"Lets celebrate one more time Beib" Nathan mengambil botol yang ada dimeja, menggoyang-goyangkannya kemudian membuka tutup botol tersebut. Air dari dalam botol tersebut keluar bagai air mancur dengan busa-busa pada pinggiran botol.
"yeeeaaaah" serunya dengan tawa riang yang menular kepadaku. Nathan memegang kedua tanganku, berlarian menyusuri setiap ruangan yang ada pada apartment itu, berputar-putar dan berhenti saat kepala kami mulai pusing. Menjatuhkan diri diatas bed king size yang jauh lebih nyaman dari kasur di rumah kontrakan kami.
Kami saling berpandangan "Beib this is the best party i ever had" Nathan kemudian memelukku " because i'm with you" mencium keningku, kemudian turun ke bibirku. Aku kembali larut dalam ciumannya yang lembut namun lambat laun menuntut. Merasakan nafasnya ditelingaku "you're not alone, lean on me when you're tired of life" aku semakin memeluk nathan erat, aku meneteskan airmata. Sedih tentu saja bukan ini adalah airmata kebahagiaan yang kurasakan setelah sejak lama terasa mati.
"hei...hei why are you crying" nathan melepaskan pelukanku dan mengusap airmataku dengan ibu jarinya. "thank you, aku sayang kamu" ku arahkan wajahku dan menciumnya. Pertama kalinya dalam hubungan kami aku memiliki keberanian untuk menciumnya terlebih dahulu. Nathan membalas ciumanku, menahan tengkukku agar ciuman kami semakin dalam.
"hemmmmm..." lenguhku tak tertahan saat nathan mencium leherku "let us stay together for the rest of our lives" ucapan Nathan berbisik ditelingaku yang menyentuh sampai kedasar hatiku. Bibir kami saling berpagutan hingga suara pagutan kami terdengar kencang.
"Beib, do you trust me?" suara nathan semakin berat
"emmmm,,,,aku percaya kamu Nath" aku semakin tidak dapat menahan gelanyar aneh saat merasakan nafasnya ditelingaku dan sentuhannya pada belikatku.
Tangan nathan meraih seleting belakang gaunku, menurunkan gaunku. Nathan membuka kemejanya, otot perut dan lengannya membuat darahku semakin terasa panas. Aku terpesona oleh sosok lelaki yang ada di hadapanku. Aku menutup mata saat nathan menurunkan celananya.
Aku membuka mataku saat mencium keningku. Saat nathan mencium bibirku aku menutup mata merasakan sentuhan bibirnya di bibirku, tulang selangka dan "emmmmmh" desahanku tak tertahan saat nathan memainkan tangannya di payudaraku. Desahanku semakin tak tertahankan saat nathan mengulum p****g payudaraku. menciumi seluruh tubuhku. Aku merasakan sesuatu dalam tubuhku memaksa keluar dan merasakan gesekan benda tumpul pada vaginaku.
"Sorry, I can't handle it anymore, you make me turn on" nathan seakan tau apa yang ada dipikiranku
"Trust me baby. i will never leave you. May I?" ku anggukkan kepalaku karena akupun sudah tak dapat mengendalikan keanehan dalam tubuhku yang baru kurasakan pertama kali.
"It will hurt for beginning, but i'll do slowly. Kamu boleh lakukan apapun dengan tubuhku kalau kamu kesakitan" Nathan menciumku, meraih kedua kakiku....
"ahhhh....sakiiiit....awwwhhh" aku menggigit pundak nathan saat p***s nathan memasuki vaginaku. Perih itu yang aku rasakan saat barang tumpul itu memasukiku untuk yang pertama kali. Nathan menahan sebentar pergerakannya seakan tahu rasa sakit yang tengah aku rasakan.
"sssshhhh....aaahhhhh" aku mencengkram lengan nathan saat dia mulai mendorong lebih dalam penisnya. Semakin lama rasa sakit itu hilang, aku mulai merasakan kenikmatan luar biasa dalam tubuhku.
"ahhhhhh" kami mendapatkan pelepasan bersama-sama entah untuk yang ke berapa kali. Nathan merebahkan tubuhnya disampingku.
"thank you beib, i love you" mencium keningku, memelukku, menarik selimut untuk menutup tubuh kami.