Hari-hari kembali berlalu dengan sangat normal, sungguh tak ada lagi hari spesial dalam hubungan kami. Persahabatan itu tak pernah lagi terasa manis. Jarak yang berarti menjadi penghalang kami. Gue tak pernah menyesali hal itu. Justru rasa syukur banyak gue rasakan. Sudah setahun lamanya hati ini pulih. Tak ada lagi air mata dan pikiran yang berat sebab memikirkannya. Juga, sudah banyak hal yang berhasil gue raih. Waktu menunjukkan pukul 9 pagi. Gue sudah menginjakkan kaki di kampus. Sebuah universitas terbaik yang berada di kota ini. Kehidupan kampus ternyata tidak semudah yang gue pikirkan. Banyak hal yang harus dikerjakan dan dipahami sendiri. Belum lagi harus kejar dosen untuk menembus ketertinggalan mata kuliah. "Nan!" Suara panggilan yang selalu terdengar memaksa tak bisa gue hin

