Darmawisata

1006 Kata
Pagi-pagi sekali Santi tengah sibuk berbenah. Rupanya bu Rianti mau pulang kampung karena ibunya tengah sakit dan dia berencana akan merawatnya.Karina merasa sangat sedih atas pulangnya bu Rianti. "Berapa lama ibu akan pulang?" tanyanya. "Belum tau pasti". "Mungkin lama baru bisa balik kesini lagi" kata bu Rianti. "Karina pasti kangen sama bu Rianti" kata Karina. "Emangnya kamu aja yang sedih. Aku juga sedih tau" kata Santi sambil ketawa kecil. "Apalagi nanti aku bakalan sibuk sendiri ngurusin semua keperluan anak kos. Cape tau" ucap Santi meledek ke arah Karina sambil membawa tas bu Rianti. "Sudah. Nggak usah ribut lagi". "Kayak nggak bakal ketemu lagi sama ibu" kata bu Rianti. "Nanti Karina bantuin kok mba Santi yang cantik dan baik hati" ucap Karina sambil ketawa kecil disambut senyum oleh bu Rianti. Kepergian bu Rianti diantarkan oleh Akbar keterminal. Akbar lah orang yang selalu bisa diandalkan oleh bu Rianti. Akbar sendiri sudah dianggap seperti anak sendiri oleh bu Rianti. Apalagi Akbar nantinya akan menjadi suami Santi. Jadi terasa sangat wajar sekali keakraban diantaranya seperti ibu dan anak. "Nak Akbar. Ibu titip kos-kosan serta anak-anak penghuni kos ya" ujar bu Rianti berpesan kepada Akbar. "Inggih bu. Siap!" kata Akbar penuh semangat. Bu Rianti pun pergi menaiki bus menuju ke kampung halamannya. Kini semua tanggung jawab menjaga dan mengurus anak kos ada pada Akbar dan Santi. **** "Hei". "Katanya minggu depan kita bakalan pergi darmawisata" kata Dira ke Karina yang tengah sibuk membaca bukunya. "Benarkah?" tanya Karina kaget. "Memang kemana?". "Belum tau juga. Katanya sich kesebuah pegunungan". "Anak-anak diluar pada heboh tau. Katanya yang pernah kesana viewnya keren banget buat foto-foto". "Kita foto-foto ya nanti" kata Dira penuh semangat. Karina pun hanya mengangguk dan tersenyum ke Dira. Kemudian dia fokus kembali pada buku yang dibacanya. **** "Karina ini ada titipan dari ibu kamu" kata Akbar yang baru saja datang. "Lho kapan mas titipannya datang?" tanya Karina bingung. "Pagi tadi mas pulang. Soalnya mas tadi ngantar buku buat belajarnya adek mas yang mau ujian" jelas Akbar. "Wah....Apa tuh?" tanya Santi penasaran sama bungkusan yang di pegang Karina. "Baunya wangi banget dek Karina" kata Santi sambil menciumi bungkusan tersebut. Meskipun terlihat sangat konyol sekali kelakuan Santi tapi itulah sisi terbaiknya yang membuat Akbar sangat menyayanginya. Hal ini juga yang membuat keakraban diantara Karina dan Santi. "Ayo buka Karina. Mba sudah nggak sabar mau liat apa saja yang ada dalam bingkisan itu"kata Santi sambil bergaya konyol. "Kamu ini. Yang punya aja belum mau buka" kata Akbar sambil mencubit pipi Santi yang chubby. Karina pun membuka ke bingkisan yang dia pegang. Santi yang melihat isi bingkisan tersebut kegirangan melebihi Karina. Karina yang melihat tingkah lucu Santi tertawa. Akbar hanya geleng-geleng melihat kelakuan calon istrinya tersebut. "Sambal pete,,sambal goreng ikan teri,sayur lodeh,sama jengkol balado. Wuih mantap" kata Santi dengan ekspresi lucunya. Tiba-tiba perut Santi berbunyi gara-gara melihat dan mencium aroma dari makanan yang dibawa oleh Akbar tadi buat Karina. "Hehehehe....." tawa Santi. "Ayo kita makan mba. Sayang kalau cuma diliatin aja makanannya" ajak Karina. "Ayo mas Akbar kita makan sama-sama. Ibu sudah nitip ini ke mas Akbar jadi mas Akbar juga harus memakan ini semua". "Tabu mas kalau nggak berbagi. Biar tambah nikmat kalau makan sama-sama" ucap Karina. Mereka bertiga larut dalam obrolan ringan sembari menyantap makanan dari ibu Karina tersebut. **** Hari berdarmawisata tiba. Sepanjang perjalanan riuh gempita keramaian para mahasiswa dan mahasiswi bernyanyi suka ria di dalam bis. Mereka memetik gitar dan bersorak-sorak gembira. Karina juga begitu menikmati suasana tersebut. Apalagi berdarmawisata ke daerah pegunungan serasa dia akan kembali pulang ke desanya. Udara yang sejuk serta rimbunnya pepohonan hutan menambah kegembiraan untuk semuanya. Para mahasiswa serta mahasiswi asyik mengambil foto selfie dan groufie. Begitu juga dengan Karina dan Dira. Mereka berfoto ria dengan asyiknya. Sedangkan dari kejauhan ada sepasang bola mata yang memperhatikan mereka. Mengawasi ke arah Karina dengan tajam. Seolah-olah ingin menerkamnya. Karina yang tak menyadari hal tersebut asyik mengobrol dan berfoto bersama teman-temannya. Semua anak-anak berkumpul dan berbagi tugas untuk kebutuhan tugas kuliah mereka. Rencananya darmawisata akan dilaksanakan selama 3 hari. Mereka akan menghabiskan waktu 3 hari tersebut untuk melakukan berbagai observasi tentang lingkungan serta alam. "Karina kita kesana yuk" ajak Dira. "Kemana?". "Kesana!" tunjuk Dira. "Jangan. Terlalu jauh aku nggak berani" kata Karina. "Tenang aja. Kan ada gue. Hehehe". "Kata anak-anak disana pemandangannya bagus banget. Ada air terjunnya juga lho" kata Dira membujuk Karina. "Beneran....". "Iya serius. Ayo kita liat kesana. Kita foto-foto. Sekalian nyantai kita disana, sambil nyelesaikan tugas ini". "Gue lagi pengen menikmati suasana begini dalam keheningan" kata Dira. "Kalau dikota mana ada yang kayak beginian. Mumpung disini gue pengen bersantai"ucap Dira. "Kita kesana yuk..." ajak Dira lagi. "Ok"sambil memberi isyarat memohon. "Iya...". Karina mengiyakan dan memenuhi keinginan sahabatnya tersebut. Dia tahu sekali kalau Dira sangat begitu ingin menikmati suasana tenang seperti di pedesaan. Karina dan Dira menuruni jalan setapak. Mereka berjalan perlahan dan menjauh dari kelompok anak-anak lainnya. Jarak dari mereka melakukan observasi hingga sampai ke air tejun membutuhkan waktu kurang lebih 30 menit. Jadi lumayan lah jarak tempuhnya. DILARANG MEMASUKI KAWASAN INI! AREA TERLARANG! Tulisan itu terpampang jelas di sebuah papan yang sudah lapuk. "Dira. Itu ada tulisan area terlarang. Artinya kita tidak boleh masuk kesana" kata Karina. "Itu udah biasa. Buat mengecoh kita. Namanya juga tempat bagus. Makanya dilarang memasuki biar tetap terjaga kelestariannya". "Masa sich..." "Ya iyalah". "Ayo kita masuk" ajak Dira. Saat mereka memasuki area terlarang tersebut. Mereka terpukau serta takjub dengan keindahannya. Air terjun yang indah serta kolam airnya yang begitu jernih dan bersih. Serta udaranya yang begitu sejuk dan segar. Membuat Dira dan Karina sangat terpesona dan kagum sekali. "Wow amazing" kata Dira. "Cantik sekali. Benar katamu tadi Dira. Disini memang indah banget" ucap Karina mengagumi pesona indahnya air terjun tersebut. "Pemandangan ini memang seindah dirimu cantik" kata Rio yang tiba-tiba ada dibelakang Karina. Sontak hal ini membuatnya terkejut. Raut wajah Karina yang semula terlihat senang dan gembira berubah menjadi raut wajah cemas. Jantungnya berdegup kencang karena takut melihat kehadiran Rio dan teman-temannya,serta Amora. Perasaannya mulai tidak enak. Ada kekhawatiran dalam benaknya. Seolah dia berfirasat akan terjadi hal buruk pada dirinya. "Rio.....".
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN