DPD-17

1137 Kata

Daisha berulang kali menendang batu kerikil yang menghadang jalannya. Langit yang sudah mulai mengelap, ia hiaraukan saja. Jalanan yang juga sudah mulai sepi, hanya ada beberapa kendaraan yang melintas dijalan raya. Ingin rasanya sekarang Daisha berteriak bebas, tapi nanti dia dikira anak abegeh yang baru diputisan sama pacarnya. Kan bisa turun harga diri Daisha. Lagi pula Daisha sudah punya Daffa, yang katanya mencintai Daisha selalu. Ah, kenapa setiap kali dirinya mengingat Daffa rasanya beban dihati Daisha hilang seketika. Lenyap ditiup angin tanpa jejak. Menyisahkan kenangan manis dibenak Daisha. Tapi, Daisha melupakan sesuatu hal. Dia tidak tahu sekarang harus kemana, dia lupa ini dimana. Berkali-laki Daisha merutuki kebodohannya yang entah mengapa telah sampai disebuah jalanan yan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN