"Nggghh, jam berapa sekarang...," ucap Clara yang terbangun dari jam tidurnya. "Shit... kenapa aku telanjang!" Clara kaget dikarenakan dia bangun dalam keadaan telanjang.
Clara menoleh kesana kemari, namun tidak ada orang, lalu tiba tiba Stefan datang dari arah kitchen dan membawa gelas berisikan s**u dan juga roti dengan hanya memakai celana dalam.
"Stef! Kenapa aku bisa telanjang seperti ini?! Apa yang kamu lakukan kepadaku?!" ucap Clara sambil menutupi dirinya dengan selimut.
Stefan menaruh gelas dan roti di meja, "Hold on... Relax... Well, kamu semalam mabuk dan kamu dan aku...," Stefan menceritakan dari awal kenapa Clara bisa telanjang.
Clara hanya terpaku diam, mendengar cerita dari Stefan.
"Nih minum dan makan dulu," ucap Stefan, lalu Stefan mencium pipi Clara dan dia langsung pergi ke kamar mandi.
'Shit.. me and Stefan?!, oh my f*****g GOD are u stupid Clara!' batin Clara.
Clara mengambil handphone yang ada di tas kecilnya, dan terlihat puluhan panggilan dari kakaknya dan juga William.
Clara mengetik sms dan mengabarkan mereka bahwa dia itu baik baik saja dan akan segera pulang, dan dia memakai baju dan celananya.
Clara memakan roti dan minum s**u yang disediakan oleh Stefan.
Stefan berjalan dari arah kamar mandi dengan handuk yang terlilit di selangkangannya dan itu sangat terlihat sexy di mata Clara.
"Hi.. babe.. are you okay?"
"Umm?!" Clara tersedak saat memakan roti ketika Stefan berbicara, dia langsung minum s**u.
"Stefan.. I need to go, see you,"
Clara buru buru dan dia langsung meninggalkan Stefan lalu berjalan keluar apartemennya.
Stefan hanya diam dengan ekspresi bingung.
••••
Carla sampai dirumahnya, dia langsung menuju kamarnya, lalu berbaring sejenak di tempat tidurnya.
Shara yang mengetahui akan kedatangan Clara dia langsung mendatangi Clara di kamarnya.
"Are you okay sis?"
"Hmm..yeah..." Jawab Clara dengan nada melas.
"If you need anything, just talk with me okay," ucap Shara.
"One thing...," ucap Clara.
"What..?"
"Are you and William being back together?" tanya Clara.
"Yes..," jawab Shara dengan tersenyum senyum. "Okay... Ada makanan di meja bawah, dan kalo ada apa apa bilang aja ke aku ya.. aku akan ke kamar..and by the way are you drunk? then you should go shower." Shara langsung menutup pintu kamar Clara.
Clara hanya mengangguk pelan, sekarang otaknya dipenuh dengan nama William dan Stefan.
Dia pergi ke kamar mandi, dia membersihkan tubuhnya, berendam di tub untuk beberapa jam kedepan menjernihkan pikirannya.
Dia memasang Alarm dan hpnya diletakkan di meja dekat tub nya.
•••
"Ngghh... Mr. William... Faster please. Ngghh,"
"As you wish baby...,"
William menggenjot Clara dengan sangat cepat, penisnya dengan cepat keluar masuk v****a Clara.
"Annghh... Ngghh, Please, I'm Yours, f**k me harder ahhh,"
"Ngghh shit.. I'm comingghh,"
•••
"NGHHAA," desah keras Clara.
Dia bermimpi melakukan s*x dengan William untuk pertama kalinya.
Dia pun keluar dari tub nya dan mulai membersihkan dirinya.
Dia mengambil handuknya lalu keluar dari kamar mandi, waktu menunjukkan jam 4 sore, dia kemungkinan akan menemui William nanti malam jam 7.
Clara pergi ke bawah dia mengambil sandwich yang ada di meja makan dan memakannya.
Hari berlalu dengan sangat cepat, Clara menghabiskan waktunya berdiam diri di kamar dan menggunakan smartphonenya.
Waktu menunjukkan jam 6:40 P.M, dia mulai memakai make up sedikit lalu dia langsung keluar rumah, berjalan ke rumah William.
Setelah beberapa menit kemudian Clara sampai dan dia langsung mengetuk pintu rumah William.
Knock....knock...knock
William yang sedang menonton tv dengan anaknya Emily mulai bangkit dari kursinya dan menuju pintu depan.
"Wait a minute..," ucap seseorang dari dalam
William membukakan pintu dan dari luar Clara langsung masuk dan memeluk William dengan sangat erat.
"C-Clara... What happen?"
"I just wanna hug you..," lirih Clara.
Clara melepas pelukannya, William mengunci pintu depan rumahnya.
"I wanna talk," ucap Clara.
"Yeah, sure.. but, ada Emily mungkin nanti saja kita bicaranya,"
"Emily? Mana aku ingin bertemu dengannya,"
Saat William mengecek Emily di ruang keluarga ternyata dia terlelap tidur dengan tv yang menyala.
"Dia tidur.. Sebentar aku akan memindahkannya ke kamarnya,"
William pun menggendong Emily dan dia menempatkan-nya di kasurnya lalu William menutupi tubuh Emily dengan selimut.
"Aww... Hot daddy..," ucap Clara sambil dia menggigit lidahnya saat William melihat itu.
"I love that..." Clara mulai mendekatkan tubuhnya ke William.
"Not in here..," ucap William. "Kamu bilang mau bicara?"
William dan Clara-pun pergi ke ruang tamu.
"Jadi ada apa?" tanya William.
"Kamu masih menyukai kakakku?"
"Why you asked that?"
"Because, aku melihat kalian berciuman dirumahku, my heart is broke up... and she said that you and her being back together." ujar Clara.
"Shara yang memaksaku, sepertinya dia masih menyukaiku, aku harus bagaimana, menolaknya? Dia benar benar susah, Dia juga yang langsung menciumku padahal aku hanya mengantarkan dia pulang dan maaf Clara, aku pikir dia curiga, dan kita jangan terlalu dekat untuk saat ini, kamu itu muridku Clara, aku tidak bisa mengambil resiko, aku bisa saja dilaporkan dengan pengaduan pelecehan, If you love me please lakukan apa yang kumau,"
"If you say that.. then we must completely keeping this secret together..." Clara mulai bangkit dan dia perlahan menunggangi William di kursinya.
"You don't listen to me right..," ucap William sambil menatap wajah Clara.
"I'll listen... After I s*x with you..."
Clara mulai nakal, dia mengusap tangannya ke p***s William yang masih ditutupi celana.