My Happiness Provider

496 Kata
Aula sekolahku sudah disulap menjadi tempat yang mewah dan spektakuler untuk acara prom malam ini. Aku memakai gaun berwarna peach yang dibelikan Nathan 2 hari yang lalu. Memasuki gedung dengan jemari yang saling bertaut dengan Nathan. Bersama Nathan aku merasa bahagia dan melupakan sejenak permasalahan hidupku. Lelaki diluar ekspektasiku, menawarkan kebahagiaan, kenyamanan, dan kehangatan yang belum pernah aku rasakan. "kamu kenapa" tanyaku ketika kulihat Nathan kembali dari toilet dengan wajah menahan amarah. Ku usap lengannya untuk meredakan emosinya. "kamu mau pulang aja nath?"  "ga keberatan beib?" aku menggelengkan kepalaku tanda menyetujui untuk pulang lebih awal, karna pada kenyataannya aku juga kurang nyaman berlama-lama di acara mewah seperti ini. Kami berlari menuju mobil nathan karena hujan turun walau tak terlalu deras. Nathan melajukan mobilnya ditengah hujan yang ternyata semakin deras hingga tiba-tiba mobil nathan mengalami masalah. Nathan turun untuk mengecek mobilnya. "ada masalah apa?" tanyaku saat nathan kembali ke mobilnya, aku mengambil tissue menghilangkan air yang membasahi wajah tampannya. "sepertinya mesin bermasalah" kulihat dia menelpon seseorang dan tak lama seseorang mengetuk kaca mobil Nathan. Nathan bertukar kunci mobil dengan orang tersebut. "kita ganti mobil beib" Nathan mengajakku naik ke mobil yang dibawa oleh orang tersebut. "beib tidak apa-apa kan gw ajak ke suatu tempat, tapi agak jauh. Gw mau ngerayain kelulusan kita" "ga apa-apa, kita kan tadi pulang awal jadi masih banyak waktu" Nathan memintaku untuk menutup mata saat kami tiba disebuah kamar apartment. Kudengar nathan menekan tombol yang mungkin password apartment itu. "Buka matanya" aku membuka mataku, kulihat kamar mewah dipenuhi balon-balon. Mataku tertuju pada tulisan " Congratulations -Lytha & Nathan Graduation-", Nathan membawaku menuju meja makan dengan dua buah kursi beserta cake dengan miniatur kami diatasnya. "You did a great Job baby, congrats for your achievement" Ahhh aku ingat bahwa aku mendapatkan score tertinggi dalam kelulusanku. Nathan memelukku, mataku berkaca-kaca untuk apa yang dia lakukan.  "Ta, kamu kenapa" aku semakin terkejut, ini pertama kali dia menyebut namaku "ta" "kamu" dua kata yang tidak pernah kudengar darinya "kamu lelaki pertama yang berbuat hal seperti ini padaku Nath, hari ini juga kamu menyebut namaku" aku memelukknya, ini adalah kelulusan yang sangat indah yang pernah aku rasakan.  "We should celebrate with happiness, tears not allowed here" Nathan mencium puncak kepalaku dan mengusap bahuku. "ayo kita potong kue" kami menyatukan tangan kami memotong kue "ahhh Nathan" aku mendengus saat nathan memoles pipiku dengan cream cake. Baru aku bangkit dari dudukku untuk membalas Nathan dia sudah memegang tanganku. Dia menjilat cream cake yang ada pada telunjukku. "kamu bahagia" nathan membawa tanganku ke arah pinggangnya "sangat" kataku dengan senyuman kebahagiaan.  SLREEEEP, nathan menjilat pipiku yang ternoda oleh cream cake hasil kejahilan nathan. Kami saling menatap, kurasakan nafasnya semakin dekat kewajahku. Nathan mencium pipiku kemudian beralih ke bibirku, melumatnya dengan lembut aku ciuman nathan. "hummmp" kami melepaskan ciuman saat mulai kehabisan oksigen. Kami tersenyum dan kembali berpelukan. BAHAGIA, kata yang mewakili perasaanku saat ini. Aku beruntung menjadi pacarnya, hal yang aku ragukan pada awalnya. Namun saat ini, dia adalah "My Happiness Provider"
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN