Kisah Sanggara - 9

1175 Kata
Setelah melahap habis omlete nya , Arra memutuskan untuk mencoba memejjamkan matanya kembali namun kali ini ia tidak berada di kamar tamu yang di sediakan oleh gara. Ia berada di kamar gara dan tidur pada Kasur gara hingga membuat sang empunya harus mengalah dan memilih tidur di atas Kasur kecil yang memang biasanya di pakai ketika bersantai menonton televise. Pandangan gara masih terus tertuju kepada arra yang sudah begitu lelap tertidur , Ia memandang raut wajah arra yang sesekali Nampak berbeda dan terkadang juga terlihat jika arra tanpa sadar mengerutkan kening nya sampai membuat kedua alisnya hampir menyatu. Gara pun juga serasa sering mengalami dejavu atas apa yang ia alami beberapa hari kebelakang ini , tapi ia juga masih belum paham dengan andilnya arra di dalam kisah nya. Apa yang membuat arra bisa rela masuk dan ikut menjalani semua yang juga sudah di alami oleh gara. Bukan kah itu adalah suatu hal yang bisa di bilang mustahil , Jika dari pertemuan mereka dulu seperti menarik seutas benang panjang untuk menyatukan mereka kembali dalam sebuah tragedy yang akhirnya sama-sama membuat gara dan juga arra merasa jika semua ini penuh dengan teka-teki yang harus segera di pecahkan. Tapi gara sendiri pun belum tau hal apa yang harus ia lakukan sekarang untuk menyelesaikan semua nya dan kembali pada kehidupan normal nya sebelum ia mendapat terror kejam dari sosok yang memang gara sendiri tidak tau siapa mereka. Dan yang aneh nya lagi , Gara kembali teringat disaat ia merasa jika ada sebuah mimpi aneh yang ada menghampiri dirinya namun gara sendiri sadar jika saat itu ia bukannya tertidur. Melainkan ada sesuatu hal yang menimpa gara saat itu. Mimpi yang menunjukkan gara adaah seseorang yang sangat luar biasa dan ia mampu mengalahkan banyak nya sosok berjubah hitam. “ pergi , pergi. Jangan bawa ibu. “ Igau arra yang seketika membuat gara tersadar dari lamunan nya , gara mendekat kearah arra namun saat ini ia melihat jika arra masih dalam posisi tertidur. Gara semakin di buat cemas karena melihat banyak nya peluh keringat yang keluar dari pori-pori seluruh wajah arra. “ raa , bangun raa. “ Gara mencoba membangunkan arra dengan menggoyangkan tubuh arra yang juga terasa begitu dingin. Wajah ketakutan sangat terpancar jelas pada penglihatan gara , Ia masih terus mencoba untuk menyadarkan arra dan tak selang lama arra pun terbangun dari mimpi buruknya. “ ada apa raa? “ “ mimpi itu lagi.. “ Jelas nya yang masih tak di mengerti oleh gara. Dan sontak membuat gara mengerutkan kening nya. “ mimpi yang setiap malam hadir , mimpi yang menakutkan. Dimana aku harus melihat ibu ku yang di bawa paksa oleh dua orang yang aku tak kenal sama sekali. “ Timpa nya. “ memang dimana ibu mu? “ Tanya gara lugu. “ dia sudah tenang di atas dan emnjadi bintang yang sangat terang setiap malamnya. “ Gara terkejut mendengar jawaban arra , Ia sangat merasa tak enak hati atas apa yang telah ia tanyakan. Bukan kah itu seperti menorehkan luka untuk luka yang masih baru , mengingatkan kembali dengan seseorang yang ternyata sudah tak ada lagi di dunia ini. Sekektika gara pun mengalungkan satu tangan nya pada pundak arra lalu mengusap nya pelan seperti memberikan rasa nyaman untuk sang empu nya dan perbuatan gara kemudian membuat arra mengalihkan pandangan nya kearah gara. Pandangan mereka saling bertemu sama lainnya , Gara menyadari perbuatan mungkin terlalu melewati batasan nya dan ia segera melepaskan tangan nya lalu beranjak dari sana. Tapi arra sudah terlebih dulu menahan lengan nya sehingga membuat nya tak bisa bergerak. Dan entah kenapa gara malah semakin mendekat dan duduk di samping arra , lalu seketika arra langsung melayang kan pelukannya kepada gara. Debaran jantung gara seakan tak bisa terkontrol dan ia ingin melepaskan pelukan arra yang terasa begitu kencang. Namun niat nya terhenti saat mendengar isak tangis arra yang tertahan. “ sebentar saja gaa. “ Ujar nya lirih dan membuat hati gara terenyuh. “ menangis sepuas mu raa , aku disini. “ Jawab gara dengan mengusap kepala arra dengan lembut dan penuh sayang , tapi semakin gara bersikap manis kepada arra ia semakin tak bisa menahan detak jantung nya sendiri. Perlahan tangan arra terurai kebawah dan gara baru menyadari jika arra sudah tertidur di dalam pelukan nya. Gara menyibakkan beberapa helai rambut yang menutupi wajah cantik arra , lalu melayangkan senyuman nya. “ kamu begitu misterius raa. Kadang aku takut dengan perasaan ini. “ Gumam gara yang mengalungkan kedua tangan nya untuk memeluk arra kembali dan kemudian ia menyenderkan kepala nya agar menempel pada tembok kamar nya , Tak lama gara pun juga memejamkan matanya untuk menjemput mimpinya. ✿ ✿ Jimmy dan luna yang baru saja datang melihat peristiwa yang membuat mulut mereka terbuka lebar sampai membentuk huruf ( O ). Bagaimana tidak , Mobil gara terlihat sedang berada di jalur sebrang dan berhenti di depan restoran. Lalu terlihat seorang wanita yang turun dari mobil gara yang semakin membuat jimmy dan luna terkejut melihat siapa orang yang sedang bersama gara. “ pelayan itu. “ Ujar luna sambil menunjuk kearah mereka. Dan jimmy yang melihat aksi luma hanya mampu tertawa bahagia karena pada akhirnya gara sahabatnya mau membuka hati nya untuk seorang wanita. Dan bagi jimmy gara pun tak salah pilih karena memilih wanita itu. “ yang sabar ya lun , kamu buka tipe gara. Sadarlah sedikit. “ Pungkas jimmy dan berlalu meninggalkan luna yang masih memandang mereka dengan tatapan yang sangat tak bisa di jabarkan lagi. Bahkan luna dapat melihat juga jika gara melambaikan tangan nya untuk memberi salam perpisahan kepada wanita yang bersama gara. Dengan amarah nya , Luna memasuki kantor dan tak menghiraukan beberapa orang yang sudah ia senggol karena kemarahan nya. Ia membanting tas nya ketika sudah sampai di meja kerja nya hingga membuat banyak orang terkejut dengan perlakuan nya. Wajah luna sudah begitu tak bisa di toleransi kembali , Ia benar-benar terlihat seperti srigala yang akan menerkam mangsanya. Hingga tak lama kemudian terlihat gara yang memasuki kantornya dengan wajah yang begitu sumringah. Dan bahkan jimmy juga para karyawan lain nya mendengar untuk pertama kalinya gara bersenandung ria. Gara pun juga tak lupa menyapa mereka semua. Kebiasaan baru untuk gara , ia mampu melaraskan kembali perasaan yang dulu pernah hilang dari dirinya. Jimmy yang penasaran memutuskan untuk masuk ke dalam kantor gara. “ seneng banget kelihatan nya. “ Ungkap jimmy setelah memasuki kantor gara , dan bahkan sang empunya pun hanya tersenyum mendengar ocehan jimmy. “ pacaran ya sama pelayan restoran depan. “ Selidik jimmy lagi dengan menatap nakal gara hingga membuat gara menjadi infil atas sikap jimmy kepada nya. Gara pun segera memukul kepala jimmy dengan berkas yang ada di tangan nya. “ enggak. “ Tegas gara. “ tapi tadi semobil. “ Ujar jimmy lagi. “ semalem dia tidur di rumah ku , jadi ya bareng lah. “ Jelas gara sontak membuat jimmy berteriak histeris. “ apa... “ “ kenapa harus teriak sih jimm. “ Gerutu gara. “ kalian.. Kalian satu rumah. “ Ucap jimmy dengan membelalakan kedua matanya hingga membuat gara memutar malas kedua bola matanya karena menanggapi sahabat nya itu.       ◖Bersambung◗  
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN