Rio mengobati luka lebam yang ia dapat dari hasil jotosan Kelvin tadi. Sesekali ia meringis menahan sakit kala luka itu berdenyut. Dengan hati-hati ia mengobati luka itu sendirian. Ia menolak dibantu oleh pelayan rumah dan lebih memilih mengobati lukanya sendiri. "Aww" Rio meringis saat merasakan perih lagi pada luka nya. Fika keluar dari kamar, menangis dan menghampiri Rio. Ia duduk di samping Rio dan memperhatikan Rio. "Fika, kenapa nangis?" Tanya Rio. Ia menghentikan aktifitas nya sejenak, meletakkan nya diatasnya meja lalu menghadapkan badannya ke arah Fika. Rio mengelus rambut Fika sayang dan juga menghapus air mata Fika. Fika masih diam tidak menjawab. "Kenapa anak papah nangis hmm?" Tanyanya lagi "Maafin Fika ya Pah" ujar Fika akhirnya bersuara. "Maaf buat apa ? Anak

