Chapter 4 : Love Me, Mr. William

896 Kata
[18+] *** Melihat William yang sedang melamun di dalam mobilnya sendiri gara gara kejadian tadi, Clara menghampiri Mr. William ke dalam mobilnya. "Hey." William yang menyadari Clara datang hanya tersenyum. "Hei..." "Boleh aku masuk?" tanya Clara. William hanya mengangguk dan membukakan pintu mobil depannya. "Look, saya hanya ingin berjalan lancar dengan kakakmu, saya saja tidak tahu ini tiba tiba chat muncul gak jelas." Clara menggunakan kesempatan ini untuk merayu William, dia mulai mengelus ngelus tangan William. "Kakakku perasaannya memang mudah baper, tanpa tahu apa yang sebenarnya terjadi," ucap Clara sambil mengelus ngelus tangan kekar William dan Clara mulai memberanikan diri untuk menyentuh kancing kameja William. William yang tentunya tidak nyaman dengan apa yang sedang dilakukan oleh Clara, mencoba menepis tangan Clara. Namun, tahu akan hal itu, membuat Clara semakin tertarik. "Clara..." Clara memberanikan diri untuk menungganggi William dengan duduk di paha William. "Clara ini berleb-" "Shh, Mr... Kamu menghabiskan 31 tahun untuk menjadi seorang pria yang luar biasa...," ucap Clara memotong ucapan William, sambil meletakkan jari telunjuknya di bibir William. "Mr.. You already perfect for me... that's the reason why I like you... I think I'm in love with you Mr...." Clara memberanikan dirinya lagi, kali ini dia mencium bibir William dengan penuh semangat. William tidak membalas, namun Clara memaksa nya untuk membuka mulut William dengan tangan kanannya. William ya namanya laki laki, dia terbuai dengan apa yang dilakukan oleh Clara dan yang dikatakannya. William lalu membalas ciuman Clara, Mereka beradu lidah, bertukar saliva, dan saling memejamkan mata, mereka terpacu dengan suasana, hingga mereka hampir kehabisan oksigen dikarenakan ciuman yang sangat panas itu, lalu mereka melepaskan ciuman itu untuk sejenak dan bernafas lega. "Clara, kita nggak bisa ngelakuin ini, saya masih pacar kakakmu...," ucap William dengan nafas tergesa gesa. "Sssttt... I don't fuckin care, I love u Mr. William." bisik Clara di telinga kanan William. William yang memang sudah kodrat nya laki laki, tidak tahan dengan Clara lakukan, sesuatu yang ada dibalik celananya mulai menegang. Clara mulai melepas kancing William dengan pelan pelan sambil mencium bibir lagi William, dan terpampanglah d**a bidang William dan Clara langsung meraba raba d**a bidang itu dengan penuh nafsu. "Aku milikmu Mr, so you too..." desah Clara. William menikmati sentuhan sentuhan yang diberikan oleh Clara kepadanya, namun karena nafsu sedang menguasai pikirannya, William langsung membuka baju yang dipakai Clara serta bra-nya, dan terpampanglah p******a milik Clara. Dia langsung mencium, meremas, dan menghisap p****g dari p******a Clara, Clara sangat sangat terangsang, kedua tangannya mengayut pada leher William. Mereka kemudian berciuman lagi, saling beradu lidah membiarkan saliva mereka bersatu. Sambil berciuman, William melepaskan celana dalam Clara dan penisnya yang sudah tentu menegang, bersiap siap untuk memasuki v****a Clara. "Nghhh." desah kecil Clara. Penis William perlahan memasuki v****a Clara dengan pelan pelan. "Yes Mr!" Penis William full memasuki v****a Clara, hingga tercucur darah selaput dari v****a Clara yang mana Clara kehilangan keperawanannya oleh gurunya sendiri. "Pelan pelan Mr, cause this is my first time..." bisik Clara. "Shit.. Your still virgin... Tidak apa apa kah?" tanya William. "Yes, aku ingin tubuhku untuk Mr. William saja, Please love me too Mr. William." William tersenyum dan membalasnya dengan mencium bibir Clara, Karena posisinya Clara yang menunggangi William yang duduk di kursi mobil, akhirnya Clara bergerak naik turun. "Ahh Mr. Your so big..." Clara bergerak naik turun naik, menggenjot p***s William dengan perlahan lahan. "Clara.. Your sexy than your sister..." Clara hanya tersenyum sambil bergerak naik turun, William kemudian mencium bibir Clara, lalu dia meremas p****t Clara dan sesekali dia menepuknya, William juga mencium, menghisap, dan meninggalkan banyak kissmark di leher William. "Mmhh," desahan kecil Clara namun berhasil membuat William sangat b*******h. William yang melihat Clara yang bergerak terus, memutuskan untuk dia yang bergerak dan William mulai memaju mundurkan penisnya. "Okayy... Lebih cepat Mr..." pinta Clara meminta William mempercepat acuan. William menuruti perintah Clara dia memaju mundurkan penisnya dengan sangat sangat cepat dan membuat Clara kewalahan. "Ahh...Ngghh..Yeah Mr!" Tangan Clara meraba d**a William sambil menikmati pacuan yang diberikan William, sesekali Clara mencubit p****g William. William terus memaju mundurkan penisnya dengan cepat dan pada akhirnya dia merasakan penisnya berkedut, William langsung mengeluarkan penisnya dari v****a Clara. "Ahhh I- I'm come..." Penis William mengeluarkan banyak s****a hingga sampai ke dashboard mobilnya, tubuh William menggeliat seiring dengan keluarnya hamburan s****a putih yang sangat banyak keluar, Clara tersenyum dan memeluk William dengan mengayutkan tangannya ke leher William. "It was perfect..." ucap William yang tentu saja sadar apa yang telah dia lakukan dengan seseorang yang statusnya muridnya sendiri sekaligus adik dari pacarnya. Tapi, tentu saja dia sama-sama menikmati hal ini dengan Clara. Clara tersenyum bebas dan dia terlihat sangat bahagia karena melakukan s*x dengan William, gurunya sendiri. Guru idamannya, guru yang mampu menaklukan hatinya pada pandangan pertama. Mereka berdua terlihat lemas karena banyak hal dan pikiran yang terjadi hari ini. Clara mencium bibir William, mereka beradu lidah sejenak dan mereka menyudahinya. *** "Don't tell anyone about this," ucap William sambil mengancingkan bajunya. "Of course not Mr.. Oh no... Can i call you William? Haha, and oh, by the way, break up with my sister please?" pinta Clara agar William mengakhiri hubungannya dengan kakaknya. "Hmm..." William hanya menggumam, Clara mendekatkan dirinya ke William lalu dia mencium bibirnya. "William... You can have all of mine," bisik Clara sambil tangan kanannya meraba bagian bawah celana William, menggoda William tentunya. "Oke see you tomorrow my William..." Clara mencium pipi William dan dia membuka pintu mobil dan berjalan keluar menuju rumah. William yang mengalami kejadian yang begitu banyak, mulai dari pertengakaran dengan Shara hingga dia melakukan s*x dengan adik pacarya sendiri bahkan dia merupakan muridnya sendiri. Mungkin hari esok akan lebih baik, William pun mulai menjalankan mobilnya lalu dia pergi berkendara menuju rumahnya. Sesampainya dirumah, William masuk dan menemukan seorang gadis sedang duduk menonton TV, dan menoleh ke arah William. "Oh. Daddy?!" *** To be continued...
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN