DPD-18

1035 Kata

Daisha kini mengetuk-ngetuk jarinya pada ujung meja yang sekarang ia duduki. Melamun sendirian layaknya jones paling sengsara didunia. Apalagi disini banyak dihuni pasangan-pasangan muda yang baru jadian. Bisa dibilang masih angat-angatnya. Kan Daisha iri. Coba saja ia mengajak Daffa, pasti sekarang ia tidak akan memasang wajah mupeng melihat dua remaja berpengangan tangan diujung kafe. Tapi, Daisha mengerutkan keningnya saat dua remaja itu sudah melebihi batas. Wah... Udah main pengangan tangan aja. Habis itu pelukan, habis itu masuk hotel dan astagah, nggak kebayang deh lanjutannya. -batin Daisha. Menurut Daisha sih, pengangan tangan atau sender-sender manja itu masih bolehlah ya. Daisha juga tidak terlalu berlebihan memamerkannya. Daisha kembali melirik jam tangannya, sudah hampir 3

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN