“ gara... “
Teriak arra sembari berlari ke arah gara yang sudah tak bisa berkata apapun.
Namun gara sendiri masih bisa memberikan isyarat kepada arra agar tidak menghampiri dirinya.
Gara masih terus berusaha untuk segera keluar dari lilitan angin yang hanya terpokus kepada dirinya saja.
Pikiran gara sendiri juga tak bisa menela’ah apa yang sebenar nya sedang terjadi sekarang.
Tapi arra seakan tak mengetahui isyarat yang di berikan oleh gara hingga membuat nya lebih terus maju ke posisi gara sekarang.
Lalu seketika langlah arra terhenti kemudian ia seperti terpelanting jatuh dan jauh dari pusat angin tersebut.
Gara merasa geram ketika melihat cairan merah yang keluar dari hidung arra saat ini.
Entah apa yang seakan ingin segera keluar dari dalam diri gara ,
Begitu panas dan serasa ada sesuatu yang ingin segera keluar dari dalam dirinya.
Ia sadar jika dia mulai mengeluarkan erangan yang sangat menakutkan , namun gara sendiri tak bisa melihat apa yang terjadi kepadanya.
Dan lambat laun semua nya terasa gelap karena kabut hitam yang mengitarinya.
Gara memejamkan matanya ,
Tak selang lama ia membukanya kembali dan semua sudah nampak berbeda.
Ia kembali pada penampilan yang sama sekali tak pernah terbayangkan oleh gara ,
Dan lagi-lagi sosok jubah hitam itu muncul yang menyerang gara.
Perkelahian pun terjadi ,
Gara semakin tak mampu berpikir dengan apa yang di lakukan nya kali ini.
Semua begitu tampak nyata tapi gara tak pernah tau apa yang sebenarnya sedang ia lakukan.
Bahkan ia juga bisa mengeluarkan bara api dari kedua tangan nya.
Lalu membakar dua sosok jubah hitam yang berhasil di tangkap nya dan terlihat beberapa dari mereka menghilang begitu saja.
Gara ingin mengejar nya namun seketika langkah nya kembali terhenti dan ia pun seperti kembali ke dunia asalnya ,
Lalu menemukan arra yang masih duduk di teras depan rumah nya sambil meluruskan kakinya.
Arra pun terkejut saat melihat gara yang tiba-tiba ada di hadapan nya.
“ tiba-tiba pergi dan sekarang ada lagi.
Oh tuhan. “
Gumam arra setelah melihat gara yang sudah ada di tempat semula nya tadi sebelum ia tiba-tiba menghilang dengan sendirinya.
“ kamu gak apa-apa raa? “
Tanya gara setelah berlari dan kini ada di samping arra.
Sang empunya hanya menggeleng untuk menanggapi pertanyaan gara.
“ beneran? “
Arra hanya mengangguk kan kepala nya mantap.
“ ayo masuk... “
Tawar arra setelah berusaha berdiri di atas kedua kakinya sendiri.
Dan gara pun kemudian berjalan mengikuti langkah arra yang sudah berjalan memasuki rumah nya.
Gara melihat sekeliling rumah arra yang terlihat begitu klasik sekali ,
Tapi gara sendiri pun gak pernah bisa melihat apa yang seharus nya memang tak bisa di lihat nya.
Ia bukan seperti arra yang mampu menembus masa depan atau pun masa lalu dari netra nya.
“ di dalam aman kok gaa.
Gak kayak tadi di depan.
Resek banget sih mereka sama kamu gaa. “
Gumam arra dengan memberikan segelas minuman dingin untuk gara yang sudah ia siapkan.
Tadi nya arra memang tak ingin keluar dari dalam rumah nya ,
namun lagi-lagi ia melihat adanya sosok yang sedang menghampiri gara yang baru saja sampai di depan rumah nya.
Dan itulah alasan mengapa arra memilih untuk keluar.
Ia sangat terkejut ketika mendapati gara yang sedang dalam bahaya tapi ia sendiri tak bisa untuk membantu.
Pikirannya pun saat itu begitu buntu hingga ia berlari menghampiri gara tanpa tau imbas nya.
Sampai saat ini kepala nya pun masih terasa begitu pusing.
Tapi ia tak mengatakan nya kepada gara.
“ aku sendiri gak paham raa ,
Apa yang sebenar nya mereka mau dan juga bagaimana aku bisa bertaryng dengan mereka.
Sudah dua kali aku mengalami ini raa. “
Jelas gara kepada arra ,
Ia pun menceritakan jika dirinya juga pernah mengalami hal yang sama seperti apa yang baru saja ia alami.
Dan arra sendiri juga memahami semua itu.
“ jujur sih gaa ,
Aku penasaran banget sama mereka. “
Ujar arra membuat gara seketika mengalihkan pandangan nya pada arra.
Gara sendiri pun masih belum menemukan teka-teki tentang semua yang ia alami dan kini arra juga ikut penasaran dengan apa yang sudah terjadi sama gara.
“ aku lebih penasaran sama peti kecil yang pernah aku temuin di kamar kamu waktu itu. “
Timpa ucap arra lagi yang semakin membuat gara juga berpikiran pada benda yang sama seperti apa yang di sebutkan arra.
Namun gara juga masih bingung dengan apa yang harus ia lakukan.
“ belum ada petunjuk pasti sih raa.
Dan aku juga tidak berani menyimpulkan nya.
Sebab dulu papah ku pernah berpesan jika aku bisa membuka peti itu di saat usia ku udah masuk ke usia dua puluh satu tahun. “
Jelas gara.
“ lalu kapan itu gaa? “
“ masih beberapa bulan lagi raa ,
Aku sendiri aja udah gak sabar raa nunggu saat itu. “
Pungkas gara dengan memutar-mutarkan jari nya di atas gelas yang baru saja di minum nya.
Arra hanya bisa mengangguk-anggukkan kepalanya saja ,
Seperti menyetujui juga ungkapan gara tentang dirinya.
Sebab baru pertama kalinya arra juga merasa penasaran dengan suatu hal yang menarik untuk nya.
Karena dulu arra tak pernah berpikir jika ia pun juga akan ikut andil di dalam kehidupan seseorang seperti saat ini.
Rasanya memang nampak aneh ,
Tapi arra sendiri juga merasakan ketertarikkan dengan apa yang menjadi kisag gara.
Apalagi setelah arra melihat sendiri dengan mata kepalanya.
Jika ia melihat sosok yang selama ini ia impikan di dalam diri gara , harimau pelindung keluarga nya dulu yang sering di sebut dengan nama sanggara.
“ lalu apakah papah mu dulu pernah bercerita tentang suatu hal kepada mu gaa? “
Gara hanya menggeleng saja menanggapi pertanyaan arra.
Ia hanya memgingat jika di usia nya nanti saat menginjak dua puluh satu tahun , gara akan mengerti sendiri tentang siapa dirinya yang sebenarnya.
Gara dulu tak pernah ambil pusing soal perkataan papah nya ,
Namun sekarang serasa begitu beda ketika gara mulai mengalami semua hal yang tak mampu di pikir dengan otak yang normal.
Bahkan dulu gara sempat bercerita kepada jimmy dan ia hanya menganggap gara berhalusinasi saja.
Dan meminta gara untuk melupakan semua mimpi yang pernah datang di setiap malam nya.
Tapi setelah adanya arra di kehidupan gara ,
Ia seperti menemukan sesuatu hal yang memang pernah hilang pada dirinya.
Dan yang lebih menantang lagi adalah bagaimana sikap arra yang juga seperti tertarik atas apa yang terjadi dengan gara.
Apalagi beberapa hal yang juga di lihat oleh arra juga.
Ia semakin merasa penasaran tentang teka-teki kehidupan gara yang terlihat sudah lama tak ingin gara sendiri ungkap.
Namun dengan berjalan nya waktu ,
Membuat gara juga ingin membongkar semua rahasia yang tersembunyi hampir selama dua puluh tahun lebih.
Rahasia yang mungkin telah papah nya sembunyikan dari dirinya.
Dan bisa jadi paman nya pun juga mengetahui tentang gara tapi ia lebih memilih diam dan menunggu gara untuk menemukan nya sendiri.
Gara terlihat menghembuskan nafas nya kesal ,
Ia seakan sudah muak dengan sosok yang selalu mengejar nya di dunia mimpi maupun nyata.
Bahkan kini mereka sudah berani menyerang secara nyata juga.
“ tetap semangat gaa..
Pasti ada jalan di balik ini semua. “
Ucap arra sambil menepuk pelan pundak gara seraya untuk menguatkan gara yang memang sudah terlihat begitu tak bersemangat.
Dan gara hanya menanggapi nya dengan anggukkan kepalanya lalu ia tersenyum kearah arra.
Seperti memberi isyarat jika ia baik-baik saja dengan apa yang sudah terjadi kepada dirinya.
“ kamu kenapa raa? “
Tanya gara seketika mengambil beberapa lembar tissu yang ada di samping meja nya setelah melihat ada sesuatu cairan merah yang keluar dari lubang hidung arra.
Sama seperti tadi ketika arra terpelanting jatuh sangat jauh saat ia mau menolong gara.
◖ Bersambung ◗