Rio dan Fika telah sampai di alamat yang Kelvin berikan. Cukup lama perjalanan yang mereka tempuh, dan cukup melelahkan karena alamat nya yang memang jauh juga terpencil. Disini. Rio dapat melihat Ify dan juga Gabriel di hadapannya tak jauh darinya. Rio dapat melihat Ify yang duduk di kursi roda, dan Gabriel yang ada di belakangnya. Hatinya berdesir, jantungnya berdegup kencang. Perasaanya tak bisa ia deskripsikan, semua tercampur. Rindu pada sosok yang ada didepannya, kecewa dan marah pada diri sendiri karena telah berpikiran buruk beberapa hari lalu. "MAMAAAHHHHH" suara keras Fika membuat Rio mengalihkan pandangannya kearah putri kecilnya itu. Rio juga bisa melihat pancaran kebahagiaan dari Fika, pancaran kerinduan yang teramat kepada sosok Ify. Rio tersenyum lega karena akhirnya

