Baby is Born

372 Kata
NATHAN "Jennn bertahanlah" Aku membaringkan Jenny dipangkuanku. Kulihat darah mengucur dikakinya walau tidak banyak namun membuatku bertambah panik. "Naaathhh...sakiiiit" katanya lirih "Iyaa aku tahu" aku memegang tangannya "Pak agak cepat ya" aku meminta supir untuk melaju lebih cepat Untungnya jarak rumah sakit tempat Jenny biasa periksa tidak terlalu jauh dari kantorku, aku sengaja memilih rumah sakit itu agar apabila tiba-tiba terjadi sesuatu dengan Jenny aku dapat segera sampai ke rumah sakit itu. Aku menemani Jenny di ruang bersalin. Dokter mengatakan Jenny bisa melahirkan secara normal. "Nathh...aaahhh...aku taakut" peluh sudah memenuhi seluruh tubuhnya "Kamu ga perlu takut, ada aku. Kamu ikuti semua instruksi dari dokter" Aku membelai rambutnya Ini pertama kali aku menyaksikan persalinan secara langsung, aku meringis setiap kali Jenny mengeden berusaha mengeluarkan bayinya. Cakaran Jenny pada tanganku tidak seberapa jika kulihat wajahnya memerah.  Oeeek...oeeekkk...oeeekk tangisan bayi kudengar Mari pak silahkan dipotong tali pusatnya. Aku memandang Jenny dan mendapat anggukan darinya. Tanganku bergetar memandang bayi merah dihadapanku. Aku memotong tali pusatnya. Menggendongnya dan memperlihatkan pada Jenny. Kulihat Jenny menangis. "Kau berhasil Jen" aku mencium puncak kepala Jenny, ada rasa haru yang kurasakan.  Tiba-tiba aku teringat Lytha 'kau keterlaluan, untung bayi ini selamat karena jika terjadi sesuatu pada bayi ini sudah pasti aku akan mebuatmu menderita" LYTHA "Buuu...bu Lytha" kurasakan tangan seseorang menepuk-nepuk pundakku. "heeemm" Aku membuka mata. "Kenapa ibu duduk di lantai" aku mengedarkan pandanganku. Menyadari bahwa aku masih dikantor Nathan.  "Pinkan" ucapku mengenali wanita yang menepuk-nepuk pundakku barusan. Aku mencoba berdiri dibantu oleh Pinkan "Ibu tidak apa-apa?" mungkin wanita itu bingung menemukanku dalam kondisi seperti ini "Aku baik-baik saja, mungkin aku terlalu lelah sehingga ketiduran"  "Ibu aneh ya, cape bisa sampai tertidur dengan posisi seperti itu. Hampir saya telepon rumah sakit loh kalau tadi ibu tidak bangun-bangun" wanita itu tersenyum Aku melihat jam tangan 'sekarang pukul sembilan malam, berarti aku tidak sadarkan diri cukup lama' "By The Way kenapa kamu disini?" tanyaku yang penasaran, karena ini sudah hampir malam "Ooh aku kesini ingin mengambil laptop dan berkas-berkas pak Nathan. Karena dia akan bekerja dari Rumah Sakit untuk beberapa hari ini" jawabnya "Oooh kenapa?" aku pura-pura tidak tahu, sejujurnya aku ingin mendapatkan info mengenai Jenny dan bayinya "Bu Jenny baru saja melahirkan" 'syukurlah' kurasakan lega dalam diriku mengetahui Jenny dan bayinya selamat.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN