Chapter 1 : The New Teacher
Hari hari Clara seperti remaja pada umumnya yang berusia 18 tahun ya seperti sekolah, belajar, dan yang lainnya. Di sekolahnya Clara itu agak pendiam, tapi tidak terlalu pendiam sangat, namun dia memiliki otak yang sangat cerdas, Clara ini baru saja move on dengan pacarnya Andrew. Clara memergoki Andrew sedang mencumbu wanita lain tepat di belakang halaman sekolah. Siapa yang nggak sakit hati coba?.
***
Hari ini hari Kamis, Clara berangkat sekolah dengan menaiki bis sekolahnya, karena sekolahnya itu punya bis tersendiri.
Sesampainya di sekolah, saat sedang berjalan menuju kelasnya, Clara yang sedang fokus dengan Iphone nya tak sengaja menubruk seorang pria berkacamata.
Pria itu juga ternyata fokus dengan handphone yang sedang digunakan sehingga dia juga menubruk badan Clara.
Clara hanya terpelongo dan tak merasa sakit apapun setelah ditubruk olehnya, dia malahan terpesona akan ketampanan sang guru itu, dia terus menatap mata sang guru, hingga "Dek, maafin saya ya, maaf tak sengaja menubruk badan adek."
Clara yang tadinya melamun, akhirnya tersadar "Aduh. Hm, maaf aduh."
Clara tiba tiba salah tingkah dan meninggalkan sang pria dengan fikiran kemana mana dalam otak nya.
'Kok ganteng banget ya ampun! Siapa dia?' batin Clara dengan tergirang-girang.
Sesampainya di kelas Clara hanya duduk terdiam sambil memikirkan Pria yang baru saja dia temui itu, di kelas keadaannya sangat ramai, terdengar dari telinga Clara para murid perempuan membicarakan tentang sosok guru baru yang sangat tampan, tiba tiba pikiran Clara tertuju pada pria yang tadi kena tubruk olehnya.
"Eh guys! Mr. Denvill datang!" Seorang murid bernama Kenneth memberitahu kepada teman kelasnya.
Clara yang tadinya melamun langsung tertuju perhatiannya pada Mr. Denvill dengan di iringi pria yang tadi bertubrukan dengan Clara sekarang, perhatiannya tertuju pada pria itu, entah kenapa jantung yang sedang dirasakan oleh Clara ini sangat berdegup kencang.
"Good morning Class, so let's meet our new english teacher Mr. Archizenary William," ucap Mr. Denvill ke para murid.
Tentu saja semua murid perempuan akan kagum terhadap guru baru yang satu ini, udah tampan, badannya juga atletis, pesona nya sangat menyayat hati, apalagi bagi Clara.
"Oke anak anak, perkenalkan my name is Archizenary William, you can call me Mr. William maybe? Any question?" ucap Sang Guru baru sambil melihat area kelas dan tentu murid muridnya.
Suasana kelas kacau, banyak yang mengangkat tangan hanya untuk bertanya kepada Mr. William ini.
Mr. Denvill yang tidak ingin hari pertama Mr. William ini dipenuhi dengan keributan dan tentunya suasana kelasnya yang akan di ajari oleh Mr. William ini kacau, "Oke anak anak, nanti saja ya bertanya nya, hari ini mending kalian fokus dan belajar oke? Bapak tinggal yaa," Ucap Mr. Denvill ke para murid sambil meninggalkan kelas.
"Okay guys, calm down okay? Let's start it!" Semangat Mr. William untuk hari pertama dia mengajar, senyumannya sangat mempesona apalagi ketika dia membuka kacamatanya, ugh bagi Clara itu mungkin pria dari surga.
Mr. William mengabsen nama nama murid yang hadir dan tidak hadir tetapi ketika dia menyebut nama Clara Anderson tidak ada yang mengangkat tangan. Clara saat ini matanya tertuju pada wajah Mr. William. "Clara Anderson? Where's Clara?" ucap Mr. William sambil melihat ke arah murid muridnya.
Seorang teman Clara yang bernama Hannah menepuk pundak Clara, "Hei itu kamu di absen ra!" Clara langsung terkejut dan langsung menutup wajahnya dengan tangan.
Wajahnya memerah entah kenapa, tiba tiba Mr. William menghampiri Clara "Hey, are you okay? Wanna rest?"
Selain mempunyai wajah tampan dan pesona yang menyayat hati, ternyata Mr. William ini sangat perhatian.
"Umm.. No sir. I am- I am fine thanks :')" tiba tiba Clara gugup dan Mr. William hanya bergumam dan mengangguk, lalu dia kembali ke kursi dan mengabsen murid yang lain.
Kegiatan belajar dan mengajar Mr. William dipenuhi dengan enerjik yang diberikan oleh sang murid kepada Mr. William, karena waktu mengajar juga sudah habis.
Akhirnya Mr. William bersiap siap untuk meninggalkan kelas. "Hey, I want you guys to watch a film and i want you to write a synopsys about that film okay? Udah denger kan? Deadline nya minggi depan yaa! Okay bye! Thanks for the first day, u guys are amazing!"
Hannah yang berada dibelakang Clara langsung menghampiri Clara "Gila gak tuh ra! Ganteng banget anjir, badannya atletis lagi, kebayang nggak kalau di ranjang kayak gimana tuh!" Hannah sangat frontal, Clara yang mendengar ucapan Hannah langsung menunjukkan wajahnya yang memerah, "Maybe..." ucap Clara.
Waktu sudah menunjukkan jam pulang, Clara bersiap siap untuk pulang, dia berjalan meninggalkan kelas dan berjalan menuju koridor sekolah karena dia akan ke lemari loker nya untuk menyimpan beberapa buku.
Sampai di loker dia berpapasan lagi dengan Mr. William, dilihat Mr. William membawa beberapa buku yang sedang dipegang olehnya, disisi lain jantung Clara berdegup kencang lagi dan pipinya memerah.
"Oh Clara hei, kamu gak papa? Saya perhatikan wajah kamu memerah terus, apa kamu sakit?" Clara hanya tersipu malu.
"Oh no, no Mr. saya baik baik saja kok." Clara selalu gugup di depan Mr. William, entah kenapa.
"Oke yaudah ya saya pulang duluan, kamu hati hati ya!" Mr. William berjalan meninggalkan Clara.
Clara sangat tersipu malu, sedangkan Mr. William sudah pergi, Clara menutup lokernya lalu melihat kebawah, terlihat sebuah buku yang pastinya itu milik Mr. William, siapa lgi coba?.
Clara langsung mengambil buku tersebut dan membukanya, betul saja itu milik Mr. William karena ada namanya di dalam buku tersebut. Clara ingin mengembalikan buku tersebut tapi Mr. William sudah menghilang dari kejauhan.
Tiba-tiba, Mr. Denvill datang, "Eh, Clara belum pulang tah?"
"Ah, anu.. Belum pak."
"Yasudah, langsung pulang yak, jangan keluyuran." ujar Mr. Denvill.
"Tunggu pak!".
Mr. Denvill yang sudah jalan mendahului Clara, menengok ke belakang lagi, "Ada apa ya?"
"Apa bapak tau, alamat rumah Mr. William? Saya mau mengembalikan bukunya ini," tegas Clara baru hari pertama langsung menanyakan alamat rumah William, karena saking ingin tahunya.
"Oh begitu tah, coba nih kamu foto kartu namanya" ucap Mr. Denvill sambil mengeluarkan kartu nama bernama Archizenary William dari tas nya.
Clara langsung memfoto kartu nama itu, "Terima kasih banyak pak," ucap Clara sambil membungkukkan badan.
"Okay, Good bye".
***
Saat melihat foto dari kartu nama Mr. William, ternyata rumahnya itu tidak jauh dari rumah Clara, hanya beda blok saja Mr. William Blok Avenue sedangkan Clara Blok Riverish.
Clara menyusuri jalan menuju Blok Avenue, dan terlihatlah rumah no 26. Blok Avenue, dilihati dari kartu nama Mr. William sih nomornya nomor 26 Blok Avenue.
Clara memberanikan diri untuk menemui Mr. William, dia mulai mengangkat tangannya dan mengetuk pintu depan.
Knock..Knock....Knock..
"Hold a second!" ucap seseorang dari dalam rumah dan tak lama kemudian seseorang membukakan pintu.
Clara sangat terkejut dan matanya terbelalak! Apakah dia diizinkan untuk melihat sesuatu seperti ini! WTF!