“ kamu kenapa raa? “
“ gak tau gaa ,
Kenapa bisa gini sih.
Mana Banyak banget lagi. “
Umpat arra sembari mengusap cairan merah dengan tissue yang di berikan oleh gara.
Arra sendiri merasa kebingungan atas apa yang terjadi kepada dirinya.
Namun seketika gara teringat dengan apa yang terjadi kepada arra saat ia mencoba untuk menolong nya.
Ia sempat melihat jika ada nya cairan merah yang keluar dari lubang hidung arra dan sebab itulah yang sontak membuat gara seperti menjelma menjadi sesuatu yang juga sangat ia pertanyakan.
Gara memejamkan matanya sejenak ,
Lalu berucap sesuatu yang entah dia sendiri pun tak mengerti apa arti dari kalimat tersebut.
Setelah nya gara menempelkan ibu jari tangan kanan nya pada kening arra ,
Tepat nya pada sela antara dua alis arra.
Ia menekan nya perlahan dan seketika cairan itu pun terhenti dan tidak keluar lagi.
Arra mengerutkan dahi nya ,
Dan terpancar selarik senyum arra yang terjuntai indah.
“ you know ,
You is a miracle. “
Tegas arra sontak membuat gara juga menyudutkan kedua ujung bibirnya untuk tersenyum bahagia.
Senyuman yang hampir empat tahun terakhir ini tak pernah gara aematkan lagi pada bibirnya.
Dan kini senyuman itu hadir kembali semenjak adanya arra ,
Wanita yang sedikit misterius untuk kehidupan gara , wanita yang tak tau mengapa tak bisa gara lepaskan melalui pandangan nya.
Namun ia sendiri masih belum berani untuk mengisyaratkan semua itu di dalam perasaan nya.
“ oh ya ,
Makan yuk...
Aku udah masak tadi , ya walaupun gak yang terlalu spesial sih. “
Jelas arra sambil berjalan menuju meja makan ,
Yang ternyata semua nya sudah tertata rapi di atas meja tersebut.
Lalu seketika gara mengingat jika ia pun juga mmebawakan sesuatu untuk arra dan mungkin masih ia tinggalkan di dalam mobil.
“ tunggu-tunggu ,
Aku lupa sesuatu. “
Ujar nya kemudian berlari kearah luar rumah arra dan menuju ke mobilnya untuk mengambil sesuatu barang yang sudah ia beli untuk arra.
Setelah nya gara pun kembali ke dalam rumah arra.
“ buat kamu. “
Jelas nya membuat arra mengerutkan keningnya.
“ apa ini. “
“ buka saja. “
Dengan sembirat senyuman nya arra mengambil satu kotak makanan favoritnya yang sengaja gara beli saat melakukan perjalanan menuju rumah arra.
“ kamu kok tau sih gaa. “
Gara hanya tersenyum mennanggapi ucapan arra.
“ makan lah ,
Masakan mu aku yang makan.
Oke. “
Jelas gara yang kemudian melahap makanan yang sudah ada di hadapan nya saat ini.
Dan betapa bahagia nya gara saat melihat arra yang begitu bahagia dengan makanan yang sedang di santap nya.
○
Lima belas menit berlalu ,
Akhirnya arra dan juga gara sudah menyelesaikan makan malam mereka yang terbilang cukup klasik.
Kini mereka sedang menikmati acara televisi ,
Dan entah tak tersadar sama sekali jika ada sesuatu yang sedang mengintai keberadaan mereka berdua.
Setidaknya arra masih merasa begitu aman ketika melihat gara masih berada di samping nya dan tak menghiraukan sosok tersebut.
Tapi kemudian ia pun berpikir bagaimana jika nanti gara pulang dari rumah nya ,
Apakah sosok itu akan masih terus berada disana dan mengintai dirinya.
Sosok yang sama yang ia lihat beberapa kali saat menyerang gara.
Benar-benar suatu teka-teki yang membuat arra sendiri merasa tertegun saat mengetahu suatu kenyataan yang menurut nya sih belum tentu benar.
Namun ada segi perasaan percaya pada dalam dirinya yang tak bisa ia pungkiri ,
Dan ia pun juga masih belum mampu berkata kepada gara.
“ kamu sendirian tinggal disini raa? “
Tanya gara memecah keheningan mereka.
Arra hanya mengangguk pelan.
“ gak takut?
Apalagi kamu kan bisa tembus pandang. “
Sontak arra mengalihkan pandangan nya kearah gara dan mengubah posisinya untuk menghadap pada gara.
Ia menaikkan kedua kakinya hingga bersila.
Kemudian memakan cemilan yang ada di dalam pelukan nya.
“ tadinya aku takut banget.
Tapi lambat laun semua nya biasa buat aku.
Ya kayak kehidupan pada umumnya. “
Jelas arra yang membuat gara mangut-mangut seperti paham dengan apa yang di katakan oleh arra.
“ tapi aku kadang sebel banget sama yang gak bisa di bilangin gaa. “
Timpa arra lagi.
“ maksudnya. “
“ eumb ,
Kadang ada yang minta bantuan buat nyampein sesuatu yang belum mereka sampaikan kepada orang terkasih nya.
Pernah aku mencoba membantu salah satu dari mereka dan ternyata semua keluarga nya sudah tak ada semua.
Tapi ia masih bersikekeh jika aku harus menemukan keluarga nya lagi.
Lalu aku harus berbuat apa coba gaa , bayangin deh... “
Jelas arra yang terhenti sejenak ,
“ aku sampe muak gaa di uber-uber setiap hari.
Dan akhirnya aku memutuskan untuk mencari paman ku yang ada di lituania untuk menghilangkan sosok yang mengejar ku itu.
Dan untung saja bisa. “
Timpa arra lagi dengan memasukan cemilan yang di bawanya ke dalam mulutnya.
“ keren juga kamu raa. “
Arra tersenyum.
“ kamu lebih keren gaa. “
Gumam nya lirih yang masih bisa terdengar oleh gara.
“ maksudnya raa? “
Seketika arra menggeleng hebat ketika menyadari jika gara mendengar apa yang baru saja ia ucapkan.
“ enggak kenapa-kenapa kok. “
Sambil menunjukkan deretan giginya arra kemudian beralih pada cemilan nya dan juga film yang sedang terputar di televisinya.
○
Gara masih berada di temgah perjalanan pulang dari rumah arra.
Sebenarnya gara sedikit merasa sangat berat karena meninggalkan arra sendirian di rumah nya dengan keadaan yang mungkin masih tidak aman untuk arra.
Apalagi arra sendiri juga masih tak enak badan ,
Pikiran gara masih tak tenang , ia benar-benar memikirkan keadaan arra.
Namun entah mengapa perasaan nya benar sangat menginginkan untuk kbali ke rumah arra.
Bahkan dadanya pun terasa begitu sakit saat ini ketika mengingat arra.
Bayangan arra terus saja melintas pada netra gara ,
Dengan seketika gara membanting setirnya dan kembali melajukan mobilnya untuk menuju ke rumah arra.
Gara sendiri sangat tak mengerti dengan firasat hatinya , dan ia berharap jika keadaan arra baik-baik saja dan ke khawatiran nya hanya sebatas dalam pikiran nya saja.
Kini gara sudah sampai lagi di tempat yang ia tuju ,
Dan saat ini gara mulai menyadari jika ada sesuatu yang membuat adanya ikatan batin antara dia untuk arra.
Pintu rumah arra terbuka lebar , dan keadaan di dalam nya sudah tak bisa di ungkapkan dengan kata-kata lagi.
Gara berlari dari arah mobilnya setelah mengetahui apa yang terjadi saat ini ,
Ia bergegas untuk mencari keberadaan arra.
Ia berteriak memanggil nama arra namun tak ada jawaban apapun dari sang empunya.
Bahkan dapur yang tadi terlihat begitu rapi ,
Kini sudah berantakan dan banyak barang yang berserakkan.
Setiap celah di dalam rumah sudah gara cek tapi ia masih belum menjumpai arra , hingga ada suara yang mengejutkan gara dari arah luar rumah arra.
“ permisi...permisi.. ada orang di dalam. “
Sahut seseorang dari luar rumah arra dan sontak membuat gara keluar untuk mencaritahu siapa yang sedang berteriak itu.
“ maaf , anda? “
“ saya tetangga arra ,
Arra ada di rumah sakit di antar sama suami dan anak saya. “
Jawab wanita paruh baya itu.
“ rumah sakit mana ya bu.
Boleh saya tau. “
“ Sakta Junka. “
“ terima kasih. “
Tetangga arra hanya mengangguk menanggapi ucapan gara ,
Dan kemudian gara pun segera menuju ke rumah sakit yang di katakan oleh tetangga arra tadi.
“ apa yang sebenarnya terjadi sama kamu raa? “
Rasa cemas dan khawatir gara semakin memuncak setelah melihat sebuah kejadian yang begitu membuat perasaan nya lebih terasa sakit dan sesak.
◖Bersambung◗