"Holy s**t!"
Entah apa yang dirasakan Clara untuk saat ini, namun dia tidak akan pernah menyesali apa yang dilihatnya kali ini. Seperti, dia merasa beruntung hari ini, mungkin hari yang sangat beruntung oleh Clara, yang tak bisa dilihat oleh orang lain.
Seorang pria hanya memakai lilitan handuk di belahan pinggangnya yang selebihnya dia menunjukkan badan yang atletis dan hal itu sangat sexy di mata Clara tak lain pria tu merupakan William, guru Bahasa Inggrisnya yang benar-benar terlihat sexy di mata Clara.
"I am sorry what? Oh, I know you! Clara right?" Sesaat William mengenali wajahnya, Clara seorang siswi yang dia jumpai tadi di kelasnya.
"Um, eh, ah." Clara kembali gugup, dia benar-benar gugup dengan apa yang dilihatnya, tubuh berotot, bagian intimnya yang menonjol, benar-benar membuat Clara pipinya berwarna merah.
"Ini buku Mister, tadi jatuh pas di loker, ini saya mau mengembalikan buku-nya," ucap Clara lalu tangannya mengambil sebuah buku lalu memegangnya dan tak lupa juga dia terus memandangi tubuh William yang hanya memakai lilitan handuk di pinggangnya itu.
"Iyakah? Saya tidak ingat, Terima kasih Clara! But wait, how do you know my address?" William bertanya sambil mengambil buku dari tangan Clara, melihat itu Clara hanya terkesima oleh tubuhnya William.
"Kebetulan tadi saya bertemu Mr. Denvill pas mau pulang, jadi saya bertanya deh."
"Ah gitu, apa kamu mau masuk terlebih dahulu?" tanya William sambil membukakan pintu rumahnya lebar lebar.
"Umm.. I am sorry Mister,, but it's late, I have to go home right now." ujar Clara.
"Woah sorry, I didn't mean to, apa mau diantar sama saya?"
'Astaga kenapa dia baik sekali, apa aku saja yang ke ge-eran?' ucap Clara dalam hati.
"Oh, tidak apa apa sir, rumah ku dekat ko cuma beda blok saja dari sini, By the way, Mister William you have a sexy body, Bye!"
Setelah mengucapkan itu Clara langsung lari dan melambaikan tangan ke William.
William yang mendengarkan ucapan Clara, hanya tersenyum kecil, lalu dia menutup pintu rumahnya.
•••
Beberapa menit kemudian, Clara yang sudah sampai rumahnya langsung menuju kamarnya dan berguling guling di atas kasur.
Entah kenapa tapi pikiran Clara saat ini adalah membayangkan tubuh William, jika William memasuki tubuhnya, apalagi tadi dia lihat bagian intim William yang sangat menonjol dan sulit untuk dilupakan oleh Clara.
"Mr. William it's mine!" ucap Clara sambil merangkul gulingnya sendiri sembari senyum-senyum tak karuan.
Clara yang saat itu agak penat, dia mulai membersihkan dirinya dengan mandi, selepas mandi dia memakai bajunya dan celana pendeknya, setelah itu dia membereskan barang barang dikamarnya. Kemudian, dia merebahkan dirinya sejenak, tetapi suara seseorang yang tak lain adalah kakaknya ternyata memanggilnya.
"Clara ayo makan sini turun kebawah!" terdengar suara suruhan seorang perempuan dari luar kamar alias di ruang bawah.
"Iya kak sebentar," jawab Clara, setelah itu dia beranjak dari tempat tidurnya. Clara langsung berjalan keluar kamar dan dia menuju Ruang Makan, disana ada kakaknya.
Clara mempunyai kakak bernama Shara, Shara ini berumur 32 tahun dan dia sendiri belum menikah, mereka tinggal berdua saja, orang tua Clara berada di luar negeri. Mereka ingin membuat putrinya hidup mandiri, tetapi anehnya untuk urusan uang, mereka selalu di transfer. Shara bekerja sebagai Akuntan di salah satu kota yang dia tinggali.
"Clara ayo makan," ajak Kakaknya.
"Iyaa kak ini baru mau." Clara langsung bersiap untuk makan dan dia duduk di kursi.
"So, Gimana sekolah hari ini?" tanya Shara sembari mempersiapkan makanan yang dia pilih.
"It's actually fun, kita kedatangan guru baru bahasa inggris bernama William," ujar Clara menceritakan guru bahasa inggrisnya yang baru itu, dan dia mengambil piringnya, mengambil nasinya dan tak lupa topping untuk makanannya.
"Waw, iyakah?" Shara tiba tiba senyum ketika mendengar ucapan Clara.
Ketika mereka bersantap akan makanan yang mereka makan, tiba tiba ada suara bell datang dari arah pintu. Shara yang mendengar suara bell tersebut seketika berkata "Yes! Dia datang!" dengan sangat girang.
Clara yang memandangi hal tersebut seketika merasa ada yang berbeda dengan kakak nya ini. Melihat kakaknya yang selalu senyum-senyum daritadi, apalagi setelah dia menceritakan tentang gurunya. Dia? Siapa dia? Kakaknya punya pacar? Entahlah, daripada semakin penasaran Clara akhirnya menuju ke pintu depan untuk membukakan sekaligus penasaran.
"Biar aku yang buka ya kak pintunya." ujar Clara, penasaran siapa seseorang yang datang.
Shara hanya mengangguk lalu dia minum segelas air, dan dia pergi ke kamarnya, mungkin untuk siap-siap. Clara langsung menuju ke arah pintu depan dan membukakan pintu, and Suprise suprise, terlihat seorang pria memakai kameja hitam membawakan buket bunga Rose.
Clara sangat terkejut, matanya terbelalak, pria itu tak lain adalah guru yang disukai olehnya ,William.
"Loh, Mr. William?!" Clara terkejut ketika melihat guru yang sudah di anggap kesayangannya itu berada di tepat pintu rumahnya.
"Umm... Clara yang tadi kah?" tanya William sambil mengenali wajah Clara yang baru saja tadi mengantarkan bukunya ke rumahnya.
Tiba tiba, Shara keluar dengan dandanan seperti yang akan kencan. Lalu suddenly, dia menghampiri Mr. William dan memberikan french kiss, tanpa memperhatikan Clara yang sedang berada di depannya. Sontak William kaget akan ciuman yang diberikan oleh Shara apalagi di depan Clara, tapi tetap saja dia membalas ciuman tersebut.
"Aku lama ya honey? I am sorry." ujar Shara sambil memegangi kedua pipi lembut William setelah dia mencium bibirnya.
"Umm.. That's okay," ucap Mr. William sambil memegangi pipi Shara. Tampak mereka benar-benar bahagia.
"Oh iya, William this is my sister, Clara." ujar Shara yang memperkenalkan Clara kepada William.
"Yeah, I know her, she's my student." ujar Willam yang mengenali Clara yang merupakan salah satu muridnya yang dia jumpai di kelas dan mengunjungi rumahnya pas tadi.
"Wah suprise suprise! I really don't know, but I know I have a perfect english teacher in my life." ucap Shara sambil kembali melakukan french kiss dengan William tepat di depan Shara.
Clara hanya terdiam saja menahan amarahnya, daripada kesal karena melihat pemandangannya yang tak dia sukai, lalu tanpa bilang apa apa dia pergi menuju ke kamarnya dan mengunci nya, pasti kalian tau bagaimana perasaan Clara saat ini, melihat apa yang dilihatnya.
'Really?! Gimana itu bisa terjadi, gimana coba, s**t s**t s**t! Mr. William itu punya aku, but why!' batin Clara dengan perasaan yang kesal.
Clara benar-benar sangat kesal, guru yang dia sukai ternyata berpacaran dengan kakak kandungnya sendiri, benar-benar membuatnya sangat kesal, sekarang Clara hanya memikirkan bagaimana caranya agar dia bisa merebut William dari kakaknya, seketika pikiran evil dia muncul.