Chapter 7 : Stefan Alexander

919 Kata
"Nggh...ngggh...ngh..." Terdengar suara desahan dari arah kelas belajar, dan saat melihatnya dari arah jendela belakang, perbuatan yang tidak lazim dilakukan oleh seorang guru dan muridnya sendiri. Mereka sangat sibuk dengan perbuatan terlarang mereka sehingga dia pun merekam semua kejadian yang ada di kelas itu. ••• 'Untung, aku memakai pil pencegah kehamilan.' batin Clara. Seminggu setelah kejadian s*x di kelas dengan William, Clara sangat senang karena sekarang William ada di genggamannya, walaupun William masih dekat dengan kakaknya, namun Clara tidak peduli dia hanya menginginkan William. "Anak anak perhatikan... Clara jangan melamun!" ucap Mrs. Kendle pada saat pelajaran Matematika. 'Yugh,' batin Clara. Kegiatan belajar mengajar di akhiri dengan penuh kejenuhan, karena untuk Clara sendiri dia sangat tidak menyukai pelajaran Matematika. "Teng Teng Teng..." Bel sudah berbunyi waktunya pulang, Clara yang sedang membereskan alat tulisnya, ditepuk pundaknya dan dikagetkan dengan seorang pria yang sangat dia kenal dari mulai tahun pertama dia sekolah. Stefan Alexander. #Author Note# Let me introduce you to this Character, Nama dia Stefan Alexander, dia ini seangkatan dan satu sekolah bersama Clara, dia ini mukanya ada mix mix Spanish and USA, dia mempunyai badan yang tinggi dan atletis, dia sangat menyukai sepak bola, murid perempuan banyak yang terobsesi kepadanya, ya apalagi lah udah tampan punya badan atletis, muka muka Bad boy lagi. Stefan Alexander ini sangat menyukai Clara dan dia selalu mendekati Clara di tahun pertama sekolah, namun saat menyatakan cintanya ke Clara, Clara menolaknya karena alasannya belum siap, dan sejak saat itu dia agak menghindari Clara tidak dekat seperti dulu. #Author Note End# "Eh. Stefan!, bikin kaget aja," ucap Clara. "Miss mee? haha, Ra ntar kita dinner bareng yuk!" ajak Stefan. "Hah?.. Tap-" "Ssstt, dah ya ntar aku jemput ya ah 10 p.m!" Stefan meninggalkan Clara di kelas. Clara pulang dan dia langsung membersihkan diri nya, Jika dipikir pikir, hari ini Clara belum melihat William. "Ahaha" Terdengar suara ketawa di lantai bawah, Clara pun menuju ke sumber suara tersebut dan dia melihat kakaknya sedang b******u mesra dengan Silakan hingga tangan William meraba raba d**a Shara. Clara yang melihat itu terasa hatinya sangat hancur, dia pun langsung kembali ke kamarnya. Dia melihat kaca, air matanya bercucuran, 'Apa ini yang dinamakan sakit hati?' Dia menghapus air matanya dan menarik nafas, namun air mata dia tetap bercucuran. Malam sudah tiba namun Clara masih memikirkan kejadian tadi, pikirannya kemana mana setelah melihat kakak nya b******u dengan pria yang sangat di cintainya. "Ting!" suara ponsel Clara berbunyi. 'Aku on the way,' Itulah isi pesan dari pengirim bernama Stefan Alexander. "Astaga, Stefan!" Clara lupa kalau dia akan dinner bersama Stefan. Dia pun langsung siap siap untuk make up. Tak lama kemudian, tinggal 20 menitan, datang lah suara mobil dari luar rumah, untung nya Clara sudah selesai berdandan. Dia pun keluar rumah, dan Stefan yang baru saja keluar dari mobilnya langsung berhadapan dengan Clara. "Ayo kita langsung jalan saja," ajak Clara. "Whoop. Okay." Clara pun langsung masuk ke dalam mobil Stefan. Di perjalanan Clara melihat ke arah jalan, sesekali dia melihat ke Stefan dan tersenyum kepadanya. "Stefan, kenapa kamu tiba tiba mengajak aku untuk dinner?" tanya Clara. "Well, I dunno, tiba tiba aku teringat kamu haha" jawab Stefan. Clara tersenyum. Mereka pun sampai di sebuah restauran bernama 'Le Fluide' restauran Italia. Clara dan Stefan keluar dari mobil dan mereka pun berjalan masuk ke dalam restauran itu. Mereka duduk di kursi dengan meja dan suasana ala Italia. "Clara kamu mau pesan apa?" "Let me see ... Pasta ... yeah I need Pasta and Martini please," ucap Clara. "What.. martini are you sure?" tanya Stefan. "Yup, aku butuh minuman hari ini ugh." ujar Clara. "Samakan saja." ucap Stefan kepada pelayan restaurannya. Tak lama kemudian makanan dan minuman datang, mereka pun menyantapnya, sesekali mereka juga mengobrol. "Stefan, how's relationship with Lucy?" tanya Clara. "Well.. aku menemukan dia sedang b******u dengan pelatihku sendiri, so I just break up, well, sudah lama juga kok," ucap Stefan. "I'm sorry... I don't know." "It's okayy..." "Sir, I need martini again," ucap Clara. "What? Clara, kamu baik baik saja kan?" Clara menghabiskan satu botol Martini dengan sangat cepat, namun pastanya belum selesai habis. "Yeah, like i said, i need a drink ugh yeah," ucap Clara dan kelihatan kalau dia sudah agak sedikit mabuk. Pelayan itu memberikan satu botol Martini lagi kepada Clara. "Stef... Cheers with me." Stefan hanya menurut keinginan Clara, namun Stefan harus menyetir mobil jadi dia hanya bisa minum setengah martini saja. Habis 2 Martini, Clara sangat mabuk, mungkin ini pertama kalinya dia mabuk. "Clara?" "Ughh.. Yeah STEF!" teriak Clara dengan keadaan setengah sadar. Stefan pun langsung membayarkan bill dari makanan dan minuman itu. Dia membantu Clara untuk berdiri karena sepertinya Clara susah berdiri karena efek Martini. "Cmon Clara, I got you" mereka pun kembali ke parkiran mobil. Clara yang jalan nya sudah linglung dibantu dengan Stefan. Tiba tiba Clara memojokkan Stefan ke pintu masuk mobil. "Stef... ughh do you stilll like mee...?" tanya Clara. "Damn, your high Clara..." "Just... ans-answerr..." "Yes.. I still like you, love you as always," ucap Stefan. "Then.. kiss me..." ucap Clara. "What..??" "Ughh..." Clara menarik kerah Stefan dan mendekatkan wajahnya lalu mencium bibir Stefan. Stefan yang kaget dengan tingkah Clara mencoba melepaskan ciuman Clara, namun Clara kekeh tidak mau melepaskan ciumannya. Tak lama kemudian Clara melepaskan ciumannya, lalu dia menatapi mata Stefan sejenak dan tangannya menyentuh wajah Stefan, kemudian Clara mencium lagi bibir Stefan dan melumatnya. Stefan yang terlena akan tadi tatapan Clara pun mulai membalasnya, Stefan membalas ciuman Clara dengan melumat bibir Clara, tak lupa dia memainkan lidahnya. "Mmmhh..." desah Clara. Stefan mulai pindah, dia menciumi Clara dibagian lehernya, dan tak lupa dia juga meninggalkan kissmark aka bercak bercak merah di leher putih Clara. "Yeahh.. Stef... mmhh..." desah Clara. Puas dengan leher putih Clara, Stefan pun menghentikan aktifitasnya. "It's been a long time i want to kiss you." ujar Stefan. "Then kiss me again..." Stefan langsung mencium lagi Clara, dia menghisap bibir Clara, melumat, menjilat dengan penuh nafsu. Mereka tidak peduli jika ada orang yang melihat mereka, namun Stefan sangat bahagia karena dia mendapatkan momen seperti ini dengan Clara. "Mmmhh..."
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN