DPD-19

1053 Kata

Daisha kini bisa menghela nafasnya lega. Pasalnya Dhio, adik tirinya itu sudah pergi. Pernyataan cinta secara tidak langsung dari bocah sepuluh tahun itu, cukup membuat Daisha berbangga diri. Artinya Daisha tak hanya disukai kalangan abegeh-abegeh, bahkan anak kecil pun tahu bahwa kecantikan Daisha memang tak tertandingi. "Dari mana?" Daffa menatap Daisha dari unjung kepala sampai kaki, seolah Daisha baru saja tertangkap basah mencuri pakaian dalam tetangga. "Tadi habis ketemu ibu tiri," ujar Daisha jujur. "Jadi, ceritanya udah mulai memaafkan masa lalu?" tanya Daffa. Daisha menghela nafas. "Dicoba aja dulu. Kayak kata lo." Daisha menyeret kursi yang tadi diduduki Lily. Menyuruh pria itu untuk duduk disampingnya. "Duduk Daf, entar dikira orang bisulan lo berdiri terus," kekeh Daisha.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN