Tragedi

1489 Kata
"Ada apa cantik? Kenapa kamu terlihat begitu takut melihatku" kata Rio dengan berkata sopan namun penuh kesinisan. "Apa yang kalian sedang lakukan disini?" tanya Karina gugup. "Tentu saja melihat kecantikanmu donk cantik" tawa Rio sambil menatap kearah Surya cs. Sedangkan Amora berdiri diam sambil mengarahkan sebuah kamera ke arah Karina dan Rio. Karina tampak cemas dan ketakutan melihat Amora dan Surya cs tertawa kearah dirinya. Sedangkan Dira hanya berdiri terpaku menyaksikan perbincangan Rio dengan Karina. Namun dia terlihat gugup dan gemetar. Serta keringat dingin mulai membasahi tubuhya. Seolah-olah ketakutannya mempunyai makna tersendiri. Secara perlahan Rio berjalan mendekati ke arah Karina. Karina pun merasa takut dan berjalan mundur ke belakang. "Jangan takut sayang". "Sini mendekat. Aku tidak akan menyakitimu" kata Rio dengan tatapan mengerikannya.Hal ini membuat Karina semakin ketakutan dan berjalan mundur dengan cepat. "Sekali ini lu nggak bakal gue lepas lagi" ucap Rio sambil meraih tangan Karina dengan kasar. Karina yang telah terjebak tidak dapat mundur kebelakang lagi. Karena langkahnya telah terhalang sebuah batu besar yang membuatnya tidak bisa mundur atau pun kabur dari pandangan Rio. Hal ini membuatnya tertangkap oleh Rio dengan mudahnya. "Apa lu tau betapa malunya gue atas penghinaan yang sudah lu lakuin ke gue?" teriak Rio marah di depan wajah Karina sambil mencengkram tangan Karina. Karina tampak begitu takut dan gemeteran melihat ekspresi tidak biasanya dari Rio. "A..a..aku tidak pernah menghina kamu Rio. Kapan aku menghina kamu" tanyanya penuh ketakutan dengan nada gemetar. "Apa?" teriak Rio dengan lantang. "Lu lupa waktu lu nolak gue. Itu sebuah penghinaan besar bagi gue". "Gue..... Paling benci dengan sebuah penolakan". "Dan lu harus bayar mahal atas semua yang telah terjadi" kata Rio dengan penuh ancaman terhadap Karina. Karina tampak begitu gemetaran melihat amarah Rio dan tatapan yang mengerikan dari sorot mata Rio. Karina pun menangis karena merasa saking takutnya pada Rio. Genggaman tangan Rio yang mencengkram kuat ditangannya membuat dirinya kesakitan sehingga menambah rasa takutnya menjadi. "Sekarang lu harus bayar semuanya" kata Rio mulai menyerang Karina dengan sebuah ciuman. Dengan refleks cepat Karina menghindar ciuman Rio yang menandakan dia menolak apa yang telah dilakukan oleh Rio. Rio dengan sengit berusaha menaklukan Karina hingga akhirnya "Plak...." sebuah tamparan mendarat di wajah Karina. Karina kaget telah diperlakukan kasar oleh seseorang. Sehidup Karina tak pernah sedikit pun dia diperlakukan kasar seperti tadi apalagi dilecehkan. Tak pernah sekalipun dia menyakiti seseorang. Telah banyak pria ditolaknya namun tak ada yang pernah dendam ataupun berusaha menyakitinya. Karena semuanya bisa mengerti dan menerima serta memahami keinginan Karina yang ingin membanggakan orang tuanya. Namun hal lain yang dialami oleh Karina terhadap penolakannya kepada Rio. Akhir penolakannya menjadi petaka untuk dirinya.Karina menjerit dan menangis ketakutan. Namun hal yang berbeda dari Amora dia terlihat begitu senangnya. "Come on beib. Just start the game. I can't wait it" ucap Amora sambil menunjuk ke arah kameranya. Dira yang berada disamping Karina hanya terdiam membatu. Matanya lembab karena air matanya tak berhenti menangis. "Guys...." kata Rio sambil menatap ke arah Rio cs. Dengan sigap mereka menghampiri Rio. Mengerti dengan maksud Rio. Surya dan Agung menghampiri Karina kemudian memegang kedua tangan Karina. Karina pun ketakutan dan berteriak meminta pertolongan.Sialnya tak ada orang lain lagi disana selain mereka. Sehingga mustahil bagi Karina mendapatkan pertolongan. Dengan cepat satu persatu pakaiannya dilepaskan oleh Rio. Hingga akhirnya Karina telanjang tanpa sehelai benang di tubuh putih mulusnya. Tangis Karina pecah tak kuasa menahan malu serta sedih atas pelecehan yang dilakukan kepadanya. Tanpa buang waktu lama Rio pun langsung memeluk tubuh Karina dan mencumbuinya dengan penuh nafsu. Rio tertawa karena senangnya bisa mendapatkan Karina. Serta memberi pelajaran untuknya. Pikir Rio. **** "Prang...." Sebuah foto Karina dikamar terjatuh. Ibunya yang tengah memasak di dapur terkejut mendengarnya. Dia segera berlari kekamar Karina. Dia kaget melihat foto Karina terjatuh. Pada saat membersihkan serpihan kacanya. Tangan ibu Karina tergores. Dia merasakan perasaan yang tak biasa. Dia begitu khawatir dengan Karina. Firasatnya mengatakan kalau Karina dalam bahaya. **** Tanpa ada rasa kasihan sedikitpun terhadap Karina yang menjerit kesakitan ketika keperawanannya direnggut paksa oleh Rio. Rio malah tertawa dan asyik menggagahi tubuh Karina. Amora yang merekam setiap adegan demi adegan pemerkosaan Karina tampak begitu menikmati proses penyutingannya. Terkadang malah Amora yang memberi ide-ide agar Rio melakukan berbagai gaya s*x layaknya sedang syuting film porno.Sedangkan Surya cs tampak gelisah dan h***y melihat adegan s*x Rio dan Karina. "Setelah Rio selesai lu semua dapat bagian buat menikmati tubuh Karina juga" ucap Amora kepada Surya yang terlihat sesekali mengusap senjata dibalik celananya. "Serius...gue boleh menikmati tu cewe" kata Surya kegirangan. Rio memberikan tanda OK mengisyaratkan kalau dia mengizinkan. Rio masih asyik menyetubuhi Karina yang sudah lemas tak berdaya. Dengan penuh nafsu birahi yang memuncak dia memuaskan segala nafsunya dengan o*****e di dalam tubuh Karina. Karina nampak terkulai terbaring diatas batu dipinggir kolam air terjun. "Cuzzz sana lu nikmati tubuh Karina" suruh Karina. "Lu berdua juga buruan ikutan nimbrung nikmati tubuh Karina" kata Amora kepada Agung dan Ringgo. "Gue pengen ngerecord threesome" kata Amora sambil tersenyum. Dira hanya duduk di bersandar pada sebuah pohon sambil menangis tanpa henti memanggil nama Karina. Berulang kali dia mengucapkan "maafin gue...maafin gue....gue nggak bisa nolong". Wajah Dira penuh dengan air mata dan matanya tampak bengkak karena tiada hentinya menangis. Sekarang giliran Surya cs yang akan menikmati tubuh Karina. "Ingat lu semua jangan ada yang keluarin didalam. Ingat!" perintah Rio. "Gue pengen dijanin dia ada anak gue. Biar dia selalu ingat kejadian ini" kata Rio sambil melihat ke arah Karina yan tergeletak di atas batu. kemudian surya mendekati ke tubuh Karina dan membuka pahanya dengan bebas dia menghujamkan senjatanya ke arah Karina. Karina tampak mengernyitkan wajahnya dan tangannya mencoba untuk menolak. Namun apalah daya dia sudah tidak berdaya lagi. Surya pun akhirnya menikmati tubuh Karina dengan begitu senangnya dan menikmatinya. Sedangkan Agung dan Ringgo menciumi pipi serta leher Karina. Serta menghisap p****g p******a Karina yang memerah. Mereka bertiga mengikuti semua arahan dari Amora untuk berbagai pose pemerkosaan terhadap Karina. "Kamu sutradara yang handal" kata Rio kepada Amora. Amora pun tersenyum bahagia karena sudah membuat Rio memperkosa Karina. Serta puas telah memberi pelajaran kepada Karina. Memang semua telah diatur rapi oleh Amora. Rio mengecup pipi Amora dan mengucapkan "thank you beib". Melihat sosok Dira yang menangis dibawah pohon Rio pun berjalan menghampirinya. Tampak raut wajah marah pada wajah Dira kepada Rio. Seolah dia menunjukkan penuh kebencian kepada Rio. "Puas lo sudah ngerusak Karina. Puas lo...". "Nggak cukup lu menghancurkan hidup gue Rio" kata Dira penuh emosi. "Relax sayang". "Cup...cup...cup...lo jangan marah begitu dong". "Lu juga tau kan semua rencana ini?" tanya Rio yang mengagetkan Dira. "Apa?". "Gila lu ya. Lu nuduh gue". "Gue nggak tau apa-apa tentang semua ini" kata Dira dengan gemetaran. "It's ok". "But thanks". "Lu udah bikin gue bahagia hari ini". "Gue akhirnya bisa milikin Karina". Rio mencoba merangkul Dira. Namun Dira menolaknya. "Lu nggak kangen memori kita didalam mobil" bisik Rio ditelinga Dira. Dira tercengang atas ucapan Rio. Dia tidak mengira kalau Rio masih mengingatnya. Dia pikir dirinya hanyalah sebutiran debu yang tak berarti untuk Rio. "Seandainya dulu gue nggak takut terluka. Gue pasti bakal nerima bayi yang ada dirahim lu dulu". Kata-kata Rio seolah memberikan pengharapan kepada Dira. Dira mulai terpancing emosinya dan menatap kearah Rio. Secara perlahan Rio mencium bibir Dira. Dira pun membalasnya dengan hangat. Semakin lama semakin panas ciuman diantara mereka. Dira dengan bergairahnya memeluk tubuh Rio dan membiarkan tangan Rio menyelami setiap inci tubuhnya. Dira menikmati setiap sentuhan yang diberikan oleh Rio. Sentuhan yang selalu menghantuinya selama bertahun-tahun. Kemesraan yang selalu dirinduinya dari sosok Rio. Dira pun akhirnya tenggelam dalam pelukan Rio. Tak ada penolakan baginya ketika Rio menyelami tubuhnya. Mencumbui tanpa henti. Dira mendesah menikmati kenikmatan yang diberikan oleh Rio. Tubuhnya tidak bisa berbohong kalau dia benar-benar menikmatinya.Surya cs bersenang-senang dengan Karina. Sedangkan Rio sekarang bersenang-senang dengan Dira. "Sekarang kamu lebih pandai menggoyang sayang" ucap Rio memuji Dira. "Ah....nikmat sekali sayang. Ah....." erang Rio yang sedang ditunggangi oleh Dira. Dira tampak begitu bahagia dan menikmatinya. Dia sudah lupa dengan sedih dan penyesalannya terhadap Karina. Kini dia menikmati waktunya bersama dengan Rio.Hingga akhirnya mereka berdua menuntaskan birahi mereka dalam kesengsaraan seseorang diatas batu sana. Surya cs pun telah puas memuaskan nafsu birahinya terhadap Karina yang sudah lemas dan tak sadarkan diri. Tubuh Karina penuh dengan muntahan s****a dari surya cs. Hal ini begitu menyenangkan bagi Amora. Amora tersenyum melihat kearah Rio dan Dira yang tengah memakai baju mereka. Kemudian dia berjalan kearah mereka. Namun dia menghampiri Rio terlebih dahulu. "Berikutnya. Giliran gue ya". "Lu mesti siapkan tenaga lu buat gue" kata Amora sambil mengedipkan matanya. Dia pun berjalan ke arah Dira. Tampak Dira seperti malu karena ketahuan baru saja bercinta dengan Rio. "Seperti yang gue bilang. Lu pasti bakalan dapetin Rio lagi". "Gimana lu puas kan. Hasrat yang terpendam selama bertahun-tahun kini sudah lu tuntasin". "Next time. Kita main bersama" kata Amora sambil mencium pipi Dira. Rio,Surya,Agung,Ringgo dan Amora pergi meninggalkan Dira dan Karina yang masih tergeletak diatas batu didekat air terjun. Dira pun membersihkan tubuh Karina dari bekas s****a Rio cs dan membajuinya seperti semula.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN