Malam itu, gue masih duduk di atas sajadah dengan masih menggunakan mukena. Ketika bacaan ngaji ini sampai di ujung ayat, sebuah panggilan, masuk ke HP gue yang letaknya di atas nakas. Gue menghentikan sejenak kegiatan itu, melihat ponsel yang sekarang terpampang nama mama di layarnya. Segera saja gue jawab panggilan itu. Malam ini mama sedang berkumpul bersama rakan-rakan arisannya di luar. "Halo, assalamualaikum, Ma?" "Waalaikumussalam, Nan. Ini Tante Tyara." "Oh, Tante Tyara, ada apa, Te?" "Tolong kamu ambil pesenan mamamu di rumah tante, ya. Tadinya mau tante bawa, malah ketinggalan. Glen juga dari tadi ditelepon nggak diangkat. Kata mamamu suruh kamu yang ngambil ke sana." Gyut, rasanya d**a ini. Saat-saat begini, kenapa ada saja sesuatu yang mengharuskan untuk bertemu dengann

