dengan percaya dirinya mengatakan hal itu padaku "I do miss you, long time ago. But now only hatred left. Saya harap pertemuan kita hanya membahas masalah pekerjaan. Senang bekerja sama dengan anda Mr. Nathan Green" Aku melangkahkan kaki meninggalkan ruangan. Nathan Aku kaget saat melihat sosok yang menghilang bertahun-tahun itu, tidak kusangka dia benar-benar wanita itu. Kulihat dia bertambah cantik dan dewasa 'she is freaking hot'. Ada getaran aneh yang aku rasakan kembali saat tangan kami bertemu. Tak kudapati cincin yang kuingat pernah aku sematkan dijari manisnya, namun ada rasa lega juga bahwa artinya dia sedang tidak terikat hubungan dengan siapapun. Namun dia tidak seramah Lytha yang aku ingat dahulu, she was like never ever knew me. Ada sedikit kesal dan kecewa yang aku rasakan, bahkan pembicaraan kami benar-benar hanya masalah pekerjaan. Damn, sombong sekali wanita itu. Wajahnya teringat jelas di ingatanku, but hell she was like ignored me even sha said she hated me. Aku meremas kaleng beer yang kupegang "How dare you, you will see what can i do to make you never forget me for your whole life"
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN