Saat ini pikiran Clara hanya tertuju pada William, dia sekarang sedang memikirkan bagaimana caranya membuat William dan Shara berpisah. Mungkin ini agak egois, tapi apalagi? Clara sangat menyukai guru barunya itu.
"Hmm..." Clara bergumam, dia berjalan bolak balik sambil memikirkan caranya.
"s**t, I know!" ucap Clara sambil menjentikkan jarinya ketika satu ide muncul di dalam otaknya itu.
***
Keesokan harinya seperti biasa Clara bersiap siap untuk berangkat sekolah, namun anehnya hari ini ada klakson mobil di depan rumahnya, biasanya tidak ada.
Clara bergegas untuk melihat mobil siapa yang klakson didepan rumahnya, dan ternyata saat dilihat itu adalah mobilnya William, dia keluar dari mobil nya dan menuju pintu depan rumah.
"Apa dia datang?" Shara datang dari atas.
"Yeah." Jawab Clara dengan datar.
Shara membukakan pintu dan muncullah pria yang amat disukai Clara, William.
"Oh, hey babe," ucap William pada Shara sambil memberikan french kiss, dan Clara yang melihat lagi kejadian itu terlihat seperti kesal dan tidak ingin melihat ini.
"I catch u later Mr." ucap Clara sambil berjalan pergi keluar rumah.
"Clara wait, bareng saja, lagian kita searah ini," Ucap William.
"No, Thanks sir." tolak Clara.
William hanya terheran-heran, setelah Clara menolaknya. Apa dia membuat suatu kesalahan?
***
Di sekolah saat pelajaran sudah selesai semua, Clara berpapasan lagi dengan William, yap di loker Clara.
"Oh, Clara I just want to ask question, apa kamu membenci saya?" tanya William.
"No sir, your nice man, I could never hate you." jawab Clara berterus terang.
Setelah mendengar ucapan dari Clara, William tersenyum.
"Mr. apa saya boleh menyimpan nomor Mr? just in case,"
"Oh sure." Mr. William sambil memberikan nomor ponsel nya kepada Clara.
"Okay, thanks Mr, good to see you!" ucap Clara sambil tersenyum lalu dia pergi.
***
Sampai dirumah, Clara langsung pergi ke kamarnya, dan dia langsung membuka seluruh pakaiannya dan pergi ke kamar mandi dan langsung berendam di bathub, dia mulai senyum senyum sendiri saat dia memikirkan rencananya untuk memisahkan kakaknya dan William tentunya.
Namun, alih alih memikirkan rencananya, dia juga memikiran perkataan Hannah waktu dulu, bagaimana jika William ini memasuki tubuhnya, Clara saat ini sudah terkontrol pikiran mesumnya, dia langsung memasuki jari manisnya ke dalam k*********a.
"Ngghhh." desahan kecil Clara tapi dia sangat menikmatinya, alih alih sedang melakukan hal ini, terdengar suara dari pintu depan, Clara tersadar, dia langsung mempercepat mandinya.
Selesai mandi, Clara langsung memakai handuk dan melilitkannya ke tubuhnya. Dia berjalan dan melihat kebawah secara diam diam, dan guess who.
Shara dan William sedang melakukan french kiss di sofa ruang TV. Dan tentu saja itu membuatnya kembali geram.
"It's time to action bitch." ucap Clara diam diam.
***
"Anyone can help me in here? PLEASE?!" teriak Clara dari arah kamarnya.
Shara yang sedang menikmati momennya dengan William, mendengar teriakkan Clara dari lantai atas, Mereka yang menyadari akan hal itu menghentikan aktivitas ciumannya itu dan bergegas menemui Clara.
"Ada apa Clara?" tanya Shara.
"Yeah?" sambung William.
"Lampu kamarku tidak menyala, aku pikir lampunya harus diganti tapi itu terlalu tinggi, aku tidak sampai dan lampu kamar mandi juga tidak menyala,"
"I can help with that, Where's the other lamp?" William langsung mengajukan diri untuk membantu Clara.
"In the basement," jawab Clara.
"Okay, just wait till done."
William pergi menuju basement dan meninggalkan mereka berdua.
Alih-alih melihat William pergi meninggalkan merek berdua "So... Tell me more about Mr. William sis," tanya Clara.
Shara tersenyum "Jadi menurut ceritanya sebenarnya William itu seorang duda yang sangat patah hati, namun, he tryin to be move on, dia berumur 31 tahun, but he always handsome and I loved that, he always being a perfect man, that's the reason why I want to make him happy." ujar Shara dengan menampilkan senyumnya.
"Good sis..." ucap Clara sambil memperlihatkan smirk nya.
"I am sorry sis, aku haus, aku kebawah dulu ya."
Shara yang mendengar hal itu hanya mengangguk dan Clara berjalan meninggalkan kamarnya menuju dapur. Saat menuruni tangga, dia berpapasan dengan William yang berjalan menuju tangga, mereka hanya saling tatap dan tersenyum lalu kembali ke arah tujuan masing masing.
Sebenarnya, tujuan Clara itu bukan ke dapur ataupun dia merasa haus, akan tetapi dia mencari tas William dan berharap menemukan handphone William.
"Got You!" ucap Clara saat dia melihat tas William dan menemukan handphone didalam tasnya.
***
"Apa sudah selesai?" datanglah Clara ke kamarnya.
"Kamar mandi sudah diganti tinggal kamarmu saja" jawab Shara.
"Actually, can I talk to you for a minute sis? In the outside, please?" ucap Clara.
"Sure, William, lanjutkan saja ya honey,"
"Of course." jawab William.
Clara dan Shara meninggalkan William, lalu mereka berjalan ke lantai bawah.
"Sis, kamu harus cek handphone nya Mr. William right now!" tegas Clara.
"Kenapa? Why would I do that?" Shara bingung tiba tiba adiknya sendiri memaksanya untuk melihat isi handphone dari William.
"Tadi, aku gak sengaja dengar handphone nya berbunyi, aku kan penasaran, pas aku buka, astaga, kamu harus benar benar membacanya sis," jawab Clara sambil menunjuk hp nya William yang berada di meja dekat Sofa.
Clara yang penasaran akan apa yang dikatakan oleh adiknya sendiri, dia membuka handphone nya William, dan Shara mulai terlihat kesal.
Shara dengan kesalnya melihat isi dari handphone tersebut, mulai berjalan cepat ke lantai atas untuk menemui William, sedangkan alih alih melihat kakaknya kesal Shara hanya tersenyum licik.
William baru saja selesai mengganti lampu kamar Clara lalu Shara datang dengan kesalnya.
"Get the f*****g outta here! Now!" teriak Shara ke William.
"Hey, calm down, what's wrong with you baby?" William terkejut dengan kedatangan Shara yang teriak kepadanya. Tak tahu apa salahnya, dia baru saja mengganti lampu kamar Clara dan Shara langsung teriak-teriak tak jelas,
"Kamu mengkhianati aku William, you really bastard," ucap Shara dengan sangat sangat kesalnya, lalu dia menunjukkan handphone milik William ke William nya sendiri.
"Honey, I can explain this, aku bahkan nggak tau ini siapa yang mengirim pesannya, aku tidak pernah mengkhianati kamu sayang, aku ...,"
Tertunjuk di handphonenya banyak sms-sms tidak jelas yang memperlihatkan sexted dari handphone William.
"Stop! Pergi! Pergi!" William yang sedang mencoba memberikan penjelasan terhadapnya, terpaksa pergi karena tidak mau memperkeruh keadaan. Sedangkan Clara? Clara hanya menikmati perselisahan yang terjadi di antara mereka.
Shara yang sangat muak akan hal ini dia memilih untuk mengunci diri di kamarnya sendiri. Karena benar-benar kesal oleh apa yang dilihatnya.
William yang tidak tahu apa apa akan hal ini berjalan keluar dari rumah dan menuju mobil nya lalu masuk dan merenungkan akan kejadian ini. Tak tahu tiba-tiba sms yang masuk ini bermunculan tiba-tiba pada handphonenya, bahkan dia benar-benar tak tahu akan hal ini terjadi.
Clara yang melihat William dari dalam rumah, dia pun keluar rumah dan menghampiri William ke dalam mobil.