BAB 99 KENYATAANYANG MENYAKITKAN

1395 Kata

“Kapan kamu menyadarinya?” Tanya Tabah, sambil menerima kertas yang disodorkan Desi ke tangannya. . Terdengar suara isak tangis dari Desi begitu memilukan. Namun, Tabah sendiri tidak bisa menenangkan Desi. Dirinya sendiri syok mendengar berita yang baru saja disampaikan Desi. Dan hal itu sontak saja membuatnya berpikir, bagaimana dengan dirinya? Apakah ia sekarang ini juga sama, seperti Desi? “Aku sudah pernah mengatakan kepadamu, kalau aku sakit. Aku juga sudah lima tahun lebih mengalami penurunan berat badan, tetapi hal itu kuanggap biasa saja,” sahut Desi. Tabah menimbang-nimbang kertas yang ada di tangannya, tanpa ada keinginan sama sekali untuk membacanya pada saat ini. Dipejamkannya kedua mata mencoba untuk menghalau kekalutan yang melanda dirinya. Hanya ada keheningan di ant

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN