“Kau me-ngetahuinya?” Tanya Tabah terkejut. Clara mendengus mendengar ucapan Tabah. Ditatapnya Tabah dengan raut wajah kecewa dan terluka. Tabah mendadak terasa kering kerongkongannya. Rasa bersalah langsung saja menghinggapi dirinya. Maksud hatinya membuat Desi dan dirinya tidak berada dalam kubangan dosa lagi justru menyakiti perasaan Clara. Tabah menarik napas dalam-dalam, lalu menghembuskannya dengan keras. “Cla, aku minta maaf. Namun, percayalah walaupun aku dan Desi menikah tetap saja kau adalah istri pertamaku!” Suara tawa bernada sinis lolos dari bibir Clara. Hatinya sakit dan marah mendengar apa yang dikatakan oleh Tabah. “Untuk apa menjadi yang pertama, kalau tidak dicintai dan dihargai! Lebih baik aku mundur dan menghilang dari hidupmu daripada diriku terus menderita kare

