Kisah Sanggara - 8

1272 Kata
“ apa yang kau tau tentang sanggara? “ “ aku sama sekali tak tau bagaimana sanggara , aku hanya tau jika sanggara adalah sosok pangeran harimau putih yang sangat tampan. Itu pun dari sebuah filosofi yang di buat oleh kakek ku. “ “ harimau putih... “ ✤ ✤ ✤ Gara memberikan kamar tamu untuk arra tempati dan gara juga Meminjamkan pakaian nya kepada arra. Setelah berbincang begitu lama hingga tak terasa jika waktu sudah menunjukkan larut malam. Dan gara pun memutuskan untuk beristirahat di kamar nya sendiri. Ia masih menatap lekat remang-remang langit atap kamar nya dan setelah itu ia mencoba memejamkan kelopak matanya yang begitu terasa berat. Tapi lambat laun mata gara tak terpejam melainkan tambah terus terbuka lebar , Gara pun beranjak dan duduk di atas kasurnya dengan menyenderkan punggung nya pada tembok yang ia belakangi. Melipat kedua tangan nya menjadi satu dan di letakkan nya tepat di antara perut. Pikiran nya semakin tak mampu untuk menela’ah apa yang juga sudah di ceritakan arra tentang ciri-ciri sanggara. Ia masih tak percaya jika banyak persamaan antara diri nya dengan sosok yang di panggil arra dengan sebutan sanggara. Seperti nama tengah nya. Namun gara sendiri harus menunggu beberapa bulan lagi untuk bisa membuka kotak peti kecil peninggalan ayah nya untuk dia. gara mengambil kotak itu lagi yang ia letakkan di laci nakas samping tempat tidur nya. Di putar nya kotak tersebut lalu di pandangi nya dengan sak sama. “ pah , apa yang sebenar nya terjadi. “ Gumam nya sambil menatap lekat kotak peti tersebut tanpa berkedip. Seketika gara melihat ada nya cahaya putih yang terpancar dari dalam kotak tersebut , Namun mau bagaimana lagi jika kini diri nya masih belum bisa membuka kotak tersebut , ia kemudian beranjak melangkahkan kaki nya menuju ke arah jendela kamar nya yang masih tertutup korden. Perlahan gara membuka nya , Dan menatap langit pada malam itu yang sangat nampak jelas memancarkan keindahan bulan dan bintang. Tak selang lama , Terdengar suara ketukan pintu kamar nya dan gara pun segera menghampirinya. “ apa aku mengganggu? “ Tanya arra dengan cengengesan ketika gara membuka pintu kamar nya. “ kenapa? Bukan nya kamu sudah tidur ya? “ Tanya balik gara yang merasa heran. “ gak bisa tidur. Berisik banget di ruang tamu. “ Ujar arra melantangkan alasan nya , Dan gara pun seketika teringat jika arra memiliki kelebihan yang sangat unik. Ia bisa melihat dan mendengar apa yang tidak bisa di lakukan oleh orang normal biasanya. Terkadang arra sendiri juga merasa lelah , Namun lama kelamaan ia sudah terbiasa dengan apa yang di milikinya. Bukan hanya itu saja bahkan saat ini arra pun terbilang begitu sangat cuek dengan sosok-sosok yang mengganggu nya secara tiba-tiba. Walaupun gara sendiri tak pernah mengerti jika di dalam rumah nya begitu penuh dengan penghuni. Tapi gara selalu merasa nyaman dan aman jika ia ada di dalam rumah nya. “ masuk aja gak apa-apa. Dan tenang saja , aku bukan orang yang bisa lepas kontrol. “ Kata gara memastikan sesuatu yang memang mungkin membuat perasaan arra masih merasa bingung. Sebab ia pasti tidak akan enak hati jika harus meminta gara untuk menemani nya dan ia pun masih merasa tak tenang jika harus satu kamar dengan laki-laki yang baru saja di jumpainya lagi. Tapi setidak nya arra pun tau , Jika tidak ada pikiran jahat di dalam otak gara sama sekali. Dan arra pun tahu jika gara masih di pusingkan dengan apa yang terjadi kepada dirinya akhir-akhir ini. Dengan melayangkan senyuman dengan gaya cengengesan arra memasuki kamar gara , Ia melihat kesekitaran dan tidak menemukan hal yang aneh di dalam kamar nya. “ aman kan ? “ Tanya gara sambil menengok kearah arra. Kemudian arra hanya melayangkan jari nya dengan kode ( oke ). Tak selang lama pandangan arra terarahkan pada kotak peti kecil yang masih gara tinggal kan di atas kasur nya. Dengan segera arra beranjak menghampiri kotak tersebut dan memegang nya sambil memandang nya dengan penuh takjub. “ ada yang kamu lihat lagi raa? “ Tanya gara penasaran. “ keren... “ Kata arra tanpa berkedip. “ kamu tau apa isinya? “ “ enggak , hehehehe.. “ Jawab arra sambil menunjukkan giginya yang tertata rapi. Membuat gara ikut terkekeh dengan tingkah konyol nya dan tanpa sadar menggerakkan tangan untuk mengacak-acak rambut arra. Dan kemudian ia pun melangkah kan kaki nya untuk keluar kamar dan membuatkan coklat hangat untuk arra. Setidaknya untuk membuat arra sedikit merasa rileks dengan semua kepenatan yang sudah ia rasakan hari ini. Gara pun sempat berpikir , Apa yang terjadi kepada dirinya sehingga dia bisa berbuat semanis ini dengan perempuan yang bisa di bilang tidak begitu akrab dengan nya. Ada perasaan hangat yang arra salutkan ke dalam diri gara , membuat nya sedikit merasa tenang atas semua kediaman gara selama ini. Gara pikir setelah kedua orang tua nya meninggal , Ia tak akan pernah bertemu lagi dengan sebuah rasa yang di sebut dengan kebahagiaan . Tapi setelah adanya arra , Dan walaupun kedatangan nya masih bisa di bilang baru beberapa jam saja namun arra bisa membuat gara merasa jika saat ini ia layak bahagia dengan pilihan hidupnya. “ kamu mau makan? “ Tawar gara lagi dan seketika membuat arra memalingkah pandangan nya ke arah gara. Dengan antusias arra mengangguki ucapan gara yang menawari nya untuk makan. Dan gara pun segera berjalan ke arah dapur dan membuat kan makanan lagi untuk arra. Tak selang lama arra pun mengikuti langkah gara dan menemani nya di dalam dapur , Arra memandangi gara yang dengan telaten sedang memotong bawang dan juga beberapa sayuran yang akan di jadikan nya bahan untuk membuat omlete. Tak pernah sebelumnya arra melihat ada seorang laki-laki yang begitu mahir memasak di luar restoran tempat ia bekerja. Ketika gara masih mengaduk telur dan isinya , Arra seperti mendengar sesuatu yang membuat telinga nya begitu sakit hingga membuat dirinya sontak menutupkan kedua telapak tangan nya dan berjongkok untuk menekan tubuhnya sendiri. Gara terkejut atas perlakuan arra , Ia meletakkan mangkok yang sedang di bawanya dan berlari kearah arra yang terlihat ketakutan. “ kenapa lagi? Apa yang kamu dengar raa. “ Tanya gara panik. “ jubah hitam itu masih di sekeliling sini. Dan ada salah satu dari mereka yang terbakar , hingga menimbulkan jeritan yang begitu menyakitkan. “ “ jubah hitam. Maksud kamu sosok yang sering aku lihat itu. “ Arra mengangguk. “ siapa yang membakar nya raa? Dimana dia? “ Tanya gara lagi. “ kamu gaa. Lebih tepat nya sanggara. “ Jawab arra yang semakin membuat gara tak bisa berpikir dengan apa yang di katakan oleh arra. Bahkan sedari tadi pun ia selalu berada di samping arra. Dan bagaimana mungkin dirinya bisa pergi lalu mempunyai kekuatan untuk membakar sosok berjubah hitam itu. Pikiran gara semakin terasa kacau atas pengakuan arra yang membuat nya tak bisa bergeming lagi. “ raa , apa kamu bisa bantu aku? “ Pandangan arra pun terdongak untuk memandang wajah gara yang begitu terlihat kaku. “ bantu apa gaa. “ “ tolong pecahkan masalah dalam hidup ku raa. Aku sendiri tak mengerti mengapa jubah hitam itu selalu menghantui ku. Bukan hanya di dunia nyata saja , di mimpi pun ia masih selalu mengejar ku. “ Jelas gara yang seketika membuat arra menundukkan wajah nya. Dan tak lama kemudian arra mengalihkan pandangan nya kearah gara lagi. “ aku tidak bisa janji gaa. Tapi aku akan membantu mu sebisa ku. Aku sendiri juga tidak tau siapa mereka. Dan apa hubungan mereka dengan dia. “ Kata arra dengan menunjukkan telunjuknya pada  lukisan harimau putih yang terlihat dari tempatnya sekarang. Gara hanya mampu melepaskan nafas nya dengan kasar saat melihat kearah yang sama seperti apa yang sedang di tunjuk oleh arra.       ◖Bersambung◗  
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN