Daisha memejamkan matanya saat menikmati tiupan angin yang menyejukan wajahnya, seolah membantu membawa penat dan letihnya hilang tak terisisa. Kegiatan yang membuat Daisha tenang itu tidak bertahan lama, tidak kurang dari tiga menit, ia kembali merasakan gangguan dari mahluk lain disekitarnya. Wajahnya itu tak merasakan lagi terpaan angin, melainkan merasakan pipinya seperti ditusuk-tusuk. Dengan mengeram marah Daisha membuka matanya, dan mendapati dua buah jari telunjuk seseorang sudah berada dipipinya. Sedangkan pemiliknya nampak begitu riang memainkan jarinya di pipi Daisha. "Pipi lo tembem juga, Dai." Daffa kembali menekan pipi Daisha menggunakan jarinya lebih dalam. "Kayak apa itu, yang kalo diremes-remes dianya balik kebentuk semula," ucap Daffa dengan nada serius, tetapi jariny

