"hmmmm...gw mau obatin luka lo, tapiiii" nathan tampak menimbang-nimbang
"mau ga mau lo harus buka baju"
Aku merasakan jantungku berdetak lebih cepat dari biasanya. Bingung harus berkata apa, aku terus menggaruk ibu jariku dengan jari telunjukku hal yang selalu aku lakukan ketika aku gugup atau marah dan kali ini aku melakukannya karna gugup.
"heii...heii" aku terkesiap saat nathan menjentik-jentikkan jemarinya
"a...aku akan mengobatinya dirumah, sepertinya bukan luka yang besar" ucapku terbata-bata
"gw tau ini bukan luka besar, masalahnya gw tadi liat besi yang ngelukain lo itu besi tua. lo ga takut infeksi apa?"
"mmmm a...aku....mmm"
"lo ga usah pikir macem-macem, gw udah sering liat cewe cuma pake bikini di aussie jadi gw ga mungkin lah ngapa-ngapain lo"
"ngapa-ngapain gimana maksudnya?"
"ya udah lah terserah lo, cape gw. biarin aja punggung lo busuk karna infeksi"
"iih jangan nanti ibuku sedih"
"makanya cepetan deh, lo buka tuh kemeja lo"
"i...iya" aku membuka kemejaku dan menurunkannya sebatas dada
"lo hadap jendela aja"
"gw tarik agak ke bawah ya" aku hanya menganggukkan kepalaku, kurasakan sentuhan nathan di kulit punggungku saat dia menarik agak ke bawah kemejaku. hal aneh yang akhir-akhir ini kurasakan ketika berada didekat nathan menyapaku kembali. Aku berusaha menetralkan degup jantungku dengan mengalihkan perhatianku memandangi pemandangan diluar jendela mobil.
"aaawww" aku merasakan perih akibat alkohol yang digunakan untuk membersihkan lukaku
"tahan, paling sebentar"
"vuu...vuu...vuu" nathan meniup-niup bekas lukaku, bulu kudukku meremang merasakan hembusan nafasnya. tubuhku melemas 'aku kenapa ini' tanganku lemas terjatuh kepangkuanku. kurasakan nathan memegang pundakku sehingga tubuh kami saling berhadapan.
"lo ke...." ku lihat matanya membulat
"ehm lo kenapa sih gw panggil-panggil ga nyahut" nathan melanjutkan kata-katanya yang sempat terputus
"kamu panggil aku, ka..kapan?" kulihat nathan mengambil napas dan membuangnya
"lupain aja, dah selesai tuh. lo bisa kancingin baju lo"
Saat aku mau mengancingkan kemejaku, aku tersadar bahwa aku sudah tidak memegangi lagi kemejaku. Itu berarti saat aku berhadapan dengan nathan barusan dia melihat setengah bagian tubuh depanku. aku buru-buru mengancingkan kemejaku mengambil tote bag ku.
"tha...thanks nat" aku segera keluar dari mobil nathan
Aku berlari meninggalkannya, ini sangat memalukan. pantas kulihat mata nathan membulat dan sekarang aku mengetahui alasan dibalik itu semua. Kegugupanku membuat aku nampak seperti orang bodoh yang kehilangan setengah fungsi otaknya.
'Nathan melihat d@daku' aku memukul ringan kepalaku 'bodoh...bodoh...bodoh'