DPD-33

1458 Kata

Setelah mengantar Daisha hingga apartemennya, Daffa kembali melajukan sepeda motornya menuju rumahnya. Kali ini dia kembali menjadi pembalap dadakan, karena matahari hampir tenggelam membuat lelaki itu harus buru-buru sampai ke rumah. Tepat saat adzan magrib berkumandang, Daffa sampai didepan rumahnya. Lelaki itu langsung memasukan sepeda motornya tepat disamping mobil Ayahnya. "Aduh, Ayah udah pulang lagi. Mati gue," ucap Daffa panik. Ia sudah beberapa kali tertangkap basah pulang saat petang, Ayahnya akan bertanya-tanya kenapa Daffa pulang telat. Dan lebih parahnya lagi pertanyaannya tidak ada yang masuk akal. "Kalo kayak gini, berasa jadi anak perawan gue," celetuk lelaki itu mengaruk-mengaruk kepalanya bingung. Karena yakin saat ini Ayahnya tengah menonton televisi sehabis salat ma

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN