Kisah Sanggara - 11

1102 Kata
Masih dengan perasaan jengkel nya , Luna memasuki ruangan kantor nya dengan langkah yang begitu cepat kemudian membanting beberapa dokumen yang baru saja di berikan tasya saat mereka bertemu di depan ruangan luna tadi. Lagi-lagi sikap luna membuat jimmy beralih kearah luna yang sedang merajuk. Kelima jari luna ia ketuk-ketukkan di atas meja , Ia kembali berpikir tentang rencana apa yang akan ia lakukan lagi untuk membuat pelayang yang bernama arra itu jera. Karena ia sudah berani mendekati gara , pria yang selama ini sangat di cintai oleh luna. Bagaimana ia bisa berpikiran jika gara adalah milik nya dan sedangkan sang empunya sendiri pun tak ingin sama sekali mendekat dengan luna. Dan una sendiri pun masih begitu penasaran dengan apa yang sudah di bicarakan oleh jimmy dan gara pagi tadi setelah jimmy datang ke ruangan gara. Karena setelah itu , Jimmy pun terlihat begitu sangat bahagia dan itu lah yang semakin membuat luna merasa jengkel. Pastinya banyak rahasia yang sudah mereka sembunyikan. “ jimm , pak gara sibuk gak ya? “ Tanya tasya yang baru saja memasuki ruangan mereka dan pandangan luna pun juga tertuju kepada luna , Ia seakan tak suka saat ada seorang wanita lain mendekati gara. “ kayak nya sih enggak sya , kenapa? “ Jawab jimmy kemudian menghentikan pekerjaan nya. “ biasa lah mau minta tanda tangan , di suruh pak carlie. Aku masuk dulu ya. “ Kata tasya kemudian berjalan kearah ruangan gara , Tapi seketika luna pun menghampiri tasya dan mencegah nya hingga membuat tasya terkejut atas perilaku luna. Bahkan bukan hanya tasya saja , Jimmy pun juga ikut terkejut dengan apa yang di lakukan luna. “ biar aku aja yang mintain , kamu tunggu sini aja. “ Ujar luna dan kemudian mengambil dokumen yang di bawa oleh tasya dan ia pun berlalu memasuki ruangan gara. Terlihat gara yang tengah sibuk dengan pekerjaan nya , Dan luna pun tanpa basa-basi atang menghampiri gara lalu duduk tepat di kursi yang ada di depan gara. “ minta tanda tangan nya lagi. “ Kata luna dan memberikan dokumen yang di bawa nya , Tanpa berkata apapun gara segera meraih dokumen tersebut dan ia menandatangani nya. Namun gara seketika terkejut saat melihat dokumen yang baru saja di tanda tangani nya , gara mengerutkan keningnya. “ bukan nya ini dokumen milik pak carlie , Seharusnya kan tasya yang antar , kenapa malah kamu? “ Ujar gara dengan tatapan curiga nya , Sudah lama gara mengerti jika cara luna selama ini memang lah salah karena gara sendiri juga seharusnya mendapatkan informasi penting dari seseorang yang meminta tanda tangan tersebut. Namun sikap luna memang membuat para karyawan lain nya terkadang muak jika harus datang ke ruangan gara bila masih ada luna. “  dia di luar , Biasa lah masih gossip sama jimmy dan meminta aku yang kemari. “ Alibinya. “ kamu yakin dengan apa yang kamu katakan , Bukan hanya sekedar alasan mu saja kan. “ “ enggak lah , Buat apa aku bohong sama kamu sih gaa. “ Kata luna seperti meyakinkan gara. Dan tak selang lama gara pun memberikan dokumen tersebut kepada luna tanpa sepatah kata lagi. Luna masih saja duduk di hadapan gara tanpa bergeming. “ apalagi. Keluar dan segera berikan itu kepada tasya. “ Pungkas gara yang semakin membuat luna jengkel karena sikap nya yang seketika berubah begitu dingin kepadanya , Luna sangat merasa jika pelayang itu memang benar sudah merubah gara dengan begitu cepatnya. Hingga saat ini luna seperti kehilangan sosok gara yang begitu manis. “ kamu kenapa sih gaa , Cuek banget sama aku sekarang. “ Tuturnya ketus , Gara semakin di buat kesal dengan sikap luna yang kekanak-kanakan. “ saya bilang keluar , paham. “ Gertak gara yang sontak membuat luna segera pergi dari ruangan nya dengan rasa kesalnya. Dan gara hanya bisa menggelengkan kepalanya saja ketika melihat perilaku luna. Kemudian setelah nya luna memberikan dokumen itu kepada tasya tanpa mengatakan sesuatu kepadanya. Lalu antara jimmy dan juga tasya pun saling memandang satu sama lain nya kerena perilaku luna yang sangat tidak sopan. “ aku pamit jimm. “ Kata tasya dan berlalu pergi dari ruangan mereka dengan membawa dokumen yang sudah di tanda tangani oleh gara. | | Waktu sudah menunjukkan pukul lima sore , Dan sudah menemui waktu dimana para pekerja kantoran untuk menyelesaikan aktifitas kerja mereka. Gara segera berlalu pergi dari ruangan nya untuk menuju ke parkiran dan mengambil mobil nya , Ia ingin menghampiri arra terlebih dahulu. Namun sebelumnya gara mencoba untuk menghubungi arra agar ia bisa menunggu gara terlebih dahulu. “ kamu dimana raa? Udah pulang. “ “ maaf gaa , Aku udah pulang dari tadi. Aku gak enak badan jadi aku ijin sama manajer ku. “ Jawab arra. “ dimana rumah mu? Kamu udah periksa belum? Udah makan? Aku kesana ya , kamu kirim lokasi kamu ya raa. “   Ucap gara panjang lebar yang sontak membuat arra tertawa dari sebrang panggilan ponsel mereka. “ kenapa malah ketawa. “ Timpa gara lagi. “ habis kamu kayak polisi , Tanya nya tanpa jeda.” “ aku gak apa-apa gara , tenang aja. Cuma asam lambung aja kambuh. ‘ Jelas arra. “ kirim lokasi kamu , oke. “ Kata gara dan kemudian memutuskan panggilan ponsel nya. Lalu tak lama , Suara pesan ponsel gara pun membuyarkan pikiran gara saat ini dan ia pun segera melihat pesan itu yang ternyata dari arra. Tak tunggu lama , Gara segera menginjak pedal gas mobilnya dan mengarahkan mobil nya untuk berjalan menuju ke tempat yang baru saja di kirim oleh arra. Untung saja jalanan kali ini tidak begitu macet dan gara sudah sampai tepat di depan rumah arra. Ketika ia melangkahkan kaki nya untuk masuk kedalam rumah arrra , Gara seperti merasakan sesuatu yang begitu mengganjal menahan kakinya. Langkah nya begitu terasa berat saat ini , seperti ada yang tak menginginkan gara untuk memasuki rumah arra. Gara menengok kearah sekitaran namun tak menemukan keanehan sama sekali , tapi gara lagi-lagi sangat bingung mengapa langkah nya seakan kelu dan terpaku di dalam posisi nya sekarang. Setelah nya gara merasakan angina yang begitu kencang menyudutkan dirinya. Hingga membuat gara malah semakin tak bisa mengendalikan nafaskan sendiri dengan apa yang terjadi. Gara pun terjatuh dan bertumpu pada kedua lutut nya sembari memegangi lehernya yang seperti semakin terjerat. Bahkan kali ini pun gara seperti tak bisa mengeluarkan suara nya , Ia melihat perlahan pintu rumah arra terbuka dan menampakkan arra yang keluar dari dalam rumah nya. “ gara. “ Ucap arra yang begitu terkejut dengan apa yang di alami gara saat ini , hingga kemudian arra dengan segera berlari menghampiri gara tanpa memahami imbas apa yang akan terjadi kepadanya.       _             Bersambung         _
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN