[18+]
"Open your door.. ngghhaaaha" ucap Clara sambil tertawa, karena efek martini tingkah Clara saat ini yaitu benar benar mabuk.
Stefan membuka pintu apartemen-nya. Saat menuju rumah Clara, Clara bersikeras tidak mau pulang dan akhirnya Stefan membawa Clara ke apartemen-nya.
"Uwww..soo fancy.." ucap Clara ketika dia masuk ke apartemen Stefan.
"Clara you should sleep right now"
"Ssstttt...." Clara mendekatkan jari telunjuknya di bibir Stefan.
Posisi mereka saat ini yaitu berhadapan satu sama lain dengan sangat dekat. "Nghahahah" Clara tertawa lagi dan dia mendekatkan kepalanya di d**a Stefan.
"Cmon you should sleep, kamu mabuk ra" ucap Stefan.
"Kiss me..," ucap Clara.
"Wh-"
Belum selesai Stefan berbicara, Clara langsung mencium bibir Stefan lagi, Clara mendorong tubuh Stefan ke arah tembok dan memojokkanya lalu menciumnya lagi.
Bagaimana lagi, Stefan hanya menuruti Clara, Stefan membalas ciuman Clara, mereka beradu lidah masing masing sambil memejamkan kedua mata mereka.
"Mmnngghh..,"
Clara mulai nakal, sambil berciuman dia melepaskan kancing kameja Stefan satu persatu, lalu dia membuka kameja Stefan dan terpampang lah d**a atletis serta badan yang sixpack dan itu sangat terlihat sexy di mata Clara.
Clara mengakhiri ciuman bibirnya, dan dia memulai ciuman lidah nya di leher Stefan.
"Ahh.... Clara..," desah Stefan.
Clara menghisap leher Stefan, menciuminya hingga menggigit gigit kecil leher Stefan lalu terpampanglah kissmark milik Clara di leher Stefan.
Sekarang, Clara mengalungkan tangannya di leher Stefan lalu dia kembali melanjutkan french kissnya.
Mereka kembali beradu lidah, saling meresapi satu sama lain, sambil berciuman lagi, Stefan melepas baju dan celana yang dipakai oleh Clara dengan sangat cepat lalu terlihatlah body Clara yang putih dan hanya memakai bra dan cd berwarna hitam, lalu dia mengangkat Clara ke kasur King Size miliknya.
"Yeah... Stefan..,"
Mereka berciuman kembali dengan penuh nafsu menggoda dan menjadikan ciuman itu menjadi ciuman yang sangat panas, tangan Stefan meraba raba celana dalam Clara, dia mengusap nya perlahan.
"Nggghhh.. stef.. nghh," desah kecil Clara.
Mereka melepaskan ciuman nya dan sekarang Stefan yang berada di atas tubuh Clara, dia membuka bra warna hitam milik Clara lalu melemparkannya ke sembarang arah, kemudian dia meremas remas sambil menciuminya.
"Ahhnnggh" Clara menggigit bibir bawahnya dan memejamkan matanya, karena kenikmatan yang sedang dia alami ini sungguh berbeda saat dia berhubungan dengan William.
Stefan masih terus bermain dengan p****g p******a Clara, dia kembali menjilat putingnya lalu dia menghisapnya layaknya seorang anak yang diberi asi oleh ibunya.
Sesekali Stefan memutar mutar kedua p****g Clara dan meremasnya kembali.
Sensasi geli yang di rasakan oleh Clara begitu nikmat, hingga kedua kakinya tidak bisa diam.
Stefan beralih lagi ke bibir Clara, dia kembali mengajak french kiss, dia kembali beradu lidah dengan Clara.
Tidak mau kalah, Clara mendorong tubuh Stefan sehingga sekarang posisi mereka yaitu Clara diatas dan duduk di s**********n Stefan. Clara merasakan p***s Stefan yang menegang dari tadi, Clara meraba raba tubuh Stefan, dia menciumi mulai dari d**a Stefan hingga ke badan sixpack milik Stefan.
Dia mulai membuka celana Stefan perlahan, lalu menarik celananya dan membuangnya ke sembarang arah.
Terpampanglah p***s Stefan yang sudah menegang dari tadi, ukuran p***s Stefan ternyata lebih besar dari milik William.
"Owww hahaha," Clara tertawa lagi.
Stefan tersenyum, Clara memulai permainannya dengan p***s Stefan, mula mula dia menjilat sisi kanan p***s Stefan, lalu dia mulai dengan sisi kirinya, kemudian Clara mulai memasukkan p***s Stefan ke mulutnya.
"Ahhh.. Clara..."
Tangan kanan Clara memegang bawah p***s Stefan karena p***s besarnya tidak semua masuk ke mulut Clara.
Clara memaju mundurkan kepalanya, sambil mengocok p***s Stefan tak lupa dia mengulum p***s Stefan, dan memasukkan p***s Stefan ke mulutnya dengan penuh lalu dia menahannya hingga 10 detik.
"Aahh.. hh... your so... soo biggghh," Clara melepas p***s Stefan dari mulutnya, lalu bernafas dengan sangat berat.
Stefan bangun dan dia mencium bibir Clara, tangan kanannya membuka laci di sebelah kiri tempat tidurnya dan mengambil kondom dan tak lupa pelumasnya.
Stefan melepaskan ciumannya, "umm... Clara, are you sure you wanna doing this?" tanya Stefan.
"Yess!!! Of course i wanna doing this with you!" jawab Clara dengan memegang wajah Stefan.
"Anything you want baby..."
Stefan mulai memakai-kan kondom yang sudah dia ambil dan memakai-kan ke penisnya.
Stefan mencium bibir Clara dan posisi mereka saat ini Clara yang menunggangi Stefan.
Perlahan-lahan Clara memegang p***s Stefan dan memasukkannya dengan pelan pelan.
"Ahh shiiittt.."
"God, your so big!"
Clara mulai menggerakan dirinya, ke atas dan ke bawah.
"Clara, kalau kamu sakit, kita bisa mencobanya lain waktu," ucap Stefan.
"Ssssttt.. angghh... i wanna doing this... ahssh,"
Clara pun melanjutkan menggerakan pantatnya ke atas dan ke bawah, tak ingin Clara lelah, Stefan pun memaju mundurkan penisnya di dalam v****a Clara.
Tangan kanan meremas remas p****t Clara, sesekali dia menepuknya dan meninggalkan tanda berwarna merah di p****t Clara.
"Ngghh yeahh...Stefan, i love this! shhsh"
10 menit mereka melakukan hubungan suami-istri, namun salah satu dari mereka belum juga ada yang mencapai klimaks.
Stefan bangun dan dia mencium bibir Clara, sambil memaju mundurkan penisnya di dalam v****a Clara.
"More faster... ngghh Stef.."
Suara bertubrukan badan sangat terdengar dengan jelas.
Stefan mulai memaju-mundurkan penisnya dengan sangat cepat.
"Ahhh.. ahhh.. ahh.." desah Clara.
Tak lama setelah itu, p***s Stefan berkedut dan tanda akan mengeluarkan spermanya, Clara pun merasakan v****a nya akan mengeluarkan cairannya.
"Ngghhh.... I thinkk nggh I'll comingggh...," desah Clara.
"Yeahh me too"
Stefan terus memaju mundurkan penisnya di dalam v****a Clara lalu setelah itu tubuh mereka menggelinjang, dan keluarlah cairan mereka masing masing.
Sperma Stefan keluar sangat banyak sehingga kondom yang dia pakai mencuat keluar, Stefan melepaskan kondomnya dan menaruhnya di bawah ranjang.
"Ahhh..."
"Stef... your amazing..,"
Clara mencium bibir Stefan, lalu mereka saling beradu lidah sejenak, dan mengakhirinya, lalu Clara tidur di samping Stefan dan memeluk tubuh Stefan.
Stefan menarik selimut dan mereka berdua tertidur terlelap.
•••
"William, do you know where is Clara?" ucap Shara lewat teleponnya.
"No, i don't know, memangnya kenapa?"
"Dia dari semalam tidak pulang, memang sih ini hari minggu, but, she's not text me, i'm worried about her" ujar Shara sambil berjalan mondar mandir.
"Well, tunggu 24 jam dulu, if she's not coming back, let's go to the police" ucap William mencoba menenangkan Shara.
"Umm... okay.. see you then" ucap Shara, lalu dia memutuskan panggilannya.