Penjambretan

351 Kata
LYTHA "udah selesai"  "iya...maaf ya aku jadi nyusahin kamu" aku mengembalikan jacket nathan ke pangkuannya "no worries" nathan mengulurkan tangannya membantuku berdiri "kamu ada yang kelupaan beli sampai kamu kembali lagi?" tanyaku berusaha bersikap biasa saja seolah tidak pernah ada adegan menangis tadi "engga...eh iya"  "apa...mungkin aku bisa bantu mencarikan" "hmmmm....spatula" "spatula....oh aku tahu tempatnya. Tapi mungkin kualitasnya tak sebanding dengan brand-brand ternama" "ga apa-apa sih" jawab nathan singkat lalu mengikutiku Setelah kami mendapatkan yang nathan perlukan kami berjalan menuju jalan keluar pasar, pasar yang semakin ramai membuat tubuhku yang mungil sering terhimpit membuatku bagai hilang dikerumunan. Aku mulai kehilangan keberadaan nathan sampai kurasakan hangat genggaman seseorang. Lelaki kedua yang menggemgam tanganku setelah ayahku, ada rasa aman, nyaman, hangat dan diperhatikan. Kami sampai dipintu keluar pasar. "thank you" nathan melepaskan genggaman tangannya dari tanganku sambil mengangkat spatulanya "sama-sama" seperti kehilangan, saat nathan melepaskan tanganku. Entah mengapa bagai kehilangan kekuatan yang kudapatkan dari genggaman tangannya. Kami pun berpisah menuju arah kami masing-masing.  Peristiwa di pasar traditional itu semakin membuatku merasakan kehangatan disamping sikapnya yang dingin. Hatiku terisi oleh hal yang aku juga tidak mengerti apa namanya. Entah kenapa akhir-akhir ini aku sering bertemu dengan Nathan diluar sekolah, di satu sisi aku senang karena aku lebih leluasa dan menjadi diriku sendiri tanpa memikirkan apa kata teman-temanku di sisi lain ada sesuatu yang tumbuh dihatiku untuk dia. Seperti saat ini aku yang kembali bertemu dengannya di salah satu toko buku bekas yang terkenal.  "kamu nyari buku apa nath?" "belum tau, sambil liat-liat aja" Jambreet jambreeet....suara teriak seseorang "aaaahhhhhhh" tubuhku terjatuh dan menabrak besi tua akibat seseorang mendorongku dari belakang Kulihat nathan berhasil menahan orang tersebut yang ternyata adalah jambret. Petugas keamanan yang kebetulan tidak jauh dari arah belakang pencuri segera mengamankan agar tidak terjadi amukan massa. "aaaawwwww" kurasakan nyeri pada bagian punggungku saat aku hendak berdiri "punggung lo berdarah" nathan menunjuk arah punggungku. Aku sedikit panik kemudian Nathan memegang bahuku dan membawaku ke arah parkiran, setelah didapati mobilnya nathan membantuku masuk ke mobilnya. Nathan mencari kotak P3K dimobilnya. "hmmmm...gw mau obatin luka lo, tapiiii" nathan tampak menimbang-nimbang "mau ga mau lo harus buka baju" 
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN