Kisah Sanggara - 14

1009 Kata
Gara sudah sampai di depan rumah sakit sakta junta , Dan ia pun segera memasuki rumah sakit itu lalu menuju ke bagian informasi untuk menanyakan keberadaan arra. Namun pandangan nya kemudian tertuju pada sosok hitam yang berdiri pada tepi lorong yang juga tak jauh dari arah gara. Setelah mendapatkan jawaban dari salah satu suster , Gara segera menuju ke ruangan arra dan mengecohkan sosok yang sedari tadi sudah mengamatinya. Langkah nya begitu sangat lebar , Dan setelah sampai di depan ruangan arra ia pun segera membuka pintu ruangan itu lalu mendapati arra yang tengah berbaring tak sadarkan diri di tas kasur tersebut. Tetangga arra ternyata sudah tak berada disana menemani arra. Dan hanya terlihat satu suster yang juga masih mengecek bagaimana keadaan arra saat ini. Gara pun segera masuk dan menghampiri arra , Pandangan gara dan suster pun bertemu beberapa detik dan gara pun paham dengan tatapan itu. “ saya keluarga dari arra. “ Jelas gara kepada suster. “ baik pak. Keadaan nona arra cukup stabil , tapi nona arra masih butuh waktu buat istirahat pak. “ “ baik sus , saya paham. Terimakasih. “ Jawab gara dan tak selang lama suster pun berpamitan untuk keluar dan meninggalkan mereka. Gara kembali menatap kasihan wajah arra yang penuh lebam dan juga gara pun melihat beberapa luka pada tangan arra. Namun yang sedikit mengganjal bagi gara adalah luka yang tak biasa. Pikiran gara pun seakan mengarah pada hal yang sangat tak masuk akal untuk di pikir dengan nalar. Apalagi pada posisi mereka yang memang saat ini sedang mengalami sesuatu hal yang sama-sama aneh. Gara sedikit khawatir , Karena ia tak mempunyai kelebihan seperti arra yang mampu melihat masa depan dan masa lalu. Seketika pikiran gara pun kembali teringat jika sedari tadi arra selalu memaksa nya untuk segera pulang , Dengan alasan jika ia tak enak hati kepada para tetangga sekitar. Dan pada akhirnya gara pun paham jika ternyata paksaan arra adalah cara agar arra menyelamatkan nya dari bahaya yang saat ini telah menimpa nya. Lalu apa yang sebenar nya terjadi. Apakah ini suatu kebetulan yang di sengaja atau memang perlakuan dari yang tak kasat mata. Otak gara seakan di buat berpikir mantap dengan apa yang sedang menimpa arra , Namun jika mengulang kembali apa yang di lihat gara ketika ia mendatangi rumah arra lagi. Membuat gara semakin tak bisa menyimpulkan hal yang saat ini ada di pikiran nya. Jika memang itu ulah makhluk yang tak kasat mata , Apa bisa keadaan rumah arra begitu nampak tak biasa seperti sedang mengalami kerampokan. Tapi jika memang itu sebuah incaran seseorang , Mengapa mereka begitu tega hingga membuat arra sampai seperti sekarang. Apa motif mereka , Dan juga mengapa harus melukai arra. Apa sebenarnya salah yang sudah di lakukan arra. Tapi setau gara , Arra sepertinya tak akan pernah bisa menyakiti perasaan seseorang dan walaupun gara terbilang baru pertama kali mengenal arra namun ia sangat yakin dengan apa yang di pikirkannya. Sudah hampir setengah jam gara menunggu , Dan kemudian terlihat arra yang menggerakkan jarinya perlahan lalu arra pun juga menunjukkan tanda jika ia sudah sadar dari pingsan nya. “ gara.. “ Gumam arra lirih lalu menampilkan senyuman nya. “ kamu curang. “ Imbuh gara sambil menggelengkan kepalanya. “ kok bisa? “ “ kamu pasti udah liat ini semua kan. Makanya kamu dari tadi minta aku buat cepet-cepet pulang. “ Timpa gara lagi. “ bukan begitu gaa , Aku hanya... “ Kata nya terhenti saat gara menempelkan telunjuknya pada bibir arra. “ istirahat dulu saja. Tidurlah lagi , kamu bukan wonder women yang selalu kuat. “ Ujar gara lagi yang membuat arra merekah kan senyuman nya. | | Setelah beberapa saat berlalu dan keadaan arra sudah beransur membaik , akhirnya gara memiliki waktu untuk menanyakan semua nya kepada arra. Dengan telaten nya gara mengupaskan jeruk untuk arra lalu memberikan satu demi satu buah untuk arra. “ raa , bolehkan aku bertanya. “ Arra hanya mengangguk karena di dalam mulutnya masih begitu penuh dengan jeruk. “ soal yang kemarin itu , Apakah sosok yang sama separti yang mengejar ku atau manusia? “ Suara kekehan pun arra layangkan setelah pertanyaan gara terucap dan gara sangat merasa aneh dengan reaksi yang arra berikan kepadanya. “ kenapa? “ Tanya gara. “ habis kamu lucu gaa , Mana ada hantu bisa mempora-porandakan seisi rumah. “ Jelas arra dengan kekehan nya. “ ya kan aku Tanya raa , siapa tau memang… “ “ manusia gaa , manusia. Dan kamu gak lihat luka di semua badan ku ini. “ Lanjut arra dengan menunjukkan beberapa luka yang sedang terperban dan gara hanya mamandang nya haru , Tapi sejenak gara pun berpikir dengan apa yang di katakan oleh arra , siapa yang sudah memendam rasa tak suka kepada arra. “ memang kamu punya musuh? “ Arra sontak menggeleng , “ lalu… “ “ aku sendiri gak tau gaa , Apa yang di inginkan mereka dan bahkan barang-barang di rumah pun sama sekali gak ada yang di ambil gaa. Mereka hanya menyerang ku. Namun aku juga mau bilang terimakasih sama kamu gaa , karena udah noloong aku. “ Seketika gara terkejut dengan pengakuan dari arra. “ tunggu raa , Aku gak ppernah menolong mu raa dan ketika aku ke rumah mu saja semua sudah berantakan. “ Jelas gara kebingungan. “ tapi jelas-jelas kamu yang mellawan mereka gaa , Dan hanya dengan satu hantaman saja kamu bisa meruntuhkan mereka. Sumpah , aku kagum banget sama kamu gaa. “ Timpa arra lagi , Sembari mengarahkan arah matanya ke atap rumah sakit dan membuat gara lagi-lagi menggelengkan kepala nya dengan senyum yang sangat tak bisa ia jelaskan lagi. Setelah nya , Antara gara dan juga arra beralih dalam suatu sendau gurau yang sontak membuat mereka terhanyut dalam keadaan yang mereka sendiri tak bisa menjelaskan betapa bahagia nya mereka sekarang. Dan ada satu pasang netra yang sedang mengintai mereka tepat di depan pintu ruangan kamar rawat tempat dimana arra sedang di rawat. Tangan nya terllihat mengepal seperti tak menyukai pemandangan indah yang sedang berlangsung saat ini , pemandangan yang masih terus berjalan dengan sendiri nya.     _             Bersambung            _
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN